2 tahun bertualang bersama ‘paramilitary 2’

Spyderco paramilitary 2 bersama gear yang lain

Sebenarnya sudah sejak lama ingin menuliskan kesan pribadi saya tentang pisau ini, namun pada waktu itu pengalaman dan perjalanan dengan pisau ini masih belum cukup. Kini genap 2 tahun sudah Paramilitary 2 menemani di setiap petualangan dan perjalanan saya dan rasanya sudah cukup menguji Paramilitary 2.

Berawal dari ketidakpuasan dan selalu merasa ada yang kurang dengan pisau yang dulu saya gunakan membuat saya terus mencari pisau yang pas digunakan untuk kegiatan outdoor, kriteria yang saya inginkan dari sebuah pisau lipat antara lain :

  • Pisau lipat yang mudah dibuka dan ditutup dengan satu tangan, baik tanpa atau dengan menggunakan sarung tangan
  • Memiliki lock yang kuat
  • Baja pada mata pisau memiliki ketahanan yang baik (ketika di gunakan sesuai dengan spesifikasi pisau)
  • Tidak sulit tajam ketika diasah
  • Mudah dibawa dan tidak berat ketika diselipkan dikantong atau digantungkan diharnes tas
  • Ukuran tidak terlalu besar
  • Bentuknya tidak menyeramkan (versi saya)
  • Mampu bertahan disetiap kondisi baik untuk pekerjan ringan atau pekerjan berat (versi saya)
  • Ergonomis digenggaman dan nyaman digunakan
  • Memiliki kualitas di atas harga.

Spyderco paramilitary 2

Sebelum menggunakan Paramilitary 2, berikut ini beberapa pisau lipat yang pernah saya gunakan :

  • Pisau lipat tanpa merk buatan china (murah, mudah sekali tumpul, setelah beberapa kali digunakan langsung terasa goyang dan ‘oglek’, karena tidak puas tidak saya gunakan lagi)
  • Crkt M16 (kurang ergonomis dan berat, blade play setelah beberapa saat digunakan namun harga cukup murah)
  • Spyderco Persistence (harga menengah, cukup nyaman digunakan, ketajaman pisau tidak terlalu tahan lama, keseluruhan pisau cukup kuat namun lock bergeser setelah beberapa kali digunakan untuk pekerjaan yang agak berat)
  • Benchmade Mini Griptillian D2 (harga mahal, nyaman ditangan, kecil dan kuat, bilah black coated jadi cukup tahan dibawa ke laut dan pantai, pisau ini juga cukup lama menemani saya, terus terang saya suka menggunakan pisau berbaja D2 untuk kegiatan outdoor karena dari semua baja yang pernah saya pakai D2 tajamnya paling tahan lama, alasan utama pisau ini tidak lagi saya gunakan karena mengasah baja D2 sulit untuk bisa tajam.
  • Spyderco Military G10 (harga mahal, sangat ergonomis, sangat nyaman digunakan, tapi tidak saya gunakan lagi karena terlalu panjang dan clip nya hanya bisa dipindah 2 posisi saja)
  • Spyderco Military Titanimun (harga mahal, sangat ergonomis, sangat nyaman digunakan, lock sangat kuat, salah satu pisau terbaik yang pernah saya punya, tapi pertimbangan ukuran yang terlalu panjang dan berat pisau ketika ditaruh di kantong membuat saya tidak lagi menggunakan pisau ini)

Beberapa pendapat di atas murni hanya pendapat saya berdasarkan pengalaman ketika menggunakan pisau tersebut. Bukan berarti pisau – pisau di atas tidak bagus, hanya saja bagi saya ada beberapa hal yang kurang cocok, beberapa rekan saya sampai sekarang masih menggunakan beberapa dari pisau yang saya sebutkan di atas.

Spyderco Paramilitary 2 Anatomi

Setelah sekian lama mencari pisau yang sesuai dengan kriteria dan kebutuhan saya, pada pertengahan tahun 2010 Spyderco merelease Paramilitary 2 yang merupakan penyempurnaan dari Paramilitary, sebenarnya banyak kandidat pisau lain tapi setelah pertimbangan panjang sepertinya Paramilitary 2 yang paling pas dan pada agustus 2010 saya membeli pisau tersebut.

Spesifikasi dari Spyderco Paramilitary 2 :

  • Panjang Keseluruhan : (210 mm)
  • Panjang Mata Pisau : (87 mm)
  • Panjang Sisi Tajam : (78 mm)
  • Panjang Tertutup : (122 mm)
  • Baja : CPM-S30V
  • Material Gagang : G-10
  • Lock/Pengunci : Compression Lock
  • Berat : (107 g)
  • Posisi Clip : Kanan/Kiri Atas/Bawah
  • Negara Asli : Amerika Serikat

Sesuai dengan perkiraaan dan seperti yang diharapan, pisau ini sangat ergonomis di genggaman tangan saya suka sekali menggenggam pisau ini, nyaman ketika digunakan baik untuk memotong, menetak, mengiris, menyerut, menusuk. Ukuran pisau juga juga cukup pas digunakan untuk memotong kayu untuk tonggak atau kayu bakar (untuk kayu dengan ukuran yang lebih besar lebih dari 5cm saya biasa menggunakan pisau besar atau golok).

Lobang pada mata pisau selain merupakan trademark dari Spyderco juga berfungsi memudahkan ketika membuka pisau dengan berbagai posisi bahkan ketika sedang menggunakan sarung tangan, selain itu juga dengan adanya lubang tidak memberikan batasan ketika pisau digunakan berbeda dengan pisau yang menggunakan thumbstud (berbentuk bulat yang digunakan untuk membuka pisau dengan cara didorong menggunakan jempol), thumbstud ini kadang membatasi penggunaan pisau, yang seharusnya pisau bisa sepenuhnya masuk ke objek yang ingin di potong tapi malah tertahan/terhalangi oleh adanya thumbstud. Saya tidak mementingkan seberapa cepat pisau bisa di buka oleh karena itu untuk urusan kecepatan membuka baik itu lobang atau thumbstud menurut saya sama saja cepatnya.

Lock back pada Paramilitary 2 pun cukup kuat tidak ada kesan ‘oglek’ atau pun pergerakan di pivot antara handle dan mata pisau sampai saat ini. Ketahanan baja CPM s30V juga cukup baik dan mampu bertahan cukup lama setelah digunakan memotong banyak material seperti kayu, ranting, plastik, serat dan kulit, walaupun terkadang ada micro ckiping tapi sangat bisa ditolerir (micro chiping wajar terjadi pada pisau ketika digunakan menetak yang diakibatkan oleh benturan keras dengan material keras yang ingin di potong).

Beberapa teman saya sempat sangsi dengan tip atau ujung pisau terlihat tipis namun setelah saya gunakan sampai sejauh ini cukup kuat, pernah suatu ketika saya dan rombongan kehabisan air di tengah jalur pendakian yang mana kebetulan ada pipa yang mengalirkan air dari mata air di atas gunung menju ke desa, ujung pisau saya gunakan membuat lubang kecil untuk mengeluarkan air dari pipa paralon, selain itu ujung pisau biasa saya gunakan untuk melubangi kayu dan kadang digunakan untuk mencungkil.

Spyderco Paramilitary 2

Pisau ini dilengkap dengan clip yang bisa dipindah pada 4 bagian pisau selain itu clipnya juga kuat. Sepanjang saya membawa pisau ini di kantong pisau tidak pernah terlepas, walaupun sayanya sedang terguling, terbanting, terperosok, terendam, di bawa menyelam dan berenang di dalam air pun pisau tetap masih ada di kantong celana.

Untuk handle/gagang bagian dalam terdapat liner dan bagian luar menggunakan bahan G10 dengan countur kasar yang membuat tidak licin di telapak tangan walaupun digunakan dalam keadaan basah, selain itu G10 juga tahan terhadap cuaca, tidak mengelupas dan retak.

Salah satu faktor utama saya suka dari pisau ini yaitu untuk mengasah CPM S30V menjadi sangat tajam tidak terlalu sulit jika dibandingkan mengasah baja jenis D2. Untuk pengasah pisau yang saya gunakan di lapangan adalah DMT Diamond card (fine).

 

Spyderco Paramilitay 2 dan cheese burger 

Sampai saat ini saya belum berkeinginan untuk mengganti pisau ini, saya tidak bilang bahwa pisau ini adalah yang terkuat dan terbaik, karena setiap orang yang menggunakan pisau memiliki kriteria dan kebutuhannya masing-masing, masih banyak produsen pisau lipat yang secara teknis sudah teruji lebih kuat dengan harga yang lebih mahal pastinya dari pisau ini, tapi bagi saya pisau ini sudah cukup sempurna untuk mengcover kebutuhan saya, saya mendapatkan lebih dari apa yang saya bayarkan.

Spyderco Paramilitary 2 dan pacet

Secara fungsional pisau ini memenuhi semua harapan saya, namun pisau ini memiliki satu kekurangan yaitu tidak tahan terhadap air asin (air laut), pernah beberapa kali pisau saya selipkan di kantong ketika menyelam dan berenang di laut dan beberapa kali juga saya gunakan untuk memotong di area pantai, hanya untuk melihat bagaimana ketahanan pisau ini dan hasilnya sangat tidak bagus, karat memenuhi hampir seluruh bagian bilah dan bagian dalam pisau hanya dalam hitungan jam. Dan untuk membersihkan karat-karat tersebut butuh kesabaran dan waktu yang tidak sebentar. karat itu seperti panu yang jika tidak segera di obati maka akan semakin banyak. (sudah menjadi kebiasaan setiap pulang untuk membersihkan semua alat-alat terlebih dahulu sebelum membersihkan diri). Untuk aktifitas di air asin sekarang saya tidak lagi menggunakan pisau ini. Andai saja pisau ini juga memiliki ketahanan terhadap air asin pisau ini menjadi lebih sempurna.

Spyderco Paramilitary menyiapkan makanan laut

Beberapa pertanyaan yang biasa ditanyakan kepada saya :

Berapa harga pisaunya ?

– di pasaran indonesia sekitar 1.200 ribu – 1.500 ribu

Apa bedanya sama pisau-pisau outdoor tanpa merek yang di jual di toko outdoor? kan mending beli pisau yang di toko outdoor itu, dapet 10 biji, toh sama aja bisa buat motong juga?

– jelas beda kualitas dan bahannya, yang pasti beda rasanya ketika digunakan, ngak percaya silakan coba pakai dan bandingkan sendiri, agak mahal dari pisau biasa tapi bisa bertahan seumur hidup dengan penggunaan normal 

Kenapa gak bawa golok atau pisau gede sekalian, kan ketahuan murah dan kuat?

– memang ada kalanya membawa golok lebih menguntungkan tapi hanya jika memang diperlukan seperti ketika merambah hutan atau membuka jalur, tapi untuk sekedar hiking melewati jalur yang sudah ada saya tidak perlu membawa golok justru bawa golok malah menambah berat beban dan repot. Untuk kegiatan outdoor seperti masuk goa, tracking, main di pantai, air terjun, bukit, golok pun terlalu besar dan tidak fleksibel, sedangkan membawa pisau lipat tinggal dilipat dan diselipkan di kantong.

Spyderco Paramilitary 2 dan buah jambu mete liar 

Tagged , , , , , , ,

7 thoughts on “2 tahun bertualang bersama ‘paramilitary 2’

  1. Harganya masih blm terjangkau saya he he..ada yg bagus dan mirip dg Spyderco paramilitary 2 gak ya , tapi harga di bawah 1 juta ?

  2. fast&sharp says:

    Beli Spyderco Paramilitary 2 di Jakarta dimana Gan? Trims bgt.

  3. yudi says:

    koq gak coba victorinoc spt mc gyver

  4. lukmanmuradi says:

    hmmmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: