Gunung merbabu merupakan salah satu gunung menawan yang dekat dari kota jogjakarta, menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dan jalur pendakian yang tidak membosankan, bersama dengan 5 orang rekan saya, kami mulai start dari Jogja sekitar pukul 2 sore menuju basecamp (jalur wekas) dengan mengendarai motor, sampe basecamp jam 4 sore, sesuai rencana kami akan bermalam di base camp dan besok paginya kami baru “muncak”. Dua buah moment alam yang saya ingin dapatkan adalah sunset dan sunrise di puncak merbabu.
suasana hutan pinus menuju basecamp tampak mistik dan berkabut
Sore di basecamp saya habiskan dengan mengitari desa yang cukup berkabut, dilanjutkan dengan obrolan lepas, canda tawa dengan teman-teman pendaki lain di basecamp, suasana kebersamaan sangat terasa, rasa capek selama perjalanan dari jogja sampai basecamp hilang sudah karena menikmati kebersamaan kami malam itu, ada yang sambil pijat urut bergantian, yah memang beberapa orang dari teman – teman yang ikut perjalanan kali ini ada yg belum pernah naik gunung, jadi istirahat dan menginap di basecamp lumayan buat kami prepare tenaga buat “muncak” keesokan harinya.
suasana canda tawa di basecamp
suasana hangat di basecamp dengan pendaki lain
Keesokan paginya, setelah foto-foto dan sarapan kami mulai meninggalkan basecamp pukul 8 pagi. perjalanan sangat santai sambil menikmati suasana pegunungan, melewati kebun, hutan, dan baru sampai di pos 2 kurang lebih jam 12 siang
foto bersama sepuh dari jogja, sebelum memulai pendakian
Suasana di pos 2 saat itu sangat berkabut, jarak pandang sangat pendek, disini banyak jg pendaki yang pasang tenda, sambil beristirahat kami juga sempat berbincang dengan pendaki lain, setelah cukup istirahat, makan siang dan sholat, kami melanjutkan lagi perjalanan kami, cukup banyak monyet di pos 2 yang memakan sisa sisa makanan dari para pendaki, jadi jangan pernah tinggal kan tenda tanpa di jaga di pos 2,
foto bareng para pendaki dari jakarta
Dari pos 2 jalur mulai curam dan pemandangan alam nya membuat kami sering kali berhenti, terutama pemandangan di jembatan setan sangat luat biasa, jalanannya yang sempit dengan kiri kanan jurang, akhirnya setelah melewati track yang panjang dan berliku, jam 5 sore sampai lah kami di pertigaan tepat di bawah puncak sarif, pertigaan ini pertigaan antara puncak syarif dan Kenteng Songo, moment pertama yang saya tunggu adalah sunset tapi sayang kabut sedikit menutupi pemandangan.
orang orang yang luar biasa
Kami memutuskan untuk bermalam di sini, karena beberapa spot tenda sudah di gunakan oleh pendaki lain maka kami memasang tenda tepat di pertigaan tersebut, tempatnya cukup buat dua tenda yang kami pakai malam itu dan terdapat batu besar yang melindungi tenda kami dari terpaan angin. View dari tenda sangat bagus, di selatan tampak gunung merapi dan di barat terlihat gunung sindoro dan sumbing. Malam di sini sangat dingin, tp canda tawa dan cerita membuat suasana di tenda menjadi sangat hangat, saya hanya berharap malam ini dan besok pagi tidak hujan dan tidak berkabut.
awan yang menutupi matahari
senja di puncak merbabu
mendirikan tenda
Jam 5 pagi kami terbangun karena ada beberapa pendaki lain yang memanggil kami dari luar tenda kami, dan segera kami bergegas untuk bangun dan menuju puncak sarif, dan sungguh luar biasa view dari puncak merbabu, betapa indahnya ciptaan Tuhan. Hamparan awan tanpa hujan dan kabut benar-benar pemandangan yang sangat indah. Dari puncak syarif ini, tampak view Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Sumbing, Dieng, Gunung Lawu, Gunung Ungaran, tidak henti2nya kami berdecak kagum melihat keindahan mentari yang terbit dari atas puncak syarif gunung merbabu.
sunrice dengan view puncak merbabu dan merapi
sindoro dan sumbing dari puncak syarif, sunrise
merapi dan puncak kenteng songo dari puncak syarif
gunung lawu dari puncak syarif
matahari yang terbit, view dari puncak merbabu
matahari terbit dan puncak lawu
foto di puncak syarif bersama pendaki lain
Angin dingin di puncak ini membuat tangan terasa membeku tapi tidak menghalangi saya untuk mengabadikan salah satu momen indah dalam hidup. Pukul 7 pagi kami kembali turun ke tenda, sebelum memulai perjalanan pulang, kami menikmati sarapan di depan tenda masih dengan canda dan tawa, setelah itu bongkar tenda, packing dan bersih – bersih, kami mulai perjalanan pulang kami, sampai kembali di jogja pukul jam 7 malam
sindoro, sumbing dan ungaran dari gunung merbabu
batu penuh coretan tepat disebelah kami mendirikan tenda
Posisi gunung merbabu berada di tengah tengah gunung yang ada di seputar jogja, jadi hampir semua gunung di sekitar jogja bisa di lihat dari puncak merbabu, untuk yang suka aktifitas outdoor tetapi tidak terlalu ekstreme tapi cukup menantang dengan track yang tidak membosankan salah satu gunung yang layak untuk di datangi jika berlibur ke jogja. jangan lupa management perjalanan dan waktu cukup penting untuk mendapatkan moment yang tepat



























































