Monthly Archives: October 2012

Hujan

Saya selalu merasa girang ketika hujan tiba-tiba turun, segera berdiri melangkah menuju pintu kamar, senang rasanya mencium aroma aspal dan tanah kering yang terguyur hujan sambil memandangi butiran-butiran air hujan yang membasahi tanah. Entah kenapa saya suka hujan, mungkin karena hujan menyimpan banyak kenangan manis.

Hujan pertama di kota jogja begitu menyegarkan setelah berbulan-bulan panas dan kering. Cara paling syahdu menikmatinya adalah duduk di teras kamar dengan secangkir kopi hangat dan pisang goreng, romantis…

Hujan seperti kekasih bagi orang yang tanpa kasih.

Tagged , ,

31 Hari Menulis Pun Selesai

Dimana ada awal pasti ada akhir, dan di setiap akhir selalu akan ada awal yang baru, dan di antarnya keduanya pasti akan terselip sebuah cerita.

Tidak terasa 31 hari sudah dilewati, melalui pertemuan lewat tulisan dari ruang dan waktu yang berbeda, dan hari ini menjadi hari terakhir dari kegiatan 31 hari mcs menulis, dan tulisan ini merupakan tulisan terakhir saya dalam acara tersebut, begitu juga dengan kelima orang manusia lain yang juga mengikuti acara tersebut.

Yang mana kelima orang manusia tersebut selain menjadi rekan dalam mengikuti acara 31 hari mcs menulis, secara langsung maupun tidak langsung, di sadari atau tidak di sadari, menjadi orang-orang yang telah memberikan semangat bagi saya untuk terus menulis di 31 hari mcs menulis.

Setelah ini mungkin kita semua akan jarang sekali melihat tulisan labil dan kocak dari seorang abgtualabil yang memanggil para fans nya dengan sebutan labilers, juga tulisan tentang kakak mnovael dan keseharian hidupnya, juga tulisan seru dengan foto-fotonya yang sangat menarik tentang cerita hidup si pengutik, dan kisah tidak jelas yang malah menjadi cerita lucu, dicampur dengan tips dan trik asik seputar dunia IT dari tukangpentol, dan juga tulisan bergaya cerpen yang sarat akan makna dan filosofi hidup dari seorang tudipa, yang merupakan sang pencetus ide untuk berkomitment dalam menulis. Continue reading

Tagged ,

kamera, fotografi dan arti sebuah foto

berbagai kamera yang saya gunakan dari waktu ke waktu

Saat ini kamera bukanlah lagi suatu barang yang mewah dan dimiliki oleh hampir setiap orang, mulai dari kamera hp, kamera poket, kamera analog, kamera DSLR, kamera pengintai dan jenis kamera lainnya. Dari tiap jenis kamera tersebut hanya harga dan kemampuannya saja yang berbeda-beda, karena pada dasarnya fungsi dari kamera sama yaitu sebuah alat untuk merekam cahaya, cahaya yang direkam berupa  moment menghasilkan suatu gambar, hasil dari kamera biasa di sebut foto dan seni dalam merekam cahaya untuk menghasilkan sebuah foto biasa di sebut dengan fotografi (photography), orang yang melakukannya di sebut sebagai fotografer.

Bagi kebanyakan orang umum kemera hanyalah sebuah kamera, hanya sebuah alat untuk mengambil gambar, yang mana semakin mahal harga kameranya semakin di jaga, semakin murah harga kameranya semakin ditelantarkan. Tapi bagi seorang jurnalis, fotografer, dan penghobi foto kamera adalah sebuah senjata yang merupakan bagian dari diri dan pekerjaan yang sulit untuk dipisahkan. Mahal atau murah kamera pasti akan dijaga dan digunakan sebagai mana mestinya, biasanya kamera yang digunakan orang-orang jenis ini memang kamera yang diatas rata-rata harganya. Continue reading

Tagged , , ,

tanpa judul

Terbangun dari tidur karena rasa gelisah yang sama selalu dirasa setiap paginya, mata memandang kosong langit-langit kamar kos yang gelap dan sempit dengan rasa kantuk yang masih sangat terasa, tangan mulai merayap mencari jam tangan kesayangan untuk melihat pukul berapa saat ini, waktu di bagian bumi yang sedang saya tiduri, tapi tangan sama sekali tidak merasakan benda yang menyerupai bentuk sebuah jam tangan, biasanya setiap pagi benda itu pasti berada tidak jauh dari kasur yang sedang saya tiduri, mungkin terselip di bawah bantal atau terselip di sela-sela tempat tidur, saya memaksakan bangun dan mengenakan kacamata untuk mencari keberadaan jam tangan, tetap saya tidak bisa menemukan jam tangan di lokasi yang mungkin di dalam kamar. Tidak ada jam tangan saya coba untuk mengambil handphone di atas printer, tapi tidak jadi karena saya baru saja melihat jam tangan saya masih terpasang di pergelangan tangan kiri saya.

Pukul 9.30  pagi, lagi-lagi saya tidak sholat subuh, jadi teringat ibu, akan pesannya “jangan tidur malem-malem di, biar pagi bisa bangun, sholat subuh”.

Perlahan saya mulai berdiri, menghidupkan penghangat air pada dispenser dan menuju ke lemari untuk mengambil cangkir kesayangan bergambar tazmania, cangkir yang sudah menjadi tempat minum saya sejak 2003.

Berdiri di depan lemari sambil mengambil cangkir, sebuah sosok membuat saya sedikti terkejut, sosok itu adalah sosok diri saya sendiri yang tampak pada cermin yang di tempelkan di dinding berhadapan dengan lemari. Saya tidak lupa ada cermin di situ hanya saja sepertinya saya sudah lama tidak bercermin. Continue reading

A Walk To The Zoo (Kebun Binatang Gembira Loka)

Berawal ketika menghabiskan waktu libur lebaran beberapa bulan yang lalu di rumah Orang Tua saya di Palembang, kala itu saya menonton sebuah acara di televisi yang meliput tentang kebun bintang Gembira Loka di Yogyakarta, membuat saya teringat dengan iklan-iklan Gembira Loka Zoo yang di tempelkan di beberapa Armada Taxi di Jogja “oh ya, ada Kebun Binatang di Jogja”. Acara televisi tersebut menceritakan beberapa perubahan dan pemugaran yang terjadi di dalam Kebun Bintang Gembira Lokasi.

Selama ini saya belum pernah mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka, alasannya ya cuma satu “tidak tertarik” karena sudah bisa membayangkan seperti apa suasana di Kebun Binatang, namun setelah melihat acara di televisi tersebut, benar-benar merubah image saya tentang Kebun Binatang Gembira Loka, menjadi tertarik dan menjadi penasaran seperti apakah perubahan yang terjadi pada Kebun Binatang Gembira Loka.

Setelah kembali ke Jogja, disela-sela rutinitas kesibukan saya meluangkan waktu sejenak untuk mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka, lokasi pintu masuknya ada di Jalan Kusumanegara dekat dengan jembatan kuning atau bisa juga melalui Jalan Kebun Raya.

Kebetulan siang itu saya sedang malas untuk berkendara di panasnya jalanan kota jogja yang semakin padat, bagusnya pintu masuk Gembira Loka dekat dengan Halter Trans Jogja, maka berangkatlah saya pukul 2 siang menggunakan Trans Jogja dari terminal Condong Catur hanya dengan membayar 3000 rupiah sampailah saya di Halte Bonbin. Continue reading

Tagged , , , , , ,

Pantai Pok Tunggal dan Jelajah Pantai Seruni

Daerah Gunung Kidul di Yogyakarta sudah cukup terkenal akan wisata pantainya, nama-nama seperti pantai Baron, Sundak, Indrayanti dan Siung pasti sudah tidak asing lagi bagi yang sudah pernah singgah di Kota Gudek tersebut.

Sebenarnya Gunung Kidul masih menyimpan banyak sekali potensi wisata alam berupa pantai yang masih jarang diekspose dan dijamah oleh wisatawan, salah satunya adalah Pantai Pok Tunggal, pantai yang menurut saya keindahannya tidak kalah dengan pantai-pantai yang sudah memiliki nama besar di daerah Gunung Kidul.

Pertemuan saya dengan pantai ini merupakan suatu ketidaksengajaan, berawal dari kedatangan seorang teman dari Jakarta, yang pagi itu secara tiba-tiba sudah sampai di Jogja dan langsung meminta saya untuk mengantarkannya camping dan bermalam di pantai, tapi pantai yang ia inginkan adalah sebuah pantai yang sepi dan belum banyak terekspose.

Terus terang saya tidak tahu ada pantai yang seperti itu di Gunung Kidul, cukup bingung mau saya bawa ke pantai mana tamu saya ini karena setahu saya hampir semua pantai di Gunung Kidul sudah terekspose dan pasti ramai oleh pengunjung, ya sudahlah pikir saya, yang penting sampai dulu di daerah Gunung Kidul. Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , ,

malam minggu seru, bersepeda keliling jogja

Mengelilingi kota Jogja di malam hari, melewati sudut-sudut kota di terangi cahaya lampu-lampu jalan, membaur dengan hiruk pikuk keramaian malam kota dan menikmati kuliner malam sembari bercanda gurau dengan sahabat, memberikan kota Jogja nuansa yang unik, berbeda dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia. Jogja merupakan kota yang asik dijadikan tempat untuk menghabiskan malam, seperti yang biasanya rutin dilakukan oleh saya bersama teman-teman terdekat.

Kali ini saya mencoba sesuatu yang berbeda dari biasanya yaitu berkeliling kota Jogja di malam hari dengan menggunakan sepeda. Tapi saya tidak bersepeda sendirian saya berangkat bersama dengan 6 orang teman-teman MCS yaitu Arsa, Pt, Ikbal, Efan, Kakak Nova, dan Hari. Gedung SIC (Student Internet Center) di kampus MIPA Utara UGM menjadi tempat kami berkumpul sebelum melakukan perjalan bersama mengiliingi kota Jogja dengan sepeda.

menunggu yang lain di belakang gedung SIC

Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Celoteh akhir pekan

Hari jumat kemarin, dari sore saya ditemani Efan teman kuliah saya, berusaha mengubah sendiri setting pada sistem permindahan gigi si Miyabi yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, setelah melalui perjuangan yang panjang barulah pada pukul 9 malam kami berhasil mendapatkan setingan yang pas untuk sistem permindahan gigi si Miyabi. Ternyata melakukan seting pada gear sepeda lebih sulit dan butuh kesebaran yang lebih ekstra dibanding melakukan setingan karburator pada motor hitam dekil milik saya. Wajar saja jika di beberapa bengkel sepeda terkenal biaya full servis untuk sebuah sepeda lebih mahal di bandingkan dengan biaya servis sebuah motor bebek.

Apa yang membuat saya begitu bersemangat menjadikan si Miyabi nyaman untuk di tunggangi adalah hari ini, karena pada pukul 7 malam nanti untuk pertama kalinya saya akan bersepeda mengelilingi kota Jogja bersama dengan beberapa teman kampus. Dan teman-teman yang ikut serta bersepeda yaitu Arsa, Pt, Efan, Ikbal dan Kakak Nova, saya berharap jumlah teman yang ikut bersepeda nanti malam akan bertambah. Continue reading

Tagged , , , ,

10 lagu yang selalu menemani perjalanan

classic rock your old-friend that still hanging around with you

Mengikuti acara seperti “31 hari menulis” akan menjadi sangat menarik dan menantang ketika sedang berada di suatu tempat antah berantah tanpa sinyal telpon dan akses internet. Saya harus menepuh jarak berkilo-kilo berjalan kaki melewati pinggiran hutan yang gelap dengan jalan berbatuan dan tanah yang tak rata, untuk mencari tempat yang memiliki akses internet demi membuat sebuah tulisan sepanjang 100 kata yang harus sudah di posting sebelum jam 12 malam ini. Parahnya, begitu tiba di tempat tujuan, saya benar-benar tidak tau tema apa yang ingin saya tulis. Suasana asing dimana begitu banyak pasang mata manusia yang asing sedang memandang dengan tajam ke arah saya, yang juga asing bagi mereka, membuat saya tidak kuasa untuk mengeluarkan seluruh ide dari otak saya, di tambah lagi lantunan lagu reage yang menggema di seluruh ruangan sempit tanpa sekat ini menjadikan suasana menjadi aneh bagi saya. Continue reading

Tagged , ,

Ayo Berangkat

“Hidup itu laksana naik sepeda.
Untuk mempertahankan keseimbangan,
kamu harus tetap bergerak” 
(Albert Einstein).

Merasakan serunya bersepeda bersama rekan-rekan MCS ke Kinahrejo beberapa minggu yang lalu, membuat saya merasa membutuhkan sebuah sepeda. Setelah kurang lebih 1 minggu berpuasa dan mengurangi jatah rokok akhirnya terkumpul juga dana sebesar 1 Juta yang memang saya khususkan untuk membeli 1 buah sepeda. Sepeda yang saya inginkan hanya sepeda yang biasa-biasa saja, bisa di gunakan di segala kondisi, kuat dan yang terpeting harganya 1 Juta.

Setelah berkonsultasi dengan teman saya Efan yang mengerti tentang dunia persepedaan masa kini, menurutnya sepeda yang pas untuk kebutuhan saya adalah sepeda berjenis MTB (Mountain Bike), sedangkan untuk merk teman saya itu merekomendasikan merk Politron dan Cosmos. Saya coba mencari referensi di Internet untuk kedua merk tersebut yang ada saya malah menjadi bingung, kedua merk tesebut memiliki banyak sekali tipe sepeda untuk kelas Mountain Bike dan harganya semua di atas 1 Juta.

Apalagi sepeda dengan merk Politron, harganya paling mahal di antara sepeda SNI merk lain, bahkan ada sepeda merk Politron yang harganya mencapai puluhan juta, entah terbuat dari bahan apa sepeda tersebut, yang pasti semahal-mahalnya sepeda toh masih harus di kayuh(goes) juga menggunakan kaki. Continue reading

Tagged ,