Fenix TK10 (Q5) VS Fenix TK11 (R5)

Tulisan ini adalah lanjutan dari sini. Tulisan ini mungkin terkesan jadul dengan membandingkan 2 buah senter (Fenix Tk10 dan Fenix TK11) yang sudah tidak diproduksi lagi, tapi tetap sengaja saya buat hanya untuk menjawab rasa penasaran pribadi saya.

Tahun 2012 yang lalu saya telah menghibahkan senter Fenix TK10 saya kepada sahabat saya di Jogja dan semenjak itu saya menggunakan Fenix TK11 untuk aktifitas saya, tapi selama menggunakan TK11 ada rasa rindu dengan TK10 yang dulu selalu menemani saya, bulan lalu (juni 2013) berkat mas Setanis saya bertemu kembali dengan senter Fenix Tk10, dengan kondisi yang masih segar. Kondisi yang menjadikan saya lagi-lagi harus memilih apakah kembali ke TK10 atau tetap dengan TK11, karena bingung akhirnya saya lebih baik membandingkan kembali lebih mendalam kedua senter ini dan hasil perbandingan akan menentukan senter mana yang akan saya gunakan seterusnya.

initial

perbandingan secara fisik TK10 dengan TK11

TK 10 memiliki bodi lebih panjang, memiliki clip yang bisa dilepas, sedikit lebih berat tapi lebih enak/mantap di genggam dibandingkan TK11, Tk 11 tidak memiliki clip, sedikit lebih pendek dan memiliki heatsrink (fungsinya untuk memuaikan panas pada head senter yang mana menurut saya tidak terlalu berpengaruh, karena selama saya menggunakan kedua senter ini rasa panas cukup normal bahkan jarang terasa panas).

Menurut buku manual TK10 senter ini tidak bisa digunakan dengan batre 18650, tapi saya ingin mencoba menggunakan 18650 pada TK10. Dimeter di dalam body Tk10 hanya muat untuk batre CR123 atau 17680, sedangkan body TK11 bisa muat untuk batre CR123 hingga 18650. karena body dan head kedua senter bisa ditukar (switch), jadi saya gunakan batre 18650 pada TK10 dengan body TK11.

TK10 ternyata bisa digunakan dengan batre 18650, tapi terjadi flicker (berkedip) pada mode High ketika kapasitas batre mencapai setengah dan pada mode low tidak terjadi tanda-tanda keanehan.

Akhirnya saya memutuskan untuk mem-bubut (memperbesar diameter body TK10 agar muat dengan batre 18650), proses pembubutan body senter dilakukan oleh teknisi bengkel motor Ahass di jalan kali urang jogja, biaya pembubutan kurang lebih 40 ribu dengan hasil bubutan memuaskan (rapi dan tidak ada bekas).

satu

perbandingan bentuk cahaya antara TK10 dan TK11, jarak dengan dinding kurang lebih 4 meter, ISO 200, F-8, 4 detik

Saya coba membandingkan cahaya TK10 dan Tk11, keduanya menggunakan batre 18650, TK11 memiliki cahaya yang lebih terang dari TK10 tapi menurut saya kualitas cahaya (bentuk cahaya) TK11 tidak se-smooth (sehalus) TK10, pada TK11 cahaya memiliki ring dan ada spot hitam (bercak) ditengah-tengah. Bentuk cahaya senter secara fungsionalitas ketika digunakan memang tidak ada pengaruhnya sama-sekali tapi buat saya seperti merasa ada yang mengganjal.

dua

perbandingan TK10 dan TK11 outdoor, jarak dari posisi senter ke tembok biru kurang lebih 70 meter, lingkungan sekitar terang oleh lampu-lampu dan cayaha bulan, ISO 200, f-4.5, 5 detik

Selanjutnya perbandingan diluar ruangan, pada low perbedaan TK10 dan TK11 tidak begitu terlihat, tapi pada High perbedaan jauh terlihat, selain itu yang dapat dijadikan perbandingan juga runtime TK11 lebih lama dari TK10.

tiga

jarak ke tower lebih dari 100 meter, ISO 200, f-3.6, 5 detik

Dari hasil perbandingan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Head TK11 dengan Body Tk10, sedangkan TK10 dengan body TK11 kembali saya hibahkan, Semoga saja setelah tulisan ini saya lebih mantap dengan TK11 dan tidak lagi terganggu oleh keinginan mencoba TK10 lagi.😀

Mungkin jika ada yang bertanya apa kelebihan Fenix TK10 dan TK11 dibandingkan dengan senter merk lain untuk tipe dan range penggunaan yang sejenis. Menurut saya setelah membandingkan dengan mencoba beberapa senter merk lain seperti Olight (Warior), Sunwayman (tipenya saya liupa), Nitecore (tipenya saya lupa), Fenix (TK12, TK15) kelebihan Fenix TK10 dan TK11 ada pada harganya yang lebih murah, simple penggunaannya cuma 2 mode tanpa SOS dan strobe, konstruksi terasa lebih kuat dan meyakinkan (balance bagus), ukurannya lebih kecil (compact) masih masuk akal ditaruh di kantong celana atau jaket. walaupun merk lain yang saya sebutkan di atas, lebih terang, lebih canggih dan lebih baru namun mode mereka semua lebih banyak dan ribet, ukuran lebih besar dan harga lebih mahal, toh ketika digunakan di lapangan TK10 dan TK11 bagi saya sudah cukup, untuk beberapa tahun ke depan pun TK10 dan TK11 masih belum ketinggalan jaman. Buat rekan-rekan yang masih memiliki Fenix TK10 atau Fenix TK11 jangan ragu untuk terus menggunakan senternya.

Lain waktu saya akan membandingkan TK11 dengan Surefire 6P (dengan drop in custom) kebetulan minggu lalu (awal bulan juli 2013) akhirnya saya kesampaian juga memiliki Surefire (walaupun 6p  tipenya jadul yang sudah tidak diproduksi lagi)

Tagged , , , ,

One thought on “Fenix TK10 (Q5) VS Fenix TK11 (R5)

  1. […] Perbandingan cahaya TK10 dan TK11 lebih detail bisa dilihat disini. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: