Senter (Flashlight) – Selalu Update

Senter sebuah alat penerangan yang bagi saya keberadaan cukup penting, selalu ada di kantong celana atau tas kemanapun saya bepergian dan siap di gunakan di kala genting. Tak terhitung sudah jasa sebuah senter dalam perjalanan hidup saya, sedikit cerita singkat tentang senter apa saja yang pernah dan yang masih saya miliki berdasarkan perjalanan waktu :

*catatan : yang di coret sudah tidak dipakai lagi

1. Senter Bulp berbagai macam jenis

Dari kecil saya sudah di ajarkan untuk menggunakan senter, dari jaman jadul sd, smp dan sma, senter yang saya gunakan berupa senter bulp (bohlam), merknya bermacam-macam ada yang menggunakan batre 2xAA, ada yang menggunakan batre 2 x C (senter nya warna silver merk tiger kalo gak salah), ada juga yang segede batu bata menggunakan batre 4 x D merek nya saya lupa. Pada masa itu ukuran senter cukup besar dan berat jadi saya tidak mengantongi senter ke mana-mana seperti sekarang, senter saya gunakan hanya ketika dibutuhkan, ketika mati lampu, kegiatan outdoor, mancing di malam hari, mencari sesuatu di kegelapan, dsb. Pada masa itu juga sinar yang dihasilkan tidak begitu terang, se terang – terangnya senter saya paling hanya berjarak 20 meter maksimal, dengan runtime (waktu hidup) yang cukup pendek, konsumsi batrai pun boros, apalagi senter yang menggunakan batre D (batre segede batu), senter juga tidak memiliki fitur anti air jadi jika terendam air senter mati tapi jika di keringkan bisa hidup lagi, dan bulp (bohlam) senter juga gampang putus jika terlalu panas. Harga senter yang saya miliki pada waktu itu bisa dibilang sangat murah. Sekarang saya tidak ingat lagi kemana perginya senter-senter itu.

2. Maglite Solitaire (1 x AAA)

maglite solitaire di bungkus dengan tali kermantel/tali gunung agar tidak licin dan bisa di gigit (kiri), victorinox farmer warna merah (kanan)

Senter mungil menggunakan batre 1 x AAA, pertama kali saya kenal di toko yang menjual peralatan kerja pada tahun 2006. Harga berkisar antar 100 – 150ribu kalo tidak salah. Kualitas senter ini cukup bagus, kecil tapi bodynya kuat, cahaya yang dihasilkan juga lumayan untuk ukuran senter sekecil ini, fisiknya yang mungil memudahkan untuk di bawa dan di kantongi, waterproof (tapi tidak pernah saya coba rendam di air cuma pernah di pake hujan hujanan), ada bulp cadangan jika bulp yang di pakai putus, burn time kurang lebih 3 jam, dan memiliki clip yang bisa di lepas. Saya suka cara menghidupkan senter ini dengan memutar bagian head senter dan bisa memilih fokus secara manual (menyebar atau fokus di satu titik), tapi senter ini masih belum memuaskan dan belum memenuhi kebutuhan saya, akhirnya setelah 1 tahun di gunakan senter ini saya simpan dan pada tahun 2010 saya jadikan hadiah buat seseorang yang membutuhkan senter ini.

3. Mini Maglite (2 x AAA)

mini maglite (2 x AAA, di bungkus dengan tali kermantel/tali gunung agar tidak licin dan bisa di gigit)

Saya membeli senter ini masih di toko peralatan yang sama tempat saya membali Maglite Solitaire. Harga berkisar antara 150-200ribu. Cara penggunaan pun masih sama dengan Maglite Solitaire, memutar kepala senter untuk menghidupkan dan memilih fokus cahayanya, perbedaannya senter ini lebih terang di banding Maglite Solitaire, burn time (waktu hidup) kurang lebih 2 – 3 jam, ukurannya yang lebih panjang. Baik Maglite Solitaire atau Mini Maglite bisa dibilang kuat dan cukup bisa di andalkan., cukup untuk digunakan menerangi kebutuhan dalam ruangan (rumah dan kantor), seperti ketika mati lampu. tapi cahaya dan ketahanan untuk aktifitas di luar ruangan masih kurang dan akhirnya tahun 2010 saya simpan dan saya jual.

4. Inova T2 (2 x CR123) – 2009 s/d 2009

Inova T2 2008, memang di rancang untuk tactical, polisi dan militer

Tahun 2009 saya membeli senter ini, senter ini merupakan perkenalan pertama saya dengan senter jenis LED, harganya bisa di bilang cukup mahal terutama bagi orang yang awam tentang senter (sekitar 500ribu). Batre menggunakan 2 x Cr123 (lithium), harga batre CR123 cukup mahal 20-30ribu /buah, dan batre ini susah di cari di kota-kota kecil apalagi di desa tidak ada yang jual. Alasan utama saya membeli senter ini adalah untuk kegiatan outdoor, baru untuk keperluan lain. Saya suka finishing hitam pada bodi T2 dan bodynya bisa dibilang cukup kuat. Senter ini selama 4 bulan ikut saya menulusuri hutan dan rawa-rawa sumatera, hujan dan panas, sempat beberapa kali terendam air (beberapa detik) dan masih bekerja dengan baik, padahal standar senter ini cuma IPX4 (tidak bisa di rendam di air).

Inova T2 tampak samping, saya suka sekali dengan bentuknya yang simple dan warna hitam polos senter ini

Cahaya yang dihasilkan 125 lumens (lumens = ukuran cahaya senter) dengan beam floody (menyebar) jarak menengah, runtime kurang lebih 4 jam. Senter ini sama sekali tidak jelek tapi saya masih merasa kurang dengan senter ini, sepertinya masih kurang tangguh untuk menunjang aktifitas saya (belom pernah jatoh🙂 jadi saya tidak tau kekuatan fisiknya) karena memang T2 sebenarnya lebih dikhususkan untuk tactical (militer dan polisi). selain itu runtimenya senter ini masih terlalu pendek hanya sekitar 4 jam. Memiliki hanya 1 buah mode, dan fiturnya saya rasa tidak sebanding dengan batre yang digunakan. Saya sempat menawarkan senter ini untuk bapak saya tapi bapak punya senter pilihannya sendiri, akhirnya senter ini saya jual.

Inova adalah perusahaan amerika yang memproduksi senter kelas dunia dan terus berinovasi, Inova T2 yang saya gunakan adalah produksi tahun 2008, Inova T2 yang sekarang (2012) sudah jauh lebih baik, dari sisi kualitas, runtime, serta memiliki 2 mode.

5. Fenix TK10 (2 x CR123) – 2009 s/d 2012

Fenix TK10, ketika baru sampai di tangan saya tahun 2009

2009 setelah saya menjual Inova T2 saya bertemu senter ini, awalnya tidak begitu yakin dengan senter ini karena saya membeli nya online jadi tidak bisa merasakan langsung sebelum membeli, saya pun baru pertama kali tau dengan merk Fenix, tapi berbekal review dari internet saya memutuskan membeli senter ini, sebenarnya ada beberapa merk lain yang menjadi kandidat seperti Olight Warior M20 tapi harganya hampir 2x harga TK10. Harga TK10 pun bisa di bilang cukup mahal bagi orang yang awam dengan senter (berkisar 500ribu).

Senter ini melebihi apa yang saya harapkan dari sebuah senter merk cina, merasakan senter ini di genggaman terasa sangat bodinyanya yang solid dan tangguh, tampilannya yang hitam sangar, cahayanya juga sangat cukup bahkan melebihi cukupnya saya, senter ini memiliki 2 mode, high 225 lumens – 1.5 jam, low 60 lumens – 10 jam, dengan tipe cahaya trow (jarak jauh) yang membuat saya kagum pada masa itu (sekarang pun masih kagum🙂 ) sinarnya pun cukup smooth ( bersih tanpa ada spot atau bintik hitam) .

Fenix TK10, di foto tidak terlihat dengan jelas bodi yang sudah tidak mulus lagi dan penuh dengan luka

Dari 2009 senter ini menjadi teman setia perjalanan saya, masuk keluar hutan, naik turun gunung, hujan dan panas, lumpur dan pasir, bebatuan dan pepohonan, sampai sekarang pun masih setia menemani saya, walau body sudah tidak mulus lagi. Benar-benar senter outdoor sejati terbukti pernah jatuh beberapa kali di bebatuan keras, lantai, semen, aspal, yang tidak pernah saya lupa senter ini pernah menggelinding dan terlempar dari jurang dengan kedalaman lebih dari 15 meter, dengan susah payah saya ambil senter ini yang saya pikir senter ini sudah tidak hidup lagi, ternyata masih bekerja dengan sangat baik cuma bodynya yang lecet penuh luka, untungnya kaca lensa tidak pecah dan tidak tergores, senter ini exelent, luar biasa. Saya sangat puas dengan 500ribu yang saya keluarkan untuk senter ini.

Fenix TK10 setelah beberapa tahun melayani dan masih siap untuk melayani

Berkembangnya teknologi dan pasar, serta kebutuhan akan senter menyebabkan semakin banyaknya senter – senter LED yang beredar dengan berbagai merk dan terknologi yang berbeda, pada tahun 2011 sempat terpikir untuk menggantinya dengan merk Surefire atau Fenix TK11 R5 version. Untuk surefire saya tidak bisa komentar karena belom pernah pegang hanya membaca hasil review di internet dengan tanggapan yang sangat positif, yang pasti harga surefire paling mahal di antara merk senter-senter lain, review dan harga senter ini lah yang membuat saya penasaran ingin mencobanya tapi sampai sekarang belom menemukan Surefire yang pas.

Sedangkan TK11 merupakan pengembangan dari TK10, cahaya lebih terang, runtime lebih lama, memiliki heatshrink pada kepala senter, dan perbedaan mendasar lain yaitu TK11 bisa menggunakan batre lithium 18650 (recharable) ataupun CR123, sedangkan TK10 hanya bisa menggunakan CR123 saja. Tapi saya urungkan napsu saya karena harga senter cukup mahal dan saya sudah terlalu nyaman, sayang dan sudah terlalu banyak kenangan dengan TK10, saya hanya akan mengganti nya jika suatu saat nanti TK10 sudah tidak bisa lagi melayani saya. Lagi pula saya bukan tipe orang yang mementingkan lumens atau pun teknologi canggih yang ada pada suatu senter, yang penting terang nya cukup, kuatnya cukup, ukurannya cukup, runtimenya cukup, dan mudah penggunaannya.

Bulan mei 2012 lalu TK10 juga cukup sangat berjasa membatu tim SAR dalam penyelamatan seorang pendaki yang terjatuh di puncak Gunung Merapi.

Namun… entah apa yang membuat saya berubah pikiran, selasa 26 juni 2012 saya membeli TK11 versi R5, dan hari jumatnya TK10 yang bersejarah saya hibahkan ke seorang sahabat terbaik saya di jogja, salah satu sahabat terbaik yang juga menyukai petualang dan mencintai gunung,  membutuhkan dan menginginkan TK10.

6. Nitecore D10 SP (1 x AA/Nim-Ha/14500)

Nitecore D10 SP R2, Ketika baru sampai di tangan saya

Hanya memiliki TK10 ternyata tidaklah cukup😀, untuk outdoor TK10 ok, tapi untuk di bawa sehari-hari rasanya terlalu, ukurannya dan beratnya kurang kecil dan kurang nyaman untuk di selipkan di kantong, kalaupun dibawa menggunakan holster yang di kaitkan di ikat pinggang rasanya seperti orang tua dan terlalu tactical, cahayanya pun saya rasa terlalu kuat untuk digunakan harian, sayang juga dengan batrenya karena harganya mahal. Jadi saya memutuskan untuk membeli satu buah senter lagi untuk saya bawa tiap hari dan sudah pasti juga bisa digunakan untuk outdoor tentunya, ukuran yang kecil tapi terang, kuat dan menggunakan batre AA. Kenapa batre AA? karena murah dan tersedia di mana saja, di belahan dunia manapun, bahkan di kampung – kampung sekalipun, berbeda dengan CR123 yang harganya mahal dan cukup jarang, jika saya pergi ke desa-desa dan kehabisan batre CR123 maka matilah senter kita.

Setelah membaca review di internet dan review video di utube ada beberapa pilihan, yaitu Nitecore D10, Fenix LD10, Olight T15, Jetbeam Jet I Pro, pilihan saya jatuh pada Nitecore D10 SP2, salah satu merk senter cina yang luar biasa. senter ini saya tebus dengan harga 600ribuan dari bro yudi (salah satu penjual senter import terbaik di indonesia)

Senter kecil yang bentuknya simple cukup terang, kuat, dan ekonomis, memiliki 5 mode hi, med, lo, SOS, Strobe (andai tidak ada strobe dan SOS senter ini sempurna bagi saya). Selain menggunakan batre standar AA D10 juga bisa menggunakan batre rechargeable NiMH dan 14500, satu lagi yang bagus dari senter ini adalah teknologi piston drive, jadi tombol on/off tidak menggunakan tombol karet di bagian belakang (buntut snrer) seperti senter lain.

Senter ini kecil namun kuat, terbukti sudah ikut beberapa kali dalam petualangan saya, sempat jatuh dan terbentur beberapa kali, terendam baik itu di air tawar maupun air asin, saya juga hampir tidak pernah melakukan perawatan terhadap senter ini, di pakai jika habis batre nya di ganti batre yang baru, paling – paling jika bagian luar kotor baru saya cuci pake air.

Tapi paket pembelian senter ini minim aksesori, cuma senter dan tali (lanyard), tidak ada clip (dijual terpisah) dan headband (dijual terpisah)

Sampai pada tahun 2011, awalnya saya hanya ingin menghilangkan bunyi batre yang goyang jika senter di goncang-goncang seperti ada yang kendor, terdorong oleh rasa penasaran dan sok tau, saya mengutak-atik sendiri isi senternya mulai dari per piston, sampai membuka drivernya, karena tidak sabar led malah lepas dari housing driver nya, akhirnya saya kirim senter ini ke seorang penggila senter di surabaya, sekalian mengupgrade LED nya dari R2 menjadi XML, hasilnya luar biasa XML bisa mendongkrak power dari senter ini (apalagi jika menggunakan batre 14500), tapi runtimenya jadi lebih pendek. XML menjadikan senter ini full flood tanpa ada spot yang mana secara pribadi saya sangat suka🙂 terutama untuk telusur goa, penerangan dalam tenda, dan mati lampu (taruh di lantai cahaya arahin ke atap), tapi UI (user interface/cara penggunaan senter) setelah insiden tidak bisa kembali normal. Akhirnya 2011 senter ini saya hadiahkan kepada salah satu sahabat terbaik saya di jogja yang kebetulan sedang berulang tahun, saya pikir dia orang yang cukup pantas untuk memiliki senter ini.

7. Yezl S5 (1 x AA, 14500)

Yezl S5 yang di bungkus menggunakan tali karmantel/tali gunung, agar tidak licin

Saya beli senter ini tahun 2010 berjamaah dengan para rekan-rekan forum pisau indonesia, karena harga cukup murah dan iklan senter ini di situsnya cukup menarik. Setelah diterima saya sempat coba satu minggu menggunakan senter ini untuk di bawa dan di gunakan, tapi senter ini tidak cukup memenuhi standar saya. Ukuran senter masih bisa di bilang besar untuk senter berbatre 1 buah AA, bodi stainless sangat licin apalagi buat yang telapak tangannya mudah berkeringat, konstruksi nya juga kurang kokoh, tidak ada pocket clip, apalagi UI (User Interface/cara penggunaan senter tidak jelas) nya saya tidak suka. Saya hanya akan menggunakan senter ini jika sudah tidak ada pilihan senter lain. Akhirnya senter ini saya jual lagi, dengan harga yang cukup murah tentunya.

8. Microlight Photon II (white 2 x 2016, red 1 x 2032) – 2010 s/d sekarang

Micro Photon II (white) sebagai gantungan kunci

Senter kecil mungil untuk gantungan kunci, saya membeli senter ini memang sengaja untuk di gantung bersama kunci – kunci, dan saat hiking/tracing malam biasa saya gantungkan di belakang tas sebagai sinyal untuk para pendaki yang berjalan di belakang saya, untuk di gunakan sebagai penerangan di dalam tenda pun cukup nyaman, dan untuk penerangan waktu hiking atau tempat gelap juga cukup. Harga senter ini satunya berkisar antara 100-200 ribu.

Sekilas senter ini terlihat seperti senter mainan seharga 5ribu rupiah yang banyak di jual di toko-toko gantungan kunci atau toko buku, tapi photon yang ini asli beda, kualitas material yang digunakan baik, dibuat dengan serius untuk sesuatu yang serius, led tidak akan karatan atau rusak walau terendam air, ketika terendam air memang kedap kedip atau bisa hidup terus tapi jika dikeringkan akan kembali normal, dan yang terpenting adalah garansi seumur hidup, apapun rusaknya tinggal saya kirim kembali dan akan di ganti dengan yang baru, saya membeli dua buah warna putih dan merah. senter memiliki 2 mode momentari on (hidup sementara) dan on terus.

Photon Warna (putih), 4,5 lumens, menggunakan batre 2 x CR2016, lama penggunaan 10-12 jam non stop. Tahun 2011 photon (putih) saya hadiakan kepada seseorang terbaik di jogja yang membutuhkan.

Photon Warna (merah), menggunakan batre 1 x CR2032, lama penggunaan 120 jam nonstop, photo merah tetap saya gunakan sampai sekarang.

9. Doug Ritter Special Edition MkII Photon Freedom Micro (2x CR2016)

Photon Freedom Doug Ritter Special Edition, dengan aksesorisnya *gambar diambil dari http://www.knifeworks.com

Berbeda dengan microlight II, photon freedom spesial edition ini memang bisa dibilang spesial untuk sebuah senter ukuran gantungan kunci, intensitas cahaya bisa di atur sendiri (terang redupnya), terdapat fungsi flash (slow, medium, hight) dan SOS, runtime 10-100 jam tergantung cahaya yang digunakan, di kertas manualnya tertulis waterproof (tapi saya belom pernah coba rendam di air atau di bawa berenang), aksesoris yang di dapat juga cukup banyak, clip untuk gantungan kunci, clip multi porpose (dengan jepitan), lanyard (tali), semua aksesoris yang ada di paket pembelian senter ini juga kompatibel dengan produk microlight photon tipe lain. Senter ini memang di rancang untuk survival, dan memang terbukti cukup kuat dan bisa diandalkan (digunakan sebagaimana mestinya tidak di siksa). Biasanya senter ini saya gantungkan sebagai gantungan kunci, jika hiking biasa juga saya gantung di belakang tas untuk sinyal untuk pendaki lain, dan juga bisa sebagai penerangan di dalam tenda, clip multi fungsi dengan jepitan juga terbukti sangat fungsional senter bisa di jepit di topi (jadi headlamp) atau di baju atau di tempat-tempat lain. Harga senter ini berkisar sekitar 200-250ribu namun saya merasakan mendapatkan lebih dari apa yang saya bayarkan. Oktober 2011 senter ini saya hadiakan untuk seseorang terbaik yang membutuhkan.

10. Zebralight SC51 (1 x AA)

Zebralight SC51 dengan headband (kiri), Spyderco Paramilitary 2 (kanan)

Setalah Nitecore D10 menemukan tuannya yang baru, saatnya saya mencari senter AA yang baru, secara tidak sengaja ketika saya berlibur ke palembang (lebaran 2011), ada toko outdoor milik teman yang menjual senter ini dengan harga yang cukup miring, awalnya saya tidak begitu suka dan tidak tertarik untuk membelinya, karena bentuknya dan tombol karetnya seperti tidak meyakinkan, posisi tombol on/off nya pun tidak di buntut senter tapi di saping head.

Setelah pulang ke rumah saya penasaran mencari review tentang senter ini di internet, hasil review ternyata cukup membuka mata saya bahwa senter ini cukup bagus dan banyak aksesorisnya. Besoknya saya langsung mendatangi toko teman saya dan membeli senter ini dengan mahar 300ribu, yang kebetulan tinggal 1 buah

Ternyata benar senter ini cukup nyaman di gunakan, UI nya cukup simple, runtimenya yang lama dan cahanya Flood sejati yang memang saya butuhkan, enak untuk digunakan menerangi jarak dekat dan menengah, terutaman tracking di malam hari dengan pepohonan yang rindang, goa atau tempat yang tidak terlalu luas (di gota mata tidak silau karena pantulan cahaya senter, seperti jika menggunakan TK10).

Aksesorisnya juga banyak, clip dan headband (supaya senter bisa jadi headlamp) sudah termasuk di dalam paket, rata-rata pada senter merek lain headband biasanya dijual terpisah. headband ini juga terbukti banyak sekali fungsinya.

Senter sempat sih beberapa kali saya bawa hiking, caving, bermalam di pantai serta berenang di sungai atau air asin tidak ada masalah. Tapi sayang ketahanan senter ini memang tidak sekuat Nitecore D10, terbukti 2 bulan yang lalu senter ini tewas, ketika saya ingin gunakan senter tidak mau hidup, setelah saya cek rupanya ada kebocoran batre di dalam chamber yang di sebabkan oleh air yang masuk dari tombol karet yang sobek. Saya tidak tau penyebab sobeknya apa dan sobenya pun di bagian dalam, jika di lihat sekilas tidak kentara.

Setelah berkonsultasi dengan mas bro hendy di surabaya senter ini tidak bisa di perbaiki oleh selain zebra light karena head sudah di patenkan (tidak bisa di buka). Sekarang senter ini sudah saya kirim ke pabriknya di cina untuk diperbaiki, sudah 2 bulan tapi sampai detik ini belom ada kabar mengenai senter ini, kembali atau tidak senter ini masih belom jelas dan saya sudah iklas. Terpaksa mencari senter baru lagi😀 (padahal memang mau nya).

zebralight sc51 dari china, yang sudah di perbaiki

1 minggu yang lalu (awal bulan juli 2012) sekembali dari jalan-jalan ternyata ada paket dari cina sudah menunggu di kos saya, setelah saya buka isinya adalah zebralight SC51 saya yang sudah di perbaiki (thanks zebralight), 3 bulan akhirnya senter bisa hidup kembali, cara pengoperasian UI masih sama tapi penekanan tombol sudah tidak normal (harus sangat cepat). Senter ini sekarang hanya di simpan sebagai backup, walaupun senter hanya diperbaiki tidak diganti baru namun saya cukup acungkan jempol untuk servis after marketnya zebralight, saya hanya mengeluarkan biaya pengiriman ke china sebesar 40ribu, menggunakan perangko dari kantor pos Indonesia.

11. Inova LED Microlight, (Biru 2 x CR2016) – 2011 s/d 2012

Inova Led Microlight, sebagai gantungan kunci

Hadiah dari seorang teman yang pulang kampung di tahun 2011, satu kelas dengan Photon Microlight, tapi kekuatan dan ketahanan di bawah Photon Microlight, karet gampang rusak dan konstruksi tidak sesolid Photon Microlight. Cara kerja senter ini yaitu dengan menekan karet biru pada bodi, terdapat 4 mode : low, med, high dan strobe (kedap kedip). Senter ini saya  gantungan bersama kunci kamar kos saya. Sampai dengan pertengahan tahun 2012 senter ini sudah tidak bisa di pakai lagi (rusak aka tewas). Dengan tipe dan range harga yang sama saya lebih memilih Photon Microlight dibanding senter ini.

12. Fenix LD10 (Mei 2012 s/d Sekarang)

 Perbandingan ukuran Fenix TK10 dan Fenix LD10

Saya masih menginginkan Nitecore D10 sebagai pengganti zebra light yang rusak, tapi sayang sekali sudah jarang ada yang jual, karena D10 sudah tidak diproduksi lagi dan digantikan dengan D11, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Fenix LD10 saja. Harga berkisar 550 – 650 ribu. Saya mengenal senter ini sudah dari beberapa tahun yang lalu, alasan saya memilih senter ini sekarang karena saya terlalu bingung dengan banyaknya pilihan senter berbatre 1XAA, lalu kenapa saya tidak memilih senter yang sudah saya kenal dari dulu saja.

Review dari beberapa pengguna lain tentang LD10 juga cukup positif, senter ini merupakan EDC sejuta umat. Senter didesain memang untuk outdoor, cukup imbang antara output dan input, Cahaya Flood tapi tidak se Flood Zebralight SC51 ada sedikit spot hitam pada titip pusat cahaya senter, tapi buat saya tidak berpengaruh pada penggunaan di lapangan. Senter ini multimode (banyak mode sama seperti Nitecore D10) low, min, hight, turbo, SOS, Strobe (andai tidak ada Strobe dan SOS senter ini jauh lebih bagus/lebih simple) karena saya hampir tidak pernah menggunakan SOS dan Strobe pada sebuah senter, kelebihan lain didalam paket pembelian senter juga sudah termasuk clip, sarung, spare o ring, lanyard.

Senter ini baru sampai kemarin sore (Mei 2012), LD10 sejauh ini cukup memenuhi ekspektasi saya, untuk ketahanannya saya lihat nanti seiring penggunaan senter. Saya hanya berharap senter ini dapat melayani saya dalam waktu yang lama.

Fenix TK10 dan Fenix LD10

Pendapat pribadi setelah di gunakan di lapangan :

Beberapa minggu yang lalu (juni 2012) saya berangkat ke Puncak Suroloyo pada malam hari untuk menikmati sunrise dan sengaja hanya membawa LD10 untuk melihat seberapa senter ini bisa di andalkan. Senter ini diluar dugaan terangnya untuk kelas senter yang hanya bisa menggunakan batre AA standar (mungkin lebih terang dari zebralight sc52 yang tertulis 200lumen, sedangkan LD10 di kotaknya hanya tertulis cuma 100 lumens, runtime juga cukup bagus bisa dibilang tahan lama karena setelah dari Suroloyo saya langsung berangkat ke Palembang selama 2 minggu. Di Palembang senter rutin digunakan untuk penggunaan penerangan standar, batre baru habis setelah kembali ke Jogja.

Senter ini juga cukup kuat, pernah ketika mati lampu senter ini saya gunakan untuk penerangan di kamar mandi dan terjatuh dari pinggiran bak kamar mandi setinggi 1.5 ke lantai keramik, senter masih hidup tanpa gangguan apapun, hanya bodi senter yang sedikit lecet. Senter juga sudah terendam air (baik air tawar, air deterjen) dan pernah juga saya bawa berenang di air asin, tidak ada masalah senter masih bekerja dengan baik. Clip pada senter juga terbukti sangat berguna walaupun clip bisa berputar-putar tapi jepitannya kuat dan belum pernah terlepas tanpa sengaja. Menurut saya kekurangan senter ini ada dua yang pertama pada kualitas cahaya (beam) tidak bersih tapi sekali lagi tidak masalah buat saya, yang kedua tail stand (di dirikan dengan buntut di bawah dan head di atas) harus ditempat yang benar-benar datar. Bagi saya ternyata senter ini lebih enak untuk dipakai dibanding nitecore D10 atau zebralight SC51 walau beamnya tidak sebersih kedua senter tersebut.

13. Fenix TK11 – R5 (Juni 2012 s/d Sekarang)

TK 11 menggunakan spacer ring TK 10

Dan akhirnya senter ini saya beli juga, bukan karena harus beli atau sengaja ingin mengganti Fenix TK 10, tapi karena harga yang diberikan oleh si penjual cukup menarik, penjualnya pun baik, ramah dan komunikatif, si penjual sekarang malah jadi teman ngobrol di dunia maya.

Senter ini tiba tanggal 27 juni 2012, dan sampai sekarang selalu saya gunakan untuk aktifitas outdoor, pendapat pribadi saya tentang TK11 di bandingkan dengan TK10

Perbedaan :

– TK11 sedikit lebih ringan dan lebih pendek dibanding TK10, TK10 terasa sedikit lebih kokoh di banding TK11 (mungkin karena lebih berat)

– TK11 R5 ada sedikit spot hitam di tengahnya cahaya beam nya, sinar berwarna putih (tapi jika di gunakan di luar ruangan spot hitam tidak berpengaruh sama sekali bagi saya). Cahaya TK10 agak sedikit kuning dibanding TK11, TK10 cahaya beamnya bersih/smooth tidak ada cicin hitam atau spot hitam di tengahnya.

– TK11 jarak cahaya senter sedikit lebih jauh di banding TK10, tapi setelah saya bandingkan pada penggunaan real di lapangan hampir tidak ada bedanya.

– TK11 lebih terang dibanding TK10 pada high mode

– TK11 bisa menggunakan batre lithiun yang di cas (18650) atau CR123, TK10 hanya bisa CR123 saja

– TK11 runtime nya lebih lama dari TK10

– TK11 tidak memiliki clip sperti TK10 (di lapangan clip pada TK10 cukup berguna bagi saya)

– TK11 memiliki heatsrink pada leher kepala senter sedangkan TK10 tidak ada (tapi pada prakteknya di lapangan heatsrink ini tidak berpengaruh banyak apalagi jika senter di gunakan di lokasi dengan suhu yang dingin misalnya gunung).

– Pada head TK11 terdapat gambar “HOT” tujuannya menjelaskan pada bagian tersebut bisa menjadi panas dan pada body terdapat tanda +(positif) dan -(negatif) tujuannya supaya user tidak salah dalam memasukkan baterai, tapi menerut saya justru tulisan tersebut membuat penampilan TK11 terkesan aneh dan norak🙂.

Persamaan :

– Untuk penggunaan dan fungsi TK11 sama percis dengan TK10

– Head TK11 bisa di gunakan di body TK10, begitu juga sebaliknya, tapi tail cap (buntut senter) tidak bisa.

– Space ring TK10 bisa di gunakan di TK11.

– Aksesori TK11 sama dengan TK10 (kecuali clip).

Penggunaan di lapangan :

Penggunaan Fenix TK11

Senter ini tidak mengecewakan dan di lapangan sudah terbukti kuatnya sama seperti TK10, tapi jika boleh saya memberi saran, buat yang masih mempunyai dan menggunakan TK10 dan tidak mempunyai alasan yang spesifik untuk mengganti senter (misalnya alasan ingin menggunakan batre 18650 yang bisa di cas supaya lebih ekonomis tidak perlu selalu membeli batre CR123), dan hanya tergoda atau hanya penasaran dengan TK11 lalu ingin membeli TK11, saran saya tidak usah, tetaplah gunakan Tk10, kelebihan TK11 bagi saya hanya bisa menggunakan batre 16850 dan runtime sedikit lebih lama, untuk masalah terang dan jauh jangkauan cahayanya tidak berpengaruh banyak dan signifikan di lapangan, malah menurut saya kualitas beam (sinar) TK10 masih lebih baik dibanding TK11 R5. Tapi jika memiliki uang lebih ya TK11 senter yang bagus untuk di miliki dan gunakan, karena memiliki kemampuan yang sedikit di atas TK10🙂 (terutama di mode Highnya). Sama seperti TK10, Fenix TK11 masih menjadi pilihan ekonomis dibanding merk lain untuk senter sekelasnya.

Perbandingan cahaya TK10 dan TK11 lebih detail bisa dilihat disini.

Tips :

Saya hanya mencari senter dengan kualitas yang terbaik untuk kebutuhan saya dengan harga yang terjangkau, Senter dengan kualitas yang baik biasanya memang ada harganya, membayar lebih mahal tapi apa yang kita dapatkan jauh lebih baik dari yang harganya murah, jangan membeli senter yang asal murah saja. Saya pernah membeli senter police seharga 100 ribu di toko buku hanya dalam 4 hari senter tersebut sudah rusak.

Carilah senter yang sesuai dengan kebutuhan kita dan harganya bisa kita jangkau. Jika budget terbatas belilah senter yang sesuai dengan kebutuhan, untuk apa kita beli senter dengan harga selangit lumens nya tinggi, spek dan fiturnya canggih dan anti bom tapi dipakenya hanya di dalam dan pekarang rumah saja atau hanya sekedar dibawa di lingkungan perkotaan, kecuali jika kita memang kolektor senter dan mempunyai dana lebih untuk itu. Banyak merk-merk senter yang menyediakan jenis senter untuk EDC di bawah 300 ribu dengan kualitas cukup baik, contohnya ITP AAA.

Pelajari dengan benar senter yang ingin kita beli, jangan termakan iklan atau hanya karena membaca hasil review yang bagus, kerena buat orang lain bagus belum tentu buat kita bagus, kalo bisa dicoba terlebih dahulu sebelum membali itu lebih baik.

14. Novatac 120T (Sep 2012 s/d Juni 2013) 

Dulu, sekitar tahun 2010 senter ini merupakan senter idaman saya, berdasarkan melihat review di internet senter ini luar biasa. baru pada tahun 2012 lalu saya memiliki senter ini secara tidak sengaja ada seller di subforum senter kaskus yang menjual senter ini dengan harga 1/4 harga resminya. sebenarnya saya tidak butuh senter ini tapi karena harganya yang menggiurkan akhirnya saya beli senter ini.

new edc

Novatac 120T dengan jam tangan dan pisau lipat

sekilah info tentang senter ini :

  • Dalam paket pembelian sudah termasuk, 1 batre CR123, 1 clip, 1 O ring, manual paper
  • Senter ini diameternya tebal (dibanding senter dengan batre 1xAA) dan terasa kokoh di genggaman
  • Batre yang bisa digunakan CR123 atau RCR123 4.2V
  • 120T memiliki 4 mode penggunaan, High (120 Lumen) – satu kali klik, Med (35Lumen) – dua kali klik, Low(10 Lumen) – tiga kali klik, Strobe – klik dan tahan, perubahan mode dilakukan dengan menekan satu tombol saja.

kelebihan menurut saya :

  • Kualitas fisik senter setelah saya bawa bersepeda, hiking, basah-basahan, banting sana-sini tidak ada masalah, fisiknya sangat kuat, digenggam pun enak.
  • Untuk kualitas cahayanya pun saya suka, bersih tidak ada spot hitam atau ring.
  • Kelebihan lain ada pada clipnya yang bisa di pindah-pindah mulai dari head, body dan buntut.
  • UI (User Interface) penggunaan senter simple.
  • 120 T bisa di unlock jadi 120 P yang artinya kelebihan yang dimiliki 120P secara aplikasi ada di 120T, ditur keren yang ada di 120P adalah bisa mengganti/memilih intensitas cahaya pada tiap modenya. Pada senter saya, saya ganti menjadi 60 Lumens, 10 Lumens, 120 Lumens dan SOS Strobe (lebih bisa di aplikasikan dalam keseharian dibanding Strobe).

kekurangan menurut saya :

  • Kontur bodinya yang terlalu agresif (terlalu tajam) jadi ketika di selipkan di kantung celana atau di tas membuat kain celana atau tas menjadi sobek/koyak (saya sudah korban 2 celana, 1 tas, 1 topi)
  • Clip mudah karatan (tidak mengganggu peforma cuma tangan jadi bau karat)
  • Runtimenya yang terlalu singkat di High mode (120 Lumens) untuk senter yang menggunakan batre CR123, senter lain yang menggunakan batre CR123 keluaran tahun 2012 ke atas rata-rata runtime sudah jauh lebih lama dan cahaya lebih terang.

Dulu jika saya memiliki senter ini di tahun 2010-an mungkin senter ini bisa dibilang pas, tapi setelah saya gunakan sekarang rasanya senter ini kurang berkenan buat saya, dengan banyak pertimbangan saya masih lebih pas menggunakan Fenix LD10, juni 2013 lalu senter ini akhirnya saya lepas.

Buat yang belum memiliki senter untuk EDC tidak ada salahnya saat ini masih menggunakan senter ini asal jangan beli dengan harga resmi (mahal, tidak worth it dibandingkan senter cina), TAPI buat yang sekarang sudah memiliki senter sejenis (menggunakan batre 1xCR123) yang diproduksi tahun 2012 ke atas, memiliki senter ini sekarang seperti menggunakan hp berteknologi 2G di jaman hp berteknologi 4G.

Tagged , , , , , , , , , , , , , ,

22 thoughts on “Senter (Flashlight) – Selalu Update

  1. Fuad Dusaqih SS says:

    Saya merasa kurang lengkap saya mencari bohlam flashlight Mini Maglite AA 2 Pin 3 Volt, tolong info saya, saya tinggal di Bogor, mohon hubungi saya melalui WA +62877-2152-5928 terima kasih bantuannya

  2. Can I simply say what a comfort to find someone who really understands what they’re discussing oger tthe internet.
    You certainly realize how to bring a problem tto light and ake it important.
    More people have to look at this and understand this side of the story.
    It’s surprising youu are not more popular gjven that you most certainly have the gift.

  3. lepoy says:

    Bro…klo led lenser p7 gimana?bags ga bro?recomnded ga?tertarik sm senternini haga pas dkantong

  4. bayoe says:

    gan, bisa minta email ato pin bb nya ?

  5. ara says:

    Bro, bisa bantu saya?
    Saya lg nyari senter terang tapi dengan warna cahaya merah atau biru,? Bukan putih atau kuning seperti yang biasa. Mungkin dengan mengganti mata senternya.
    Bisa bantu ga bro?
    Whatsapp ke no saya, 083878121410
    Trims bro.

  6. DH Pindika says:

    Tertarik dgn kalimat ini: “…akhirnya saya kirim senter ini ke seorang penggila senter di surabaya, sekalian mengupgrade LED nya…” => di Nitecore D10..

    Bisa tau alamat & kontak person nya mas (yg penggila senter di surabaya) ?
    Lagi mau coba upgrade senter jg nih..

    Trims..

  7. Yahya Pangeran says:

    nice share gan, btw agan aktif di forum senter kaskus kah ?

  8. […] ini adalah lanjutan dari sini. Tulisan ini mungkin terkesan jadul dengan membandingkan 2 buah senter (Fenix Tk10 dan Fenix TK11) […]

  9. Lucky1278 says:

    Mau tanya bangbro.. Klu Ziegel ZSTRPTA5101 termasuk recommended ga? Αpa waterproof? untuk batere, selain ΑΑ bisa d’ganti dengan tipe apa?

    • dekill says:

      halo bro🙂
      kalo ziegel belom pernah denger mungkin ada link nya?
      kalo rigel pernah liat tapi belom pernah coba, kalo senter rigel jika dilihat secara fungsi sebagai senter untuk penerangan (mati lampu) saja menurut saya cukup, tapi jika dilihat dari fungsi secara keseluruhan (misal butuh senter yang kuat, tahan banting, banyak mode, bisa direndem) rigel sangat tidak rekomended, selain itu dengan harga yang sama dengan rigel kita bisa dapet senter lain yang lebih berkualitas. misal senter trunite ti batre AAA, dll

      • Lucky1278 says:

        Begitu y?😦 pedahal tertarik mau beli.
        Link ga ada, karena 2 hari lalu saya liat di Gr*m**ia, saya iseng tanya & liat, kata ny sie buatan Jerman, di bandrol 190rb. saya awam soal senter, cuma tau senter buat mati lampu aja😀
        Gitu bangbro..

        • dekill says:

          oh kalo cuma buat mati lampu aja gpp kayanya bro, btw tapi dengan range harga segitu mending cari senter lain yang lebih kuat dan lebih teruji contohnya mini maglite menurut saya lebih baik karena sudah teruji dan banyak yang pake, kalo tinggal di jakarta coba mampir ke ace hardware disitu lebih banyak pilihan senter dan distributor resmi senter maglite, semoga membantu🙂

          • Lucky1278 says:

            Dimulai dgn penlight (untuk setting motor dimalam hari) yang bisa dibawa”, saya cukup senang sekali si penlight. Pas liat ziegel yang ternyata bisa dibongkar pasang (jujur, baru tau ada senter bisa dibongkar pasang), tambahlah keinginan untuk punya senter bagus, bisa dibawa” (sekilas curhat awal suka dengan senter)

            Tq berat buat Info & masukannya bangbro🙂 salam kenal aja

            *Klu ada info tentang Ziegel, jangan lupa diupdate bangbro.. (Masih Penasaran)

            • dekill says:

              siap bro🙂 kalo saya sempet coba ziegel pasti saya posting disini, salam kenal juga dan senang jadi ada temen ngobrol, btw senter yang saya tulis di sini semua bisa dibongkar pasang, kecuali zebralight😉

              • Lucky1278 says:

                Hahaa.. Iya, saya yang kamseupay, sampe gaa tau ada senter yang keren”. Daridulu klu tau, perlahan saya beli satu” dah, model” yang kecil + keren”. Kaya ny keren kemana” sambil pegang senter x_x pamit mundur,sinyal kacrut banget

  10. lugas hasan says:

    Bang.. beli photon light di Indonesia dimana ya..?

  11. Jordan says:

    wahhh…mantep2 senternya Pak…

    kepingin punya tapi harganya mahal2… hiksss…

  12. […] senter memegang peranan penting dan akhirnya ketika kami sampai di danau Segara-anakan, langit sudah […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: