Monthly Archives: September 2010

Totalitas Sejati Bapak

Bapak mengenakan rain coat biru diantara penduduk asli timika

Salah satu warisan ayahku yang paling berharga adalah darah petualangan yang mengalir deras di dalam nadiku. Ayahku bukanlah seorang yang terkenal, sejujurnya juga bukan guru yang baik. Tapi sungguh, ayahku adalah seorang ayah sejati dan contoh yang baik bagi keluarga dan lingkungannya.

Ayahku memiliki gaya berpetualangnya sendiri, dengan hati dan dengan pemikirannya yang khas. Begitu pula aku, berpetualang dengan gayaku, dengan hatiku, dan dengan pemikiranku sendiri. Namun, satu hal mendasar yang tampak sangat jelas dari ayahku adalah prinsip totalitas yang beliau tekankan dalam melakukan apa saja, bahkan totalitas dalam melakukan hal-hal yang sangat kecil karena ia percaya dari hal-hal yang sangat kecil lah buah yang sangat besar dapat dihasilkan.

Bagi ayahku, petualangan bukan hanya sekedar menjelajah alam, namun hidup itu sendiri. Petualangan ia temukan dalam bekerja, dalam berkarya, dalam berkeluarga, dalam keseharian, dalam mencinta, dalam beraktivitas, dalam hobi, dalam mengejar impian, bahkan dalam beribadah. Semua hal yang ia lakukan selalu ia balut dalam sebuah totalitas.

Totalitas ayahku tidak pernah mengacuhkan hal-hal penting dan prisipil adalah sebuah totalitas yang tidak dimiliki oleh orang lain karena ayahku tidak pernah ingin menjadi orang lain, apalagi serupa orang lain.

Ayahku yang kupanggil bapak tidak pernah menyuruh tapi memberi contoh. Ayahku rela melepas anak-anaknya satu per satu untuk menentukan langkahnya masing-masing dalam mencari jalan hidupnya masing-masing. Ayahku merasa cukup mengawasi dari jauh saja karena keinginannya adalah agar anak-anaknya belajar dari petualanganya sendiri, sama seperti apa yang ia lakukan dulu. Ia selalu percaya bahwa setiap anaknya pasti menemukan jalannya yang terbaik.