Tag Archives: photography

semalam di kota solo

8/5/2013

Entah hanya saya atau memang kota ini yang sudah terasa sumpek…

Tiga hari sudah saya tergeletak karena demam sejak tiba kembali ke jogja, rasanya membosankan ketika tidak melakukan kegiatan apa-apa, seharusnya banyak yang bisa dikerjakan tanpa harus menunggu dan membuang waktu, tapi terisolasi dalam ruangan yang sempit seperti menjadi tumpul dan menjadikan rasa malas semakin menggila. Saya butuh keluar sejenak untuk mengembalikan motifasi dan mencari sedikit inspirasi.

Pukul 11 siang, sudah lama rasanya saya tidak berjalan kaki maka saya pun berjalan kaki ke halte Trans Jogja terdekat, untuk menggunakan jasa trans Jogja sampai ke Stasiun Tugu. Kata orang suatu negara yang maju dapat dilihat dari transportasi umumnya, semakin baik transportasi umumnya semakin baik pula negara tersebut. Transportasi umum seperti Trans Jogja harusnya diperbanyak, menurut saya yang sudah beberapa kali menggunakan jasa Trans Jogja, servis dan kenyamanan sudah cukup baik, cuma kadang ada saja sopirnya yang ugal-ugalan ketika mengendarai bis dan waktu tunggu dihalte kadang terlalu lama.

DSC_7902

suasana di dalam Trans Jogja

Continue reading

Tagged , , ,

Hujan

Saya selalu merasa girang ketika hujan tiba-tiba turun, segera berdiri melangkah menuju pintu kamar, senang rasanya mencium aroma aspal dan tanah kering yang terguyur hujan sambil memandangi butiran-butiran air hujan yang membasahi tanah. Entah kenapa saya suka hujan, mungkin karena hujan menyimpan banyak kenangan manis.

Hujan pertama di kota jogja begitu menyegarkan setelah berbulan-bulan panas dan kering. Cara paling syahdu menikmatinya adalah duduk di teras kamar dengan secangkir kopi hangat dan pisang goreng, romantis…

Hujan seperti kekasih bagi orang yang tanpa kasih.

Tagged , ,

kamera, fotografi dan arti sebuah foto

berbagai kamera yang saya gunakan dari waktu ke waktu

Saat ini kamera bukanlah lagi suatu barang yang mewah dan dimiliki oleh hampir setiap orang, mulai dari kamera hp, kamera poket, kamera analog, kamera DSLR, kamera pengintai dan jenis kamera lainnya. Dari tiap jenis kamera tersebut hanya harga dan kemampuannya saja yang berbeda-beda, karena pada dasarnya fungsi dari kamera sama yaitu sebuah alat untuk merekam cahaya, cahaya yang direkam berupa  moment menghasilkan suatu gambar, hasil dari kamera biasa di sebut foto dan seni dalam merekam cahaya untuk menghasilkan sebuah foto biasa di sebut dengan fotografi (photography), orang yang melakukannya di sebut sebagai fotografer.

Bagi kebanyakan orang umum kemera hanyalah sebuah kamera, hanya sebuah alat untuk mengambil gambar, yang mana semakin mahal harga kameranya semakin di jaga, semakin murah harga kameranya semakin ditelantarkan. Tapi bagi seorang jurnalis, fotografer, dan penghobi foto kamera adalah sebuah senjata yang merupakan bagian dari diri dan pekerjaan yang sulit untuk dipisahkan. Mahal atau murah kamera pasti akan dijaga dan digunakan sebagai mana mestinya, biasanya kamera yang digunakan orang-orang jenis ini memang kamera yang diatas rata-rata harganya. Continue reading

Tagged , , ,

A Walk To The Zoo (Kebun Binatang Gembira Loka)

Berawal ketika menghabiskan waktu libur lebaran beberapa bulan yang lalu di rumah Orang Tua saya di Palembang, kala itu saya menonton sebuah acara di televisi yang meliput tentang kebun bintang Gembira Loka di Yogyakarta, membuat saya teringat dengan iklan-iklan Gembira Loka Zoo yang di tempelkan di beberapa Armada Taxi di Jogja “oh ya, ada Kebun Binatang di Jogja”. Acara televisi tersebut menceritakan beberapa perubahan dan pemugaran yang terjadi di dalam Kebun Bintang Gembira Lokasi.

Selama ini saya belum pernah mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka, alasannya ya cuma satu “tidak tertarik” karena sudah bisa membayangkan seperti apa suasana di Kebun Binatang, namun setelah melihat acara di televisi tersebut, benar-benar merubah image saya tentang Kebun Binatang Gembira Loka, menjadi tertarik dan menjadi penasaran seperti apakah perubahan yang terjadi pada Kebun Binatang Gembira Loka.

Setelah kembali ke Jogja, disela-sela rutinitas kesibukan saya meluangkan waktu sejenak untuk mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka, lokasi pintu masuknya ada di Jalan Kusumanegara dekat dengan jembatan kuning atau bisa juga melalui Jalan Kebun Raya.

Kebetulan siang itu saya sedang malas untuk berkendara di panasnya jalanan kota jogja yang semakin padat, bagusnya pintu masuk Gembira Loka dekat dengan Halter Trans Jogja, maka berangkatlah saya pukul 2 siang menggunakan Trans Jogja dari terminal Condong Catur hanya dengan membayar 3000 rupiah sampailah saya di Halte Bonbin. Continue reading

Tagged , , , , , ,

Pantai Pok Tunggal dan Jelajah Pantai Seruni

Daerah Gunung Kidul di Yogyakarta sudah cukup terkenal akan wisata pantainya, nama-nama seperti pantai Baron, Sundak, Indrayanti dan Siung pasti sudah tidak asing lagi bagi yang sudah pernah singgah di Kota Gudek tersebut.

Sebenarnya Gunung Kidul masih menyimpan banyak sekali potensi wisata alam berupa pantai yang masih jarang diekspose dan dijamah oleh wisatawan, salah satunya adalah Pantai Pok Tunggal, pantai yang menurut saya keindahannya tidak kalah dengan pantai-pantai yang sudah memiliki nama besar di daerah Gunung Kidul.

Pertemuan saya dengan pantai ini merupakan suatu ketidaksengajaan, berawal dari kedatangan seorang teman dari Jakarta, yang pagi itu secara tiba-tiba sudah sampai di Jogja dan langsung meminta saya untuk mengantarkannya camping dan bermalam di pantai, tapi pantai yang ia inginkan adalah sebuah pantai yang sepi dan belum banyak terekspose.

Terus terang saya tidak tahu ada pantai yang seperti itu di Gunung Kidul, cukup bingung mau saya bawa ke pantai mana tamu saya ini karena setahu saya hampir semua pantai di Gunung Kidul sudah terekspose dan pasti ramai oleh pengunjung, ya sudahlah pikir saya, yang penting sampai dulu di daerah Gunung Kidul. Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , ,

malam minggu seru, bersepeda keliling jogja

Mengelilingi kota Jogja di malam hari, melewati sudut-sudut kota di terangi cahaya lampu-lampu jalan, membaur dengan hiruk pikuk keramaian malam kota dan menikmati kuliner malam sembari bercanda gurau dengan sahabat, memberikan kota Jogja nuansa yang unik, berbeda dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia. Jogja merupakan kota yang asik dijadikan tempat untuk menghabiskan malam, seperti yang biasanya rutin dilakukan oleh saya bersama teman-teman terdekat.

Kali ini saya mencoba sesuatu yang berbeda dari biasanya yaitu berkeliling kota Jogja di malam hari dengan menggunakan sepeda. Tapi saya tidak bersepeda sendirian saya berangkat bersama dengan 6 orang teman-teman MCS yaitu Arsa, Pt, Ikbal, Efan, Kakak Nova, dan Hari. Gedung SIC (Student Internet Center) di kampus MIPA Utara UGM menjadi tempat kami berkumpul sebelum melakukan perjalan bersama mengiliingi kota Jogja dengan sepeda.

menunggu yang lain di belakang gedung SIC

Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kejutan di Taman Nasional Alas Purwo – Resort Grajagan – Pos Bedul

Setelah menghadiri resepsi rekan kami Ervin K D di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Saya, Hamid, Mba Erma, Ummu dan  ditambah 1 pemuda lokal yang baik hati Rully, rencananya kami akan bermain-main di Taman Nasional Baluran yang sudah cukup terkenal dengan savana dan satwa liarnya itu, tapi lokasi TN Baluran yang berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo itu ternyata berjarak sangat jauh dari Purwoharjo. Keterbatasan transportasi dan waktu mengharuskan kami membatalkan perjalanan ke TN Baluran.

Pembatalan tidak membuat saya kecewa, berkat jasa dari si Interaksi dan Sosialisasi dengan penduduk setempat terkumpulah informasi tentang TN Alas Purwo yang katanya mirip TN Baluran, bedanya TN Alas Purwo ini cukup tidak terkenal tapi memiliki jarak lokasi yang sangat dekat dengan Kecamatan Purwoharjo. Buat saya tidak terkenal bukan berarti tidak bagus dan semakin tidak terkenal artinya semakin sedikit pengunjungnya, semakin sedikit pengunjung artinya kondisi alam masih sangat terjaga. Yah seburuk-buruknya TN Alas Purwo nanti minimal saya dan teman-teman sudah mendatangi suatu tempat, dari pada tidak mendatangi apa-apa selama di Banyuwangi 🙂 Continue reading

Tagged , , , , , , , ,

Kinahrejo Pagi Ini

“ajining menungsa iku gumantung ana ing tanggungjawabe marang kewajibane” 
“kehormatan seseorang dinilai dari tanggung jawab terhadap kewajibannya”
~Mbah Marijan

Pagi ini pukul 5.30 pagi sahabat saya Pt membangunkan saya melalui telpon, karena pada pagi ini saya bersama bung Pt dan beberapa sahabat rekan-rekan MCS yang lain, yaitu bung Ikbal, adik Efan, bung Takin, kakak Nova dan kakak Ricky akan bersepeda dari kampus MIPA UGM menuju ke desa Kinahrejo, sebuah desa di kaki Gunung Merapi yang pada tahun 2010 lalu luluh lantak, rata dengan tanah akibat terjangan awan panas dari letusan Gunung Merapi. Kinahrejo juga merupakan tempat tinggal dan meninggalnya Mbah Marijan juru kunci Gunung Merapi yang juga gugur dalam mengemban tugas akibat keganasan awan panas letusan Gunung Merapi.

Mobil bak pengangkut sepeda, sambil menunggu rekan-rekan yang lain Continue reading

Tagged , , , , , , , ,

suatu sore di pantai grajagan

Pantai grajagan dan karangnya

Sore ini saya sangat bersemangat karena akan jalan-jalan sejenak ke pantai grajagan salah satu pantai yang ada di daerah purwoharjo, berjarak 30 menit menggunakan motor dari rumah tempat saya dan teman-teman menginap.

Saya baru menyadari bahwa satu buah benda penting tertinggal di kamar kos saya di jogja, sebuah charger kamera, packing yang terburu-buru membuat pengalaman seperti tidak berarti. Sebelum berangkat ke grajagan saya menyempatkan untuk mendatangi beberapa studio foto di purwoharjo namun tidak ada yang mempunyai dan menjual charger untuk tipe kamera saya, mereka menyarankan agar saya pergi ke kota banyuwangi untuk mendapatkan charger yang sesuai dengan batre kamera saya. kota banyuwangi berjarak cukup jauh 70 kilo dari tempat saya tinggal, mau tidak mau saya harus pasrah memanfaatkan sebaik mungkin sisa batrai kamera yang tinggal 3 bar, sambil memikirkan solusi jika batre kamera saya habis. Continue reading

Tagged , , , , ,

perjalanan ke banyu wangi

Setelah sebulan berpuasa dan berlebaran di rumah, waktunya untuk saya kembali ke jogja dan berangkat menuju ke banyu wangi, jawa timur sebelum perkuliahan di mulai, untuk menghadiri pernikahan salah satu rekan kampus saya, dan jika waktu juga memungkinkan sekalian jalan-jalan ke kawah ijen dan taman nasional baluran. Pengetahun saya tentang banyu wangi sangat minim, berbekal arahan dari ervin yang akan menikah di banyu wangi berangkatlah saya dan beberapa teman kampus.

Awalnya dari jogja kami ingin menggunakan jasa kereta ekonomi, tapi tiket sudah habis terjual sampai dengan beberapa hari kedepan, satu satunya transpotasi menuju ke banyu wangi adalah dengan menggunakan bus ekonomi ac (akas). Sudah terbayang di pikiran saya bagaimana menderitanya nanti menggunakan bus ekonomi ac.

Kami berangkat dari terminal giwangan jogja pukul 4 sore, bus masih dalam keadaan kosong jadi kami bebas memilih tempat duduk yang paling pas, dan saling bersebelahan. Tidak lama kami duduk bus sudah dalam keadaan penuh, bus ekonomi ac ini sebenarnya tidak jelek – jelek banget, cuma tempat duduk nya yang benar-benar di press agar bisa menampung penumpang sebanyak-banyaknya, alhasil kenyamanan penumpang lah yang di korbankan, jangankan untuk bergerak ke kanan dan ke kiri meluruskan kaki saja sulit, belom lagi keril 50 liter yang saya bawa harus saya pangku. sebenarnya bus besar ini juga di lengkapi dengan bagasi, si kondektur pun menawarkan agar tas saya di taruh di bagasi atau di bagian belakang bus, tapi saya tidak pernah akan mau berjauhan dengan keril saya karena saya tidak yakin akan keaman keril dan isinya.

peristirahatan di kota probolinggo Continue reading

Tagged , , , ,

2 tahun bertualang bersama ‘paramilitary 2’

Spyderco paramilitary 2 bersama gear yang lain

Sebenarnya sudah sejak lama ingin menuliskan kesan pribadi saya tentang pisau ini, namun pada waktu itu pengalaman dan perjalanan dengan pisau ini masih belum cukup. Kini genap 2 tahun sudah Paramilitary 2 menemani di setiap petualangan dan perjalanan saya dan rasanya sudah cukup menguji Paramilitary 2.

Berawal dari ketidakpuasan dan selalu merasa ada yang kurang dengan pisau yang dulu saya gunakan membuat saya terus mencari pisau yang pas digunakan untuk kegiatan outdoor, kriteria yang saya inginkan dari sebuah pisau lipat antara lain : Continue reading

Tagged , , , , , , ,

Keindahan di balik pendakian Gunung Sumbing – jalur desa butuh, kaliangkrik

gunung sumbing

Sebelum libur puasa dan lebaran semester ini, saya bersama teman-teman memutuskan untuk mendaki satu gunung lagi, rencana awalnya adalah semeru tapi waktu dirasa tidak cukup untuk mendaki gunung semeru, jadi gunung sumbing lah tujuan kami. Belum ada satu pun dari kami yang pernah menjejakkan kaki di gunung sumbing, gunung sumbing juga bukan gunung faforit bagi para pendaki jadi informasi yang dapat di cari di internet pun terbatas. Berdasarkan hasil pencarian di internet terdapat 4 jalur pendakian di gunung sumbing, dan berdasarkan peta google basecamp pendakian paling dekat dari jogja adalah dari selatan yaitu jalur kaliangkrik desa butuh (tepatnya desa butuh, kecamatan kaliangkrik, kabupaten magelang), jalur ini lah yang akan kami pilih sebagai jalur pendakian selain paling dekat dari jogja menurut analisa saya pribadi dari jalur ini kami bisa menikmati sunrise dengan pemandangan gunung merapi dan merbabu (semoga analisa nya tepat). Setelah mengumpulkan semua informasi dan berberkal google map dan mempersiapakan semua keperluan pendakian berangkatlah kami ber-empat. Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , , ,

Pantai Depok – Bantul

Tulisan di dinding, jalan parang tritis

Saya mendengar nama pantai depok sudah cukup lama, tapi baru kali ini saya dan para sahabat-sahabat berkesempatan mendatangi pantai ini, selain termasuk rencana jalan kami setelah UAS kebetulan juga ada salah satu sahabat saya yang berulang tahun pada hari itu. Dari jogja perjalanan kami tempuh kurang lebih 1.5 jam menggunakan motor, jika musim libur sekolah bisa 2 jam karena jalan parangtritis biasanya cukup padat. Continue reading

Tagged , , , , , ,

bermain air di sri gethuk, jelajah malam goa rancang, makan malam di bukit bintang

Selain penuh dengan wisata alam seperti gunung, pantai, goa dan perbukitan jogja juga memiliki wisata alam berupa air terjun, air terjun pertama di kawasan jogja yang saya dan sahabat-sahabat saya datangi adalah air terjun Sri Gethuk, sekaligus menjadi tempat pertama dalam rencana jalan-jalan setelah ujian akhir semester ini sebelum libur panjang puasa dan lebaran tiba. Daftar rencana jalan-jalan dalam minggu ini antara lain : jumat air terjun sri gethuk, sabtu pantai depok, dan senin gunung sumbing. Tapi disini saya tidak akan bercerita tentang pantai depok dan gunung sumbing.

Rencana kami sederhana seperti biasa menjelajah kawasan air terjun dan bersenang-senang. Perjalanan di mulai setelah sholat jumat berangkat dari jogja pukul 2.30 menggunakan motor, rencananya yang ikut 10 orang termasuk saya, tapi 3 orang sahabat yang lain sudah lebih dulu berangkat dan akan langsung bertemu di air terjun, dan 2 orang sahabat yang lain tertinggal karena masih tidur. Jadi total 5 orang yang berangkat termasuk saya.

Perahu yang membawa pengunjung ke air terjun Continue reading

Tagged , , , , , , , ,

oase di lintas timur palembang lampung

Masjid H Bajumi Wahab

Rutinitas saya yang baru adalah menggantikan ayah saya untuk mengurus sebuah impian dan cita-cita nya yang paling berharga, rutinitas baru ini bagi saya sendiri adalah sebuah petualangan hidup yang sebenar – benar nya dan nyata, rutinitas baru ini juga lah yang membuat saya menjadi sering berkendara melalui jalan lintas timur palembang – lampung, dari kota palembang menuju ke daerah danau teluk gelam yang memakan waktu kurang lebih 3 jam (dari kota kayu agung lewat sedikit), bisanya seminggu sekali atau seminggu 2 kali. Continue reading

Tagged , , , , , , , , ,

dari cemoro sewu ke cemoro kandang – Gunung Lawu

Lawu, gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl yang berdiri gagah di perbatasan antara jawa tengah dan jawa timur. Lawu gunung yang cukup terkenal di pulau jawa bahkan legendanya terkenal hingga ke sumatera, cerita mistisnya, keindahannya dan kisah-kisah pendakian yang berakhir tragis.

Seminggu sebelum ujian tengah semester ini tiba, saya dan teman-teman menyempatkan untuk mendaki gunung ini. Berangkat dari jogja pukul 2 sore, langsung menuju basecamp cemoro sewu (Sarangan, Jawa Timur) dan tiba di sana pukul 7 malam. Perjalanan dari jogja menuju basecamp cemoro sewu dengan menggunakan motor cukup jauh dan melelahkan.

suasana makan malam dan celoteh canda para sahabat

Setelah menitipkan motor di salah satu rumah penduduk, kami menghabiskan waktu bercengkrama dan makan malam bersama di warung sekitar basecamp, karena basecamp di penuhi oleh pendaki lain yang sudah terlebih dahulu menempati lapak tidur, akhirnya pukul 11 malam kami tidur di salah satu warung. Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , ,

Selamat Pagi Embung Tambakboyo

Buat saya suatu pertualangan itu bukan hanya didapat dengan mendatangi tempat-tempat yang jauh dan sulit seperti menyeberang lautan, mendaki gunung, hidup di hutan dan tinggal di goa, tapi petualangan bisa di dapat di mana saja dan kapan saja.

Seperti petualangan saya pagi ini yang membawa saya kesuatu tempat bernama Embung Tambakboyo, yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal saya di jogja, hanya beberapa menit menggunakan motor.

Embung Tambakboyo adalah suatu danau buatan yang  berlokasi di desa Tambakboyo, Wedomartani, Sleman, Jogja. (jika dari ringroad utara arah UPN berbelok ke kiri melewati kampus UII Ekonomi dari situ kurang lebih beberapa ratus meter).

Embung di bangun oleh PU (Pekerjaan Umum) fungsinya utamanya memang sebagai tempat tampung air yang akan menahan laju air ketika debit air meninggi selain itu juga bisa sebagai tempat persediaan air di musim kemarau, fungsi lainnya adalah jadi tempat wisata. Di embung juga terdapat pintu air yang akan menyalurkan air menuju ke sungai lain.

Suasana pagi hari di Embung Tambakboyo tidak ramai, tenang persis seperti apa yang saya inginkan, cuma beberapa orang terlihat sedang joging dan bermain sepeda, tempat ini memang sangat – sangat pas buat joging atau bersepeda mengelilingi danau, selain udara pagi hari di sini yang sangat segar pemandangannya pun juga ok. Selain itu embung juga tempat yang asik untuk para peng-hobi mancing.

Continue reading

Tagged , ,

Tawur Agung Candi Prambanan

1 hari sebelum Nyepi biasanya umut Hindu mengadakan upacara Tawur Agung yang merupakan salah satu rangkaian peringatan Nyepi Tahun Saka 1934/2012 Masehi, Upacara ini adalah sebagai simbol pembersihan diri dari hawa nafsu, sehingga pada saat upacara Nyepi berlangsung umat Hindu sudah dalam keadaan suci lahir maupun batin. Hampir setiap tahun upacara Tawur Agung di adakan di pelataran candi Prambanan yang di hadiri oleh umat hindu dari seluruh Jawa Tengah dan Jogjakarta.

Nyepi sendiri merupakan hari besar umat Hindu dan penyepian ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penyucian diri dengan tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan) dan tidak bersenang-senang (amati lelanguan) selama sehari penuh, umat Hindu diwajibkan untuk meditasi dan introspeksi diri.

Saya pun menyempatkan diri untuk mengunjungi Candi Prambanan untuk melihat jalannya upacara dan mengunjungi teman – teman hindu yang mengikuti upacara Tawur Agung.

Suasana Upacara Tawur Agung Continue reading

Tagged , , , , , , ,

last day in bali, arigato & au revoir

Jumat pagi di Tabanan, saya kembali menjadi orang terakhir yang bangun di rumah Pt, di lanjutkan dengan menyantap sarapan nasi kuning di teras rumah Pt sembari menikmati rasa pagi Tabanan yang masih sama seperti hari kemarin dan hari kemarinnya lagi, ahh saya akan merindukan suasana pagi di sini, karena pagi ini adalah pagi terakhir saya di Bali setelah berpetualang 2 minggu lamanya, kini kulit sudah menghitam eksotis dengan rasa lelah yang dipenuhi rasa puas bercampur rasa mulai merindukan rumah.

Pt sudah menghilang sedari pagi, katanya ke Air Port menjemput temannya, entah temannya yang mana lagi. Sungguh luar biasa sahabat saya yang satu ini, belum selesai di repotkan dengan kedatangan saya sudah mengurusi temannya yang lain. Pembawaannya yang tenang, karakternya yang santai dengan pemikiran yang kritis, berhati lapang dan memiliki filosofi hidup yang mantap memang membuat manusia yang satu ini memiliki daya tarik tersediri bagi para warianita.

Mba Erma dan Ummu pun juga tidak terdengar kicauannya, rupanya dari pagi kedua perempuan manis itu juga sudah berangkat ke pasar bersama Ibu Pt membeli buah-buahan, oleh-oleh untuk para teman di Jogja. Continue reading

Tagged , , ,

Beberapa hari terakhir, di Denpasar

Sepulang dari Gunung Batur, saya dan teman-teman menghabiskan hari-hari terakhir kami di Bali dengan beristirahat dan jalan-jalan di Kota Denpasar, kami menginap di rumah Winaya yang juga merupakan teman satu kampus di UGM. Pt cukup sibuk karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan di Tabanan, jadi selama tidak ada Pt, Winaya yang mengantar kami berkeliling Denpasar.

Pantai Kuta

Di malam hari Winaya mengajak kami berkeliling daerah pantai Kuta. Pantai yang sudah sangat terkenal dan namanya sudah mendunia. Kuta sudah seperti rumah kedua dan pusat hiburan malam khususnya bagi para turis asing, segala macam jenis hiburan malam ada di sini, diskotik, night club, bar, restaurant, dan tempat-tempat hedon sejenis yang mana tidak cocok bagi orang kampung macam saya. Disatu sisi saya juga sedih melihat apa yang mata saya lihat di sepanjang jalan, eksploitasi besar-besaran terhadap perempuan indonesia oleh orang asing, yah ketika alasan ekonomi sudah berbicara bisa apa.

Suasana malam di daerah Kuta

Continue reading

Tagged , , , , , , , , , ,