Category Archives: lain lain

31 desember 2013

Pagi ini saya baru saja selesai mencukur rambut di tempat cukur favorit saya “kompak”.

Tempat cukur ini menjadi favorit bukan karena slogannya tapi karena simple, cepat dan murah, itulah kenapa dari semua tukang cukur yang ada di kota jogja buat saya kompaklah yang the best.

Saya datang, saya bayar 7500 rupiah, saya duduk dan tinggal bilang “botak stengah senti dan gak usah di kerok”, 5 menit kemudian selesai sudah lalu saya pulang, tidak ada tetek bengek seperti keramas sambil di pijit pijit.

Sepulang dari tempat cukur, karena lapar singgahlah saya di warung soto kudus favorit saya di dekat terminal Condong Catur. Beberapa meja sudah terisi jadilah saya duduk di bagian dalam paling ujung yang menghadap ke luar, tempat yang pas buat saya karena dari sini saya bisa memperhatikan banyak hal sembari menunggu soto pesanan saya yang tak kunjung tiba. Saya suka diam tapi dengan seksama memperhatian semua yang ada di sekitar saya termasuk orang-orang yang sedang sibuk di tengah keramaian dengan dunianya masing-masing.

Pagi ini rasanya jalanan lebih ramai dari biasanya, di luar warung terlihat kendaraan-kendaraan roda empat yang berbaris bergerak pelan teratur, kontras dengan para pengendara motor yang meliuk-liukkan motor mereka ke kanan dan kiri bak pembalap menyalip satu demi satu barisan roda empat yang ada di depan mereka.

Perhatian saya pun beralih ke bapak tukang parkir di depan warung, sambil duduk di jok motor dengan rokok terselip di bibir, si bapak sibuk menghitung uang receh yang ada di tangannya. Jika melihat kendaraan yang terparkir di depan warung dan ramainya pengunjung rasanya cukup banyak yang bisa di dapat si bapak hingga malam nanti.

Di dalam warung, pramusaji cukup sibuk mengantarkan pesanan untuk para pelanggan dan si kasir sibuk melayani pelanggan yang ingin membayar. Suasana warung juga cukup ramai dibanding biasanya, beberapa pelanggan sedang asik menyentap soto, beberapa sambil berbincang dengan kolega, pacar atau siapapun orang-orang yang ada di sebelahnya, ada juga pengenjung yang sambil makan sibuk bercengkrama dengan alat komunikasinya.

Pandangan saya lalu berhenti sejenak ke meja pengunjung dimana seorang ibu dengan dua orang anaknya laki-lakinya, yang mana si ibu sedang memarahih salah satu anaknya kemudian mencubit paha si anak karena si anak tidak bisa diam dan menumpahkan sedikit soto dari mangkuknya ke atas meja. Sebenarnya saya tidak suka dengan cara ibu itu memarahi anaknya tapi sudahlah lagi pula itu bukan ibu saya

Dari ibu pemarah pandangan saya segera teralihkan ke seorang ibu muda cantik yang baru saja turun dari mobilnya. Si ibu berambut hitam pendek, mengenakan kaos oblong putih, celana panjang jeans berwarna biru, dan alas kaki berupa sendal jepit, sebuah jam tangan hitam melingkar di pergelangan tangan kirinya yang terlihat kontras dengan kulitnya yang putih, si ibu terlihat begitu … (saya tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan si ibu).

Setelah membantu anaknya turun dan menutup pintu mobil, si ibu memasukkan kunci mobil ke dalam kantong celana jeansnya, tidak seperti kebanyakan orang yang tidak tau fungsi kantung celana, orang-orang yang tangannya selalu penuh membawa (hp, dompet, kunci) ketika turun dari mobilnya, si ibu ini tau benar fungsi kantung celana.

Sembari menggandeng tangan anak perempuanyan si ibu masuk ke dalam warung soto yang cuma beberapa meter dari mobil yang di parkirannya. Si ibu pun memesan soto dan seketika itu pula si anak berkata dengan manja “ma aku juga mau satu kaya mama”, “sayang kamu nanti tidak habis, ingat kemarin kita makan kamu tidak habis kan, mubazir sayang, kamu setengah saja yah” kata si ibu masih dengan nada lembut, “gak mau, aku maunya satu kaya mama” bantah anaknya, “tapi kamu habiskan yah” kata si ibu, lalu dengan pintar dan lucu si anak menjawab “kalo gak habis kan ada mama yang abisin”, “ya sudah, iya iya kamu satu” jawab ibunya mengalah, namun si ibu tidak langsung duduk, ketika si anak tidak melihat ke arah si ibu, si ibu berkata tanpa suara ke pelayan, memberi kode soto untuk anaknya setengah saja atau sedikit saja, ah si ibu muda itu cantik, simple, smart pula. … jadi ingat ibu saya di rumah.

Perempuan tetap lah perempuan, walaupun telah menjadi seorang ibu insting perempuan tidak akan pudar, seperti si ibu muda ini contohnya, tau benar ia menarik dan sadar ia sedang di perhatiakan, sembari bergerak duduk seketika itu juga si ibu melihat ke arah saya, tatapan matanya itu membuatnya terlihat semakin cantik, sedikit salah tingkah saya dibuatnya, saya pun tersenyuman kagum kepada si ibu cantik yang juga membalas senyuman saya dengan tersenyum pula. uh enak sekali melihat ibu itu, em… maksud saya melihat cara ibu itu berbicara dan memperlakukan anaknya.

Pagi menjelang siang jalanan jogja terasa semakin ramai, antrian mobil-mobil dengan nomor polisi dari luar kota dan motor-motor yang membawa tas-tas besar semakin banyak terlihat, sepertinya setiap orang bersiap menikmati ramainya malam pergantian tahun di kota jogja, biasanya tahun-tahun sebelumnya saya juga seperti orang-orang tersebut sudah memepersiapan perlengkapan untuk camping atau jalan-jalan menggila berkumpul dan bersenang-senang bersama teman-teman, tapi tahun ini sepertinya saya di kamar saja.

Melihat pergantian tahun saya seperti melihat patok-patok penanda melalui jendela selama perjalanan di dalam kereta, patok-patok yang selalu saya acuhkan, karena patok-patok itu hanya lah tanda, yang terpentin bagi saya adalah bagaimana saya menikmati perjalanan di dalam kereta.

Banyak sekali cerita yang terjadi dalam dunia saya selama tahun 2013 dan akan sangat panjang jika saya ceritakan di sini, mungkin nanti ceritanya akan susun dalam tulisan alakadarnya, itu pun nanti jika penelitian saya sudah rampung.

Sekali terlewat tidak bisa kembali, ingin menyesali atau menikmati, ingin berkeluh kesah atau mensyukuri, toh kereta tetap melaju, yang bisa dilakukan ya menghadapi apa yang hidup suguhkan di hadapan kita saat ini dan bersiap dengan apa yang akan datang.

Apapaun masa lalu saya, saya bangga dengan masa lalu saya 🙂

31 Hari Menulis Pun Selesai

Dimana ada awal pasti ada akhir, dan di setiap akhir selalu akan ada awal yang baru, dan di antarnya keduanya pasti akan terselip sebuah cerita.

Tidak terasa 31 hari sudah dilewati, melalui pertemuan lewat tulisan dari ruang dan waktu yang berbeda, dan hari ini menjadi hari terakhir dari kegiatan 31 hari mcs menulis, dan tulisan ini merupakan tulisan terakhir saya dalam acara tersebut, begitu juga dengan kelima orang manusia lain yang juga mengikuti acara tersebut.

Yang mana kelima orang manusia tersebut selain menjadi rekan dalam mengikuti acara 31 hari mcs menulis, secara langsung maupun tidak langsung, di sadari atau tidak di sadari, menjadi orang-orang yang telah memberikan semangat bagi saya untuk terus menulis di 31 hari mcs menulis.

Setelah ini mungkin kita semua akan jarang sekali melihat tulisan labil dan kocak dari seorang abgtualabil yang memanggil para fans nya dengan sebutan labilers, juga tulisan tentang kakak mnovael dan keseharian hidupnya, juga tulisan seru dengan foto-fotonya yang sangat menarik tentang cerita hidup si pengutik, dan kisah tidak jelas yang malah menjadi cerita lucu, dicampur dengan tips dan trik asik seputar dunia IT dari tukangpentol, dan juga tulisan bergaya cerpen yang sarat akan makna dan filosofi hidup dari seorang tudipa, yang merupakan sang pencetus ide untuk berkomitment dalam menulis. Continue reading

Tagged ,

kamera, fotografi dan arti sebuah foto

berbagai kamera yang saya gunakan dari waktu ke waktu

Saat ini kamera bukanlah lagi suatu barang yang mewah dan dimiliki oleh hampir setiap orang, mulai dari kamera hp, kamera poket, kamera analog, kamera DSLR, kamera pengintai dan jenis kamera lainnya. Dari tiap jenis kamera tersebut hanya harga dan kemampuannya saja yang berbeda-beda, karena pada dasarnya fungsi dari kamera sama yaitu sebuah alat untuk merekam cahaya, cahaya yang direkam berupa  moment menghasilkan suatu gambar, hasil dari kamera biasa di sebut foto dan seni dalam merekam cahaya untuk menghasilkan sebuah foto biasa di sebut dengan fotografi (photography), orang yang melakukannya di sebut sebagai fotografer.

Bagi kebanyakan orang umum kemera hanyalah sebuah kamera, hanya sebuah alat untuk mengambil gambar, yang mana semakin mahal harga kameranya semakin di jaga, semakin murah harga kameranya semakin ditelantarkan. Tapi bagi seorang jurnalis, fotografer, dan penghobi foto kamera adalah sebuah senjata yang merupakan bagian dari diri dan pekerjaan yang sulit untuk dipisahkan. Mahal atau murah kamera pasti akan dijaga dan digunakan sebagai mana mestinya, biasanya kamera yang digunakan orang-orang jenis ini memang kamera yang diatas rata-rata harganya. Continue reading

Tagged , , ,

tanpa judul

Terbangun dari tidur karena rasa gelisah yang sama selalu dirasa setiap paginya, mata memandang kosong langit-langit kamar kos yang gelap dan sempit dengan rasa kantuk yang masih sangat terasa, tangan mulai merayap mencari jam tangan kesayangan untuk melihat pukul berapa saat ini, waktu di bagian bumi yang sedang saya tiduri, tapi tangan sama sekali tidak merasakan benda yang menyerupai bentuk sebuah jam tangan, biasanya setiap pagi benda itu pasti berada tidak jauh dari kasur yang sedang saya tiduri, mungkin terselip di bawah bantal atau terselip di sela-sela tempat tidur, saya memaksakan bangun dan mengenakan kacamata untuk mencari keberadaan jam tangan, tetap saya tidak bisa menemukan jam tangan di lokasi yang mungkin di dalam kamar. Tidak ada jam tangan saya coba untuk mengambil handphone di atas printer, tapi tidak jadi karena saya baru saja melihat jam tangan saya masih terpasang di pergelangan tangan kiri saya.

Pukul 9.30  pagi, lagi-lagi saya tidak sholat subuh, jadi teringat ibu, akan pesannya “jangan tidur malem-malem di, biar pagi bisa bangun, sholat subuh”.

Perlahan saya mulai berdiri, menghidupkan penghangat air pada dispenser dan menuju ke lemari untuk mengambil cangkir kesayangan bergambar tazmania, cangkir yang sudah menjadi tempat minum saya sejak 2003.

Berdiri di depan lemari sambil mengambil cangkir, sebuah sosok membuat saya sedikti terkejut, sosok itu adalah sosok diri saya sendiri yang tampak pada cermin yang di tempelkan di dinding berhadapan dengan lemari. Saya tidak lupa ada cermin di situ hanya saja sepertinya saya sudah lama tidak bercermin. Continue reading

air dan cinta

Setengah dari hari ini saya habiskan di ruang Tesis Perpus Pusat UGM untuk sekedar membaca-baca bahan yang berhubungan dengan penelitian saya, sambil sesekali memikirkan apa yang akan saya tulis sehubungan dengan tema tulisan hari ini yaitu ‘air’. Sampai ketika saya hendak pulang dan sedang membereskan semua peralatan dari atas meja perpus, tidak sengaja saya melihat sebuah tulisan samar-samar yang sepertinya judul blog, dari layar laptop si mba manis yang duduk di samping saya, merasa diperhatikan si mba manis pun menoleh ke arah saya namun si mba menyadari yang saya sedang perhatikan adalah layar laptopnya sekejap si mba kembali lagi memposisikan wajah manisnya ke depan layar laptop. Tulisan di layar laptop tersebut bagaikan sebuah suntikan tetanus berisi ide di tengah kebuntuan, sebuah ide tentang air dan cinta. *sumpah saya geli nulis ini 😀

Air adalah unsur yang paling dibutuhkan mahluk hidup untuk tetap hidup, dalam kondisi survival manusia dapat bertahan hidup 2 minggu tanpa makanan namun hanya 3 hari tanpa air. Bayangkan jika hidup kita tanpa air, semua akan kering, perlahan-lahan tumbuhan mati, hewan mati, manusia mati dan bumi ini pun akan mati, begitu juga jika hidup kita ini tanpa cinta, mati.  Cinta adlah sebuah kata clasik yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang, setiap orang mencari, mendambakan dan menantikan cinta sejatinya dalam hidup. Cinta itu merupakan suatu bentuk abstrak dari perasaan seseorang layaknya air yang mampu mengisi setiap bentuk ruang yang ditempatinya. Cinta sama seperti air juga memiliki daya yang disebut kapilaritas yang mampu menjalar dan meresap kesela-sela tersempit unsur kehidupan. Continue reading

Tagged , , , , ,

31 Hari Menulis Pun Dimulai

catatan dinding, jangan lupa menulis

Event ’31 Hari MCS Menulis’ hari ini telah di mulai, suatu ajang tulis menulis bergengsi yang mana setiap pesertanya di haruskan menulis selama 31 hari dengan jumlah tulisan yang di posting minimal 1 buah setiap harinya, peserta yang mengikuti event ini berjumlah kurang dari 100 orang yang merupakan mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Komputer UGM (bergelar M.Cs jika lulus), tema tulisan pun dibiarkan bebas yang penting tidak mengandung unsur sara, pornografi dan intimidasi. Event ini tidak menilai baik atau tidaknya suatu tulisan, maupun tema apa yang di angkat atau juga seperti apa gaya penulisannya tapi lebih kepada menumbuhkan minat untuk menulis apapun bentuk dan isi tulisannya. Continue reading

Tagged

kata tanpa berbicara

Sejujurnya

aku iri pada tukang sayur, tukang pengambil sampah yang hampir setiap hari bercanda gurau penuh tawa dengan bapak.

iri pada para penjaga malam yang berbincang ramah dengan bapak di temani kopi dan gorengan di pos depan, di sela sela kesibukan bapak.

iri pada tukang kebun yang biasa bercakap capak dengan bapak, sembari mereka membersihkan kebun dan bapak merawat setiap tanamannya.

iri pada penjual koran yang hampir setiap pagi bertegur sapa dengan bapak.

iri pada bapak pengambil cacing di parit parit yang hampir setiap sore berbagi cerita akrab dengan bapak dan menjadi sahabat bapak

iri pada teman dan sahabat lama yang sering bersilaturahmi ke rumah bapak atau sekedar berbincang melalui telpon atau meminta saran kepada bapak

iri pada rekan kerja bapak, yang hampir setiap hari bekerja sama dengan bapak, baik di dalam pekerjaan maupun pertemanan

iri pada penjaga kebun, penjaga rumah bapak, pegawai bapak, yang biasa di tugasi, di bimbing, di ayomi oleh bapak

iri pada teman-teman yang pada pernikahan kalian bapak menjadi saksinya.

iri pada orang orang yang setiap hari berinteraksi dengan bapak

iri kepada adik adik ku.

iri pada kalian semua yang menganggap bapak sebagai orang tua kalian, dan bapak menyayangi kalian seperti anaknya.

Dari mulut saudara, adik, kakak, om, tante, anda dan kalian semua aku mendengar kisah manis kenangan tentang bapak, cerita yang masih aku ingin dengar dari mulut saudara, adik, kakak, om, tante, anda dan kalian semua, semua cerita kebaikan yang menenangkan hati, di penghujung umurnya yang mengejutkan setiap saudara, adik, kakak, om, tante, anda dan kalian semua, bapak pun masih sibuk memikirkan orang lain, betapa kalian merasa sangat kehilangan figur dan sosok bapak, tangisan kalian lebih haru dari pada tangis ku anaknya, tetes air mata kalian lebih mengalir dari pada air mata ku anaknya.

Aku tidak ingat kapan terakhir aku menghabiskan waktu dengan bapak, kapan aku berbincang dengan bapak, kapan aku bercerita dengan bapak, kapan aku meminta saran bapak, kapan aku bercanda dengan bapak, kapan aku berpetualangan dengan bapak, kapan aku memeluk bapak… aku sibuk dengan kesibukanku, mengarungi waktu yang aku sebut petualangan, belajar demi seuatu yang di sebut gelar, mencari pengalaman dan jati diri yang aku sebut pengalaman, berkumpul dengan sahabat yang aku sebut keluarga, menegakkan keangkuhan yang aku anggap kejantanan, hingga akhirnya aku pulang untuk tinggal menyolati dan menguburkan Bapak. (9 Juni 2012) rasanya baju penuh tanah merah ini tak ingin aku lepas.

Semua terasa singkat dan tanpa sadar telah banyak waktu yang aku lewatkan, aku anak laki laki nakal bapak, yang selalu menyusahkan, yang sering kali mencoret moret nama bapak, tapi bapak selalu mengerti, bapak selalu sabar, bapak selalu percaya, bapak selalu dan selalu paham dengan anak laki laki nya. Andai semua kata bisa aku unggkap dengan berbicara langsung kepada bapak. anda semua cerita bisa aku bagi dengan bangga kepada Bapak.

Maafkan anak laki laki Mu ini belom bisa membuat Mu bangga, Pak. Tapi anak laki laki Mu ini akan selalu bangga menjadi anak Bapak, anak laki laki Mu akan selalu tangguh seperti nama yang Bapak berikan kepada ku dengan bangga, dan anak Mu ini akan selalu seperti Mu, untuk melanjutkan jejak Mu, untuk meneruskan cita-cita Mu, untuk mengingat setiap kata dari Mu, untuk melindungi dan menjaga keluarga. Bapak beristirahatlah dengan tenang… sekarang biar aku anak laki laki pertama Mu. Terima kasih Bapak

Perlukah membawa “PISAU ” ?

multitools dan pisau lipat (dari kiri-atas-bawah-kanan), Leatherman Wave, Spyderco Paramilitary 2, Spyderco Delica 4, Benchmade Mini Griptillian, Victorinox Tinker, CRKT Eros 2

Yang ada di benak sebagian orang jika mendengar kata “PISAU” atau “membawa PISAU” adalah kekerasan, kriminalitas, premanisme, sadis, dan kejahatan, ada juga yang bilang pisau itu tempat setan tinggal. Tapi tidak di benak sebagian orang lagi yang memang, menyukai, menghobi, membuat, memerlukan pisau, bagi sebagian orang ini pisau merupakan suatu alat bantu yang mempermudah manusia dan sudah di gunakan manusia dari jaman purba kala dulu, selain itu bagi mereka pisau juga memiliki keindahan baik itu dari bentuknya atau keindahan ketika pisau di gunakan.

Continue reading

Tagged , ,

Totalitas Sejati Bapak

Bapak mengenakan rain coat biru diantara penduduk asli timika

Salah satu warisan ayahku yang paling berharga adalah darah petualangan yang mengalir deras di dalam nadiku. Ayahku bukanlah seorang yang terkenal, sejujurnya juga bukan guru yang baik. Tapi sungguh, ayahku adalah seorang ayah sejati dan contoh yang baik bagi keluarga dan lingkungannya.

Ayahku memiliki gaya berpetualangnya sendiri, dengan hati dan dengan pemikirannya yang khas. Begitu pula aku, berpetualang dengan gayaku, dengan hatiku, dan dengan pemikiranku sendiri. Namun, satu hal mendasar yang tampak sangat jelas dari ayahku adalah prinsip totalitas yang beliau tekankan dalam melakukan apa saja, bahkan totalitas dalam melakukan hal-hal yang sangat kecil karena ia percaya dari hal-hal yang sangat kecil lah buah yang sangat besar dapat dihasilkan.

Bagi ayahku, petualangan bukan hanya sekedar menjelajah alam, namun hidup itu sendiri. Petualangan ia temukan dalam bekerja, dalam berkarya, dalam berkeluarga, dalam keseharian, dalam mencinta, dalam beraktivitas, dalam hobi, dalam mengejar impian, bahkan dalam beribadah. Semua hal yang ia lakukan selalu ia balut dalam sebuah totalitas.

Totalitas ayahku tidak pernah mengacuhkan hal-hal penting dan prisipil adalah sebuah totalitas yang tidak dimiliki oleh orang lain karena ayahku tidak pernah ingin menjadi orang lain, apalagi serupa orang lain.

Ayahku yang kupanggil bapak tidak pernah menyuruh tapi memberi contoh. Ayahku rela melepas anak-anaknya satu per satu untuk menentukan langkahnya masing-masing dalam mencari jalan hidupnya masing-masing. Ayahku merasa cukup mengawasi dari jauh saja karena keinginannya adalah agar anak-anaknya belajar dari petualanganya sendiri, sama seperti apa yang ia lakukan dulu. Ia selalu percaya bahwa setiap anaknya pasti menemukan jalannya yang terbaik.

kemana M97FM

M97 fm sebuah stasiun radio rock di jakarta yang menyuguhkan lagu-lagu rock clasik yang selalu mengisi setiap hari-hari saya, menemani saat-saat kuliah saya, meramaikan kosan dari pagi sampe pagi lagi dengan dentingan gitar dan hentakan drum khas band-band rock classic yang sangat familiar di kuping saya, ditambah lagi suara para penyiarnya yang khas dengan celetukan dan celotehan nya yang kocak

Hingga saya lulus di tahun 2004, dan disaat saya mulai bekerja pun tetap radio ini setia menemani saya mulai dari berangkat menuju kantor sampai kembali pulang di saat senja, sambil menikmati kemacetan ibu kota yang memuakkan, sesekali saya ikut me request lagu – lagu rock favorit saya, dan senang nya selalu di putarkan

Sampai di tahun 2005 saya tidak lagi bekerja di jakarta dan tidak lagi beraktifitas menggunakan roda 4 ditambah radio butut saya di kamar ikut rusak, berbagai kesibukan yang membuat saya tidak pernah lagi mendengarkan radio

Di tahun 2008 ini saya mulai beraktifitas kembali menggunakan roda 4 dan hal yang pertama saya lakukan adalah merubah frekwensi radio mobil saya ke 97 FM dan betapa terkejut saya, alunan dangdut yang menggema di seluruh mobil saya, penasaran, saya coba sekali lagi untuk memeriksa apa kah saya salah me nyetel frekwensinya, tapi tetap sama saja alunan dangdut nonstop yang menggema, kmana m97FM stasiun rock indealis teman setia saya, kmana suara celotehan kocak bung ipep dkk para penyiar m97FM, saya rindu alunan musik rock yang biasa saya dengar sepanjang hari, betapa membosankan perjalanan tanpa m97fm the classic rock station, my old-friend that use to be hanging around with me

Tagged , , , ,

Penyebab, Penularan dan Pencegahan Kaki Gajah/Filariasis

Kaki gajah / filariasis merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh infeksi cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahan (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki

MENGENAL FILARIASIS
Filariasis atau penyakit kaki gajah (elephantiasis) adalah penyakit menular yang mengenai saluran kelenjar limfe (getah bening) disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini menyerang semua golongan umum dan bersifat menahun. Jika seorang terkena penyaki Continue reading

SNES game klasik yang berkesan

SNES

snes (super nintendo entertainmen system) console 16 bit teranyar di tahun 90an, saya masih inget  pura-pura sakit buat bolos sekolah cuma untuk main game ini hahaha, beberapa game terbaik snes yang saya mainkan Continue reading