31 desember 2013

Pagi ini saya baru saja selesai mencukur rambut di tempat cukur favorit saya “kompak”.

Tempat cukur ini menjadi favorit bukan karena slogannya tapi karena simple, cepat dan murah, itulah kenapa dari semua tukang cukur yang ada di kota jogja buat saya kompaklah yang the best.

Saya datang, saya bayar 7500 rupiah, saya duduk dan tinggal bilang “botak stengah senti dan gak usah di kerok”, 5 menit kemudian selesai sudah lalu saya pulang, tidak ada tetek bengek seperti keramas sambil di pijit pijit.

Sepulang dari tempat cukur, karena lapar singgahlah saya di warung soto kudus favorit saya di dekat terminal Condong Catur. Beberapa meja sudah terisi jadilah saya duduk di bagian dalam paling ujung yang menghadap ke luar, tempat yang pas buat saya karena dari sini saya bisa memperhatikan banyak hal sembari menunggu soto pesanan saya yang tak kunjung tiba. Saya suka diam tapi dengan seksama memperhatian semua yang ada di sekitar saya termasuk orang-orang yang sedang sibuk di tengah keramaian dengan dunianya masing-masing.

Pagi ini rasanya jalanan lebih ramai dari biasanya, di luar warung terlihat kendaraan-kendaraan roda empat yang berbaris bergerak pelan teratur, kontras dengan para pengendara motor yang meliuk-liukkan motor mereka ke kanan dan kiri bak pembalap menyalip satu demi satu barisan roda empat yang ada di depan mereka.

Perhatian saya pun beralih ke bapak tukang parkir di depan warung, sambil duduk di jok motor dengan rokok terselip di bibir, si bapak sibuk menghitung uang receh yang ada di tangannya. Jika melihat kendaraan yang terparkir di depan warung dan ramainya pengunjung rasanya cukup banyak yang bisa di dapat si bapak hingga malam nanti.

Di dalam warung, pramusaji cukup sibuk mengantarkan pesanan untuk para pelanggan dan si kasir sibuk melayani pelanggan yang ingin membayar. Suasana warung juga cukup ramai dibanding biasanya, beberapa pelanggan sedang asik menyentap soto, beberapa sambil berbincang dengan kolega, pacar atau siapapun orang-orang yang ada di sebelahnya, ada juga pengenjung yang sambil makan sibuk bercengkrama dengan alat komunikasinya.

Pandangan saya lalu berhenti sejenak ke meja pengunjung dimana seorang ibu dengan dua orang anaknya laki-lakinya, yang mana si ibu sedang memarahih salah satu anaknya kemudian mencubit paha si anak karena si anak tidak bisa diam dan menumpahkan sedikit soto dari mangkuknya ke atas meja. Sebenarnya saya tidak suka dengan cara ibu itu memarahi anaknya tapi sudahlah lagi pula itu bukan ibu saya

Dari ibu pemarah pandangan saya segera teralihkan ke seorang ibu muda cantik yang baru saja turun dari mobilnya. Si ibu berambut hitam pendek, mengenakan kaos oblong putih, celana panjang jeans berwarna biru, dan alas kaki berupa sendal jepit, sebuah jam tangan hitam melingkar di pergelangan tangan kirinya yang terlihat kontras dengan kulitnya yang putih, si ibu terlihat begitu … (saya tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan si ibu).

Setelah membantu anaknya turun dan menutup pintu mobil, si ibu memasukkan kunci mobil ke dalam kantong celana jeansnya, tidak seperti kebanyakan orang yang tidak tau fungsi kantung celana, orang-orang yang tangannya selalu penuh membawa (hp, dompet, kunci) ketika turun dari mobilnya, si ibu ini tau benar fungsi kantung celana.

Sembari menggandeng tangan anak perempuanyan si ibu masuk ke dalam warung soto yang cuma beberapa meter dari mobil yang di parkirannya. Si ibu pun memesan soto dan seketika itu pula si anak berkata dengan manja “ma aku juga mau satu kaya mama”, “sayang kamu nanti tidak habis, ingat kemarin kita makan kamu tidak habis kan, mubazir sayang, kamu setengah saja yah” kata si ibu masih dengan nada lembut, “gak mau, aku maunya satu kaya mama” bantah anaknya, “tapi kamu habiskan yah” kata si ibu, lalu dengan pintar dan lucu si anak menjawab “kalo gak habis kan ada mama yang abisin”, “ya sudah, iya iya kamu satu” jawab ibunya mengalah, namun si ibu tidak langsung duduk, ketika si anak tidak melihat ke arah si ibu, si ibu berkata tanpa suara ke pelayan, memberi kode soto untuk anaknya setengah saja atau sedikit saja, ah si ibu muda itu cantik, simple, smart pula. … jadi ingat ibu saya di rumah.

Perempuan tetap lah perempuan, walaupun telah menjadi seorang ibu insting perempuan tidak akan pudar, seperti si ibu muda ini contohnya, tau benar ia menarik dan sadar ia sedang di perhatiakan, sembari bergerak duduk seketika itu juga si ibu melihat ke arah saya, tatapan matanya itu membuatnya terlihat semakin cantik, sedikit salah tingkah saya dibuatnya, saya pun tersenyuman kagum kepada si ibu cantik yang juga membalas senyuman saya dengan tersenyum pula. uh enak sekali melihat ibu itu, em… maksud saya melihat cara ibu itu berbicara dan memperlakukan anaknya.

Pagi menjelang siang jalanan jogja terasa semakin ramai, antrian mobil-mobil dengan nomor polisi dari luar kota dan motor-motor yang membawa tas-tas besar semakin banyak terlihat, sepertinya setiap orang bersiap menikmati ramainya malam pergantian tahun di kota jogja, biasanya tahun-tahun sebelumnya saya juga seperti orang-orang tersebut sudah memepersiapan perlengkapan untuk camping atau jalan-jalan menggila berkumpul dan bersenang-senang bersama teman-teman, tapi tahun ini sepertinya saya di kamar saja.

Melihat pergantian tahun saya seperti melihat patok-patok penanda melalui jendela selama perjalanan di dalam kereta, patok-patok yang selalu saya acuhkan, karena patok-patok itu hanya lah tanda, yang terpentin bagi saya adalah bagaimana saya menikmati perjalanan di dalam kereta.

Banyak sekali cerita yang terjadi dalam dunia saya selama tahun 2013 dan akan sangat panjang jika saya ceritakan di sini, mungkin nanti ceritanya akan susun dalam tulisan alakadarnya, itu pun nanti jika penelitian saya sudah rampung.

Sekali terlewat tidak bisa kembali, ingin menyesali atau menikmati, ingin berkeluh kesah atau mensyukuri, toh kereta tetap melaju, yang bisa dilakukan ya menghadapi apa yang hidup suguhkan di hadapan kita saat ini dan bersiap dengan apa yang akan datang.

Apapaun masa lalu saya, saya bangga dengan masa lalu saya🙂

Fenix TK10 (Q5) VS Fenix TK11 (R5)

Tulisan ini adalah lanjutan dari sini. Tulisan ini mungkin terkesan jadul dengan membandingkan 2 buah senter (Fenix Tk10 dan Fenix TK11) yang sudah tidak diproduksi lagi, tapi tetap sengaja saya buat hanya untuk menjawab rasa penasaran pribadi saya.

Tahun 2012 yang lalu saya telah menghibahkan senter Fenix TK10 saya kepada sahabat saya di Jogja dan semenjak itu saya menggunakan Fenix TK11 untuk aktifitas saya, tapi selama menggunakan TK11 ada rasa rindu dengan TK10 yang dulu selalu menemani saya, bulan lalu (juni 2013) berkat mas Setanis saya bertemu kembali dengan senter Fenix Tk10, dengan kondisi yang masih segar. Kondisi yang menjadikan saya lagi-lagi harus memilih apakah kembali ke TK10 atau tetap dengan TK11, karena bingung akhirnya saya lebih baik membandingkan kembali lebih mendalam kedua senter ini dan hasil perbandingan akan menentukan senter mana yang akan saya gunakan seterusnya. Continue reading

Tagged , , , ,

Ulasan Singkat Enzo Trapper D2 Flat Grind

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa untuk rekan-rekan muslim yang menjalankan.

Seminggu yang  lalu saya dititipi sebuah pisau Enzo Trapper Full Tang, bilah Flat Grind, dengan baja D2. Spesifikasi Pisau adalah sebagai berikut :

Panjang Bilah : 94mm
Ketebalan Bilah : 3.4mm
Panjang Keseluruhan : 211mm
Material : D2 tool steel
Bahan Handle : Kayu (tidak tahu jenis apa)
Sarung : –
 

Saya coba mengulas secara singkat pisau ini dengan penggunaan sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan saya. Continue reading

Tagged , ,

semalam di kota solo

8/5/2013

Entah hanya saya atau memang kota ini yang sudah terasa sumpek…

Tiga hari sudah saya tergeletak karena demam sejak tiba kembali ke jogja, rasanya membosankan ketika tidak melakukan kegiatan apa-apa, seharusnya banyak yang bisa dikerjakan tanpa harus menunggu dan membuang waktu, tapi terisolasi dalam ruangan yang sempit seperti menjadi tumpul dan menjadikan rasa malas semakin menggila. Saya butuh keluar sejenak untuk mengembalikan motifasi dan mencari sedikit inspirasi.

Pukul 11 siang, sudah lama rasanya saya tidak berjalan kaki maka saya pun berjalan kaki ke halte Trans Jogja terdekat, untuk menggunakan jasa trans Jogja sampai ke Stasiun Tugu. Kata orang suatu negara yang maju dapat dilihat dari transportasi umumnya, semakin baik transportasi umumnya semakin baik pula negara tersebut. Transportasi umum seperti Trans Jogja harusnya diperbanyak, menurut saya yang sudah beberapa kali menggunakan jasa Trans Jogja, servis dan kenyamanan sudah cukup baik, cuma kadang ada saja sopirnya yang ugal-ugalan ketika mengendarai bis dan waktu tunggu dihalte kadang terlalu lama.

DSC_7902

suasana di dalam Trans Jogja

Continue reading

Tagged , , ,

Hujan

Saya selalu merasa girang ketika hujan tiba-tiba turun, segera berdiri melangkah menuju pintu kamar, senang rasanya mencium aroma aspal dan tanah kering yang terguyur hujan sambil memandangi butiran-butiran air hujan yang membasahi tanah. Entah kenapa saya suka hujan, mungkin karena hujan menyimpan banyak kenangan manis.

Hujan pertama di kota jogja begitu menyegarkan setelah berbulan-bulan panas dan kering. Cara paling syahdu menikmatinya adalah duduk di teras kamar dengan secangkir kopi hangat dan pisang goreng, romantis…

Hujan seperti kekasih bagi orang yang tanpa kasih.

Tagged , ,

31 Hari Menulis Pun Selesai

Dimana ada awal pasti ada akhir, dan di setiap akhir selalu akan ada awal yang baru, dan di antarnya keduanya pasti akan terselip sebuah cerita.

Tidak terasa 31 hari sudah dilewati, melalui pertemuan lewat tulisan dari ruang dan waktu yang berbeda, dan hari ini menjadi hari terakhir dari kegiatan 31 hari mcs menulis, dan tulisan ini merupakan tulisan terakhir saya dalam acara tersebut, begitu juga dengan kelima orang manusia lain yang juga mengikuti acara tersebut.

Yang mana kelima orang manusia tersebut selain menjadi rekan dalam mengikuti acara 31 hari mcs menulis, secara langsung maupun tidak langsung, di sadari atau tidak di sadari, menjadi orang-orang yang telah memberikan semangat bagi saya untuk terus menulis di 31 hari mcs menulis.

Setelah ini mungkin kita semua akan jarang sekali melihat tulisan labil dan kocak dari seorang abgtualabil yang memanggil para fans nya dengan sebutan labilers, juga tulisan tentang kakak mnovael dan keseharian hidupnya, juga tulisan seru dengan foto-fotonya yang sangat menarik tentang cerita hidup si pengutik, dan kisah tidak jelas yang malah menjadi cerita lucu, dicampur dengan tips dan trik asik seputar dunia IT dari tukangpentol, dan juga tulisan bergaya cerpen yang sarat akan makna dan filosofi hidup dari seorang tudipa, yang merupakan sang pencetus ide untuk berkomitment dalam menulis. Continue reading

Tagged ,

kamera, fotografi dan arti sebuah foto

berbagai kamera yang saya gunakan dari waktu ke waktu

Saat ini kamera bukanlah lagi suatu barang yang mewah dan dimiliki oleh hampir setiap orang, mulai dari kamera hp, kamera poket, kamera analog, kamera DSLR, kamera pengintai dan jenis kamera lainnya. Dari tiap jenis kamera tersebut hanya harga dan kemampuannya saja yang berbeda-beda, karena pada dasarnya fungsi dari kamera sama yaitu sebuah alat untuk merekam cahaya, cahaya yang direkam berupa  moment menghasilkan suatu gambar, hasil dari kamera biasa di sebut foto dan seni dalam merekam cahaya untuk menghasilkan sebuah foto biasa di sebut dengan fotografi (photography), orang yang melakukannya di sebut sebagai fotografer.

Bagi kebanyakan orang umum kemera hanyalah sebuah kamera, hanya sebuah alat untuk mengambil gambar, yang mana semakin mahal harga kameranya semakin di jaga, semakin murah harga kameranya semakin ditelantarkan. Tapi bagi seorang jurnalis, fotografer, dan penghobi foto kamera adalah sebuah senjata yang merupakan bagian dari diri dan pekerjaan yang sulit untuk dipisahkan. Mahal atau murah kamera pasti akan dijaga dan digunakan sebagai mana mestinya, biasanya kamera yang digunakan orang-orang jenis ini memang kamera yang diatas rata-rata harganya. Continue reading

Tagged , , ,

tanpa judul

Terbangun dari tidur karena rasa gelisah yang sama selalu dirasa setiap paginya, mata memandang kosong langit-langit kamar kos yang gelap dan sempit dengan rasa kantuk yang masih sangat terasa, tangan mulai merayap mencari jam tangan kesayangan untuk melihat pukul berapa saat ini, waktu di bagian bumi yang sedang saya tiduri, tapi tangan sama sekali tidak merasakan benda yang menyerupai bentuk sebuah jam tangan, biasanya setiap pagi benda itu pasti berada tidak jauh dari kasur yang sedang saya tiduri, mungkin terselip di bawah bantal atau terselip di sela-sela tempat tidur, saya memaksakan bangun dan mengenakan kacamata untuk mencari keberadaan jam tangan, tetap saya tidak bisa menemukan jam tangan di lokasi yang mungkin di dalam kamar. Tidak ada jam tangan saya coba untuk mengambil handphone di atas printer, tapi tidak jadi karena saya baru saja melihat jam tangan saya masih terpasang di pergelangan tangan kiri saya.

Pukul 9.30  pagi, lagi-lagi saya tidak sholat subuh, jadi teringat ibu, akan pesannya “jangan tidur malem-malem di, biar pagi bisa bangun, sholat subuh”.

Perlahan saya mulai berdiri, menghidupkan penghangat air pada dispenser dan menuju ke lemari untuk mengambil cangkir kesayangan bergambar tazmania, cangkir yang sudah menjadi tempat minum saya sejak 2003.

Berdiri di depan lemari sambil mengambil cangkir, sebuah sosok membuat saya sedikti terkejut, sosok itu adalah sosok diri saya sendiri yang tampak pada cermin yang di tempelkan di dinding berhadapan dengan lemari. Saya tidak lupa ada cermin di situ hanya saja sepertinya saya sudah lama tidak bercermin. Continue reading

A Walk To The Zoo (Kebun Binatang Gembira Loka)

Berawal ketika menghabiskan waktu libur lebaran beberapa bulan yang lalu di rumah Orang Tua saya di Palembang, kala itu saya menonton sebuah acara di televisi yang meliput tentang kebun bintang Gembira Loka di Yogyakarta, membuat saya teringat dengan iklan-iklan Gembira Loka Zoo yang di tempelkan di beberapa Armada Taxi di Jogja “oh ya, ada Kebun Binatang di Jogja”. Acara televisi tersebut menceritakan beberapa perubahan dan pemugaran yang terjadi di dalam Kebun Bintang Gembira Lokasi.

Selama ini saya belum pernah mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka, alasannya ya cuma satu “tidak tertarik” karena sudah bisa membayangkan seperti apa suasana di Kebun Binatang, namun setelah melihat acara di televisi tersebut, benar-benar merubah image saya tentang Kebun Binatang Gembira Loka, menjadi tertarik dan menjadi penasaran seperti apakah perubahan yang terjadi pada Kebun Binatang Gembira Loka.

Setelah kembali ke Jogja, disela-sela rutinitas kesibukan saya meluangkan waktu sejenak untuk mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka, lokasi pintu masuknya ada di Jalan Kusumanegara dekat dengan jembatan kuning atau bisa juga melalui Jalan Kebun Raya.

Kebetulan siang itu saya sedang malas untuk berkendara di panasnya jalanan kota jogja yang semakin padat, bagusnya pintu masuk Gembira Loka dekat dengan Halter Trans Jogja, maka berangkatlah saya pukul 2 siang menggunakan Trans Jogja dari terminal Condong Catur hanya dengan membayar 3000 rupiah sampailah saya di Halte Bonbin. Continue reading

Tagged , , , , , ,

Pantai Pok Tunggal dan Jelajah Pantai Seruni

Daerah Gunung Kidul di Yogyakarta sudah cukup terkenal akan wisata pantainya, nama-nama seperti pantai Baron, Sundak, Indrayanti dan Siung pasti sudah tidak asing lagi bagi yang sudah pernah singgah di Kota Gudek tersebut.

Sebenarnya Gunung Kidul masih menyimpan banyak sekali potensi wisata alam berupa pantai yang masih jarang diekspose dan dijamah oleh wisatawan, salah satunya adalah Pantai Pok Tunggal, pantai yang menurut saya keindahannya tidak kalah dengan pantai-pantai yang sudah memiliki nama besar di daerah Gunung Kidul.

Pertemuan saya dengan pantai ini merupakan suatu ketidaksengajaan, berawal dari kedatangan seorang teman dari Jakarta, yang pagi itu secara tiba-tiba sudah sampai di Jogja dan langsung meminta saya untuk mengantarkannya camping dan bermalam di pantai, tapi pantai yang ia inginkan adalah sebuah pantai yang sepi dan belum banyak terekspose.

Terus terang saya tidak tahu ada pantai yang seperti itu di Gunung Kidul, cukup bingung mau saya bawa ke pantai mana tamu saya ini karena setahu saya hampir semua pantai di Gunung Kidul sudah terekspose dan pasti ramai oleh pengunjung, ya sudahlah pikir saya, yang penting sampai dulu di daerah Gunung Kidul. Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , ,

malam minggu seru, bersepeda keliling jogja

Mengelilingi kota Jogja di malam hari, melewati sudut-sudut kota di terangi cahaya lampu-lampu jalan, membaur dengan hiruk pikuk keramaian malam kota dan menikmati kuliner malam sembari bercanda gurau dengan sahabat, memberikan kota Jogja nuansa yang unik, berbeda dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia. Jogja merupakan kota yang asik dijadikan tempat untuk menghabiskan malam, seperti yang biasanya rutin dilakukan oleh saya bersama teman-teman terdekat.

Kali ini saya mencoba sesuatu yang berbeda dari biasanya yaitu berkeliling kota Jogja di malam hari dengan menggunakan sepeda. Tapi saya tidak bersepeda sendirian saya berangkat bersama dengan 6 orang teman-teman MCS yaitu Arsa, Pt, Ikbal, Efan, Kakak Nova, dan Hari. Gedung SIC (Student Internet Center) di kampus MIPA Utara UGM menjadi tempat kami berkumpul sebelum melakukan perjalan bersama mengiliingi kota Jogja dengan sepeda.

menunggu yang lain di belakang gedung SIC

Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Celoteh akhir pekan

Hari jumat kemarin, dari sore saya ditemani Efan teman kuliah saya, berusaha mengubah sendiri setting pada sistem permindahan gigi si Miyabi yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, setelah melalui perjuangan yang panjang barulah pada pukul 9 malam kami berhasil mendapatkan setingan yang pas untuk sistem permindahan gigi si Miyabi. Ternyata melakukan seting pada gear sepeda lebih sulit dan butuh kesebaran yang lebih ekstra dibanding melakukan setingan karburator pada motor hitam dekil milik saya. Wajar saja jika di beberapa bengkel sepeda terkenal biaya full servis untuk sebuah sepeda lebih mahal di bandingkan dengan biaya servis sebuah motor bebek.

Apa yang membuat saya begitu bersemangat menjadikan si Miyabi nyaman untuk di tunggangi adalah hari ini, karena pada pukul 7 malam nanti untuk pertama kalinya saya akan bersepeda mengelilingi kota Jogja bersama dengan beberapa teman kampus. Dan teman-teman yang ikut serta bersepeda yaitu Arsa, Pt, Efan, Ikbal dan Kakak Nova, saya berharap jumlah teman yang ikut bersepeda nanti malam akan bertambah. Continue reading

Tagged , , , ,

10 lagu yang selalu menemani perjalanan

classic rock your old-friend that still hanging around with you

Mengikuti acara seperti “31 hari menulis” akan menjadi sangat menarik dan menantang ketika sedang berada di suatu tempat antah berantah tanpa sinyal telpon dan akses internet. Saya harus menepuh jarak berkilo-kilo berjalan kaki melewati pinggiran hutan yang gelap dengan jalan berbatuan dan tanah yang tak rata, untuk mencari tempat yang memiliki akses internet demi membuat sebuah tulisan sepanjang 100 kata yang harus sudah di posting sebelum jam 12 malam ini. Parahnya, begitu tiba di tempat tujuan, saya benar-benar tidak tau tema apa yang ingin saya tulis. Suasana asing dimana begitu banyak pasang mata manusia yang asing sedang memandang dengan tajam ke arah saya, yang juga asing bagi mereka, membuat saya tidak kuasa untuk mengeluarkan seluruh ide dari otak saya, di tambah lagi lantunan lagu reage yang menggema di seluruh ruangan sempit tanpa sekat ini menjadikan suasana menjadi aneh bagi saya. Continue reading

Tagged , ,

Ayo Berangkat

“Hidup itu laksana naik sepeda.
Untuk mempertahankan keseimbangan,
kamu harus tetap bergerak” 
(Albert Einstein).

Merasakan serunya bersepeda bersama rekan-rekan MCS ke Kinahrejo beberapa minggu yang lalu, membuat saya merasa membutuhkan sebuah sepeda. Setelah kurang lebih 1 minggu berpuasa dan mengurangi jatah rokok akhirnya terkumpul juga dana sebesar 1 Juta yang memang saya khususkan untuk membeli 1 buah sepeda. Sepeda yang saya inginkan hanya sepeda yang biasa-biasa saja, bisa di gunakan di segala kondisi, kuat dan yang terpeting harganya 1 Juta.

Setelah berkonsultasi dengan teman saya Efan yang mengerti tentang dunia persepedaan masa kini, menurutnya sepeda yang pas untuk kebutuhan saya adalah sepeda berjenis MTB (Mountain Bike), sedangkan untuk merk teman saya itu merekomendasikan merk Politron dan Cosmos. Saya coba mencari referensi di Internet untuk kedua merk tersebut yang ada saya malah menjadi bingung, kedua merk tesebut memiliki banyak sekali tipe sepeda untuk kelas Mountain Bike dan harganya semua di atas 1 Juta.

Apalagi sepeda dengan merk Politron, harganya paling mahal di antara sepeda SNI merk lain, bahkan ada sepeda merk Politron yang harganya mencapai puluhan juta, entah terbuat dari bahan apa sepeda tersebut, yang pasti semahal-mahalnya sepeda toh masih harus di kayuh(goes) juga menggunakan kaki. Continue reading

Tagged ,

Hari ini, 2 Tahun Yang Lalu dan semua yang pertama

Tepat hari ini dua tahun yang lalu, kala itu adalah hari dimana untuk pertama kalinya saya melangkahkan kaki-kaki kecil saya di kota Jogja demi mengikuti Pra kuliah dan ujian masuk kuliah. Bawaan saya juga tidak banyak hanya sebuah tas keril kesayangan dan sebuah tas slempang kebanggaan. Setiba di bandara Adi Sutjipto Jogja, seorang sahabat lama saya Ucil sudah menunggu dan langsung membawa saya ke rumah kontrakan tempat dimana beliau tinggal, yang mana untuk beberapa hari kedepan saya pun akan menumpang tinggal di rumah kontrakannya tersebut.

Ucil dan kamar kontrakannya

Continue reading

Tagged ,

Kejutan di Taman Nasional Alas Purwo – Resort Grajagan – Pos Bedul

Setelah menghadiri resepsi rekan kami Ervin K D di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Saya, Hamid, Mba Erma, Ummu dan  ditambah 1 pemuda lokal yang baik hati Rully, rencananya kami akan bermain-main di Taman Nasional Baluran yang sudah cukup terkenal dengan savana dan satwa liarnya itu, tapi lokasi TN Baluran yang berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo itu ternyata berjarak sangat jauh dari Purwoharjo. Keterbatasan transportasi dan waktu mengharuskan kami membatalkan perjalanan ke TN Baluran.

Pembatalan tidak membuat saya kecewa, berkat jasa dari si Interaksi dan Sosialisasi dengan penduduk setempat terkumpulah informasi tentang TN Alas Purwo yang katanya mirip TN Baluran, bedanya TN Alas Purwo ini cukup tidak terkenal tapi memiliki jarak lokasi yang sangat dekat dengan Kecamatan Purwoharjo. Buat saya tidak terkenal bukan berarti tidak bagus dan semakin tidak terkenal artinya semakin sedikit pengunjungnya, semakin sedikit pengunjung artinya kondisi alam masih sangat terjaga. Yah seburuk-buruknya TN Alas Purwo nanti minimal saya dan teman-teman sudah mendatangi suatu tempat, dari pada tidak mendatangi apa-apa selama di Banyuwangi🙂 Continue reading

Tagged , , , , , , , ,

air dan cinta

Setengah dari hari ini saya habiskan di ruang Tesis Perpus Pusat UGM untuk sekedar membaca-baca bahan yang berhubungan dengan penelitian saya, sambil sesekali memikirkan apa yang akan saya tulis sehubungan dengan tema tulisan hari ini yaitu ‘air’. Sampai ketika saya hendak pulang dan sedang membereskan semua peralatan dari atas meja perpus, tidak sengaja saya melihat sebuah tulisan samar-samar yang sepertinya judul blog, dari layar laptop si mba manis yang duduk di samping saya, merasa diperhatikan si mba manis pun menoleh ke arah saya namun si mba menyadari yang saya sedang perhatikan adalah layar laptopnya sekejap si mba kembali lagi memposisikan wajah manisnya ke depan layar laptop. Tulisan di layar laptop tersebut bagaikan sebuah suntikan tetanus berisi ide di tengah kebuntuan, sebuah ide tentang air dan cinta. *sumpah saya geli nulis ini😀

Air adalah unsur yang paling dibutuhkan mahluk hidup untuk tetap hidup, dalam kondisi survival manusia dapat bertahan hidup 2 minggu tanpa makanan namun hanya 3 hari tanpa air. Bayangkan jika hidup kita tanpa air, semua akan kering, perlahan-lahan tumbuhan mati, hewan mati, manusia mati dan bumi ini pun akan mati, begitu juga jika hidup kita ini tanpa cinta, mati.  Cinta adlah sebuah kata clasik yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang, setiap orang mencari, mendambakan dan menantikan cinta sejatinya dalam hidup. Cinta itu merupakan suatu bentuk abstrak dari perasaan seseorang layaknya air yang mampu mengisi setiap bentuk ruang yang ditempatinya. Cinta sama seperti air juga memiliki daya yang disebut kapilaritas yang mampu menjalar dan meresap kesela-sela tersempit unsur kehidupan. Continue reading

Tagged , , , , ,

Kinahrejo Pagi Ini

“ajining menungsa iku gumantung ana ing tanggungjawabe marang kewajibane” 
“kehormatan seseorang dinilai dari tanggung jawab terhadap kewajibannya”
~Mbah Marijan

Pagi ini pukul 5.30 pagi sahabat saya Pt membangunkan saya melalui telpon, karena pada pagi ini saya bersama bung Pt dan beberapa sahabat rekan-rekan MCS yang lain, yaitu bung Ikbal, adik Efan, bung Takin, kakak Nova dan kakak Ricky akan bersepeda dari kampus MIPA UGM menuju ke desa Kinahrejo, sebuah desa di kaki Gunung Merapi yang pada tahun 2010 lalu luluh lantak, rata dengan tanah akibat terjangan awan panas dari letusan Gunung Merapi. Kinahrejo juga merupakan tempat tinggal dan meninggalnya Mbah Marijan juru kunci Gunung Merapi yang juga gugur dalam mengemban tugas akibat keganasan awan panas letusan Gunung Merapi.

Mobil bak pengangkut sepeda, sambil menunggu rekan-rekan yang lain Continue reading

Tagged , , , , , , , ,

31 Hari Menulis Pun Dimulai

catatan dinding, jangan lupa menulis

Event ’31 Hari MCS Menulis’ hari ini telah di mulai, suatu ajang tulis menulis bergengsi yang mana setiap pesertanya di haruskan menulis selama 31 hari dengan jumlah tulisan yang di posting minimal 1 buah setiap harinya, peserta yang mengikuti event ini berjumlah kurang dari 100 orang yang merupakan mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Komputer UGM (bergelar M.Cs jika lulus), tema tulisan pun dibiarkan bebas yang penting tidak mengandung unsur sara, pornografi dan intimidasi. Event ini tidak menilai baik atau tidaknya suatu tulisan, maupun tema apa yang di angkat atau juga seperti apa gaya penulisannya tapi lebih kepada menumbuhkan minat untuk menulis apapun bentuk dan isi tulisannya. Continue reading

Tagged

suatu sore di pantai grajagan

Pantai grajagan dan karangnya

Sore ini saya sangat bersemangat karena akan jalan-jalan sejenak ke pantai grajagan salah satu pantai yang ada di daerah purwoharjo, berjarak 30 menit menggunakan motor dari rumah tempat saya dan teman-teman menginap.

Saya baru menyadari bahwa satu buah benda penting tertinggal di kamar kos saya di jogja, sebuah charger kamera, packing yang terburu-buru membuat pengalaman seperti tidak berarti. Sebelum berangkat ke grajagan saya menyempatkan untuk mendatangi beberapa studio foto di purwoharjo namun tidak ada yang mempunyai dan menjual charger untuk tipe kamera saya, mereka menyarankan agar saya pergi ke kota banyuwangi untuk mendapatkan charger yang sesuai dengan batre kamera saya. kota banyuwangi berjarak cukup jauh 70 kilo dari tempat saya tinggal, mau tidak mau saya harus pasrah memanfaatkan sebaik mungkin sisa batrai kamera yang tinggal 3 bar, sambil memikirkan solusi jika batre kamera saya habis. Continue reading

Tagged , , , , ,