Ulasan Singkat Enzo Trapper D2 Flat Grind

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa untuk rekan-rekan muslim yang menjalankan.

Seminggu yang  lalu saya dititipi sebuah pisau Enzo Trapper Full Tang, bilah Flat Grind, dengan baja D2. Spesifikasi Pisau adalah sebagai berikut :

Panjang Bilah : 94mm
Ketebalan Bilah : 3.4mm
Panjang Keseluruhan : 211mm
Material : D2 tool steel
Bahan Handle : Kayu (tidak tahu jenis apa)
Sarung : –
 

Saya coba mengulas secara singkat pisau ini dengan penggunaan sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan saya.

Grip

Sebelum dipakai, saya coba merasakan dulu pisau ini secara mendalam digenggaman tangan dengan berbagai grip yang berbeda.

Dari berbagai cara menggenggam yang saya coba pisau ini sangat terasa nyaman, rasanya pas sekali ditangan saya yang kecil (nyamannya beda-beda tipis dengan Fallkniven F1 untuk pisau dengan ukuran dan karakteristik yang hampir sama dengan Enzo).

Desain handle dan bahan handle menurut saya juga berpengaruh terhadap kenyamanan,  handle pisau yang terbuat dari kayu memberikan kesan simple namun tidak mengurangi kenyaman pisau ditangan, tapi akan sedikit licin ketika pisau digunakan pada kondisi basah.

Tapi diluar perkiraan saya, bobot pisau ini  terasa ringan dan ketebalan pisau juga tidak setebal yang saya bayangkan dari gambar yang biasa saya lihat di internet.

Secara keseluruhan kenyamanan pisau di tangan cukup baik, andai sedikit lebih berat dan tebal menurut saya akan memberikan balance yang lebih baik.

.

Ketajaman Awal

DSC_9258

Semenjak tiba ditangan saya pisau ini belum pernah saya gunakan untuk memotong dan tidak saya asah ulang, tes ketajaman saya lakukan dengan memotong kertas.

Pisau ini bisa memotong kertas dengan cukup baik namun ketajamannya tidak sempurna, dibeberapa bagian sudah terlihat micro chiping, mungkin pisau ini sudah pernah dipakai sebelumnya sebelum tiba disaya, jika dalam kondisi baru diasah tajamnya masih bisa lebih tajam lagi.
Secara pribadi saya suka sekali dengan pisau berbaja D2 karena bisa sangat sangat tajam jika diasah dengan benar dan tajamnya juga bisa tahan lama ketika dipakai, tapi saya pun juga membenci baja D2, dari pengalaman saya menggunakan baja D2, mengasah D2 sangat-sangat sulit untuk bisa tajam (mungkin metode dan media mengasah saya yang selama ini kurang tepat).
Karena itu saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan D2, saya lebih memilih baja S30V (Paramilitary 2 dan kebetulan Spyderco Mule Woodcraft) walalupun ketahanan masih di bawah D2, tapi bagi saya S30V lebih mudah diasah dan saya bisa sangat tajam mengasahnya.

.

Menyerut kayu dan mengupas

Selanjutnya saya coba gunakan pisau untuk menyerut kayu, konstruksi pisau sangat bagus dan enak sekali digunakan untuk menyerut kayu, profile pisau yang full flat memang di desain untuk mengiris. Setelah beberapa menit menyerat dan menyerut kayu saya tidak merasakan terasa pegal pada tangan.

Andai saja pisau dalam keadaan tajam yang prima pasti akan lebih terasa smooth ketika menyerut kayu.

..

Memotong dan menetak kayu

Saya coba untuk memotong kayu dengan diameter 5cm, kurang lebih membutuhkan waktu 1 menit (memotong dengan melingkari kayu), saya memotong sebanyak 2 kali.

Seperti perkiraan saya bobot pisau yang ringat agak kurang memberikan power artinya butuh lebih banyak tenaga untuk memberikan ayunan pada pisau.

Andai saja bobot pisau sedikit lebih berat dan bilah sedikit lebih tebal rasanya akan lebih mantap dampak dari hentakan pisau kekayu dan tidak memerlukan tenaga ayun yang besar.
Untuk hadlenya dan gripnya sendiri saya merasa cukup nyaman, tidak ada rasa pegal dan kejang pada otot tangan.

Bentuk handle nya yang panjang memberikan kebebasan pada tangan ketika digunakan.
Selama menetak ada rasa kawatir pisau terlepas (slip), harusnya sebelum menetak saya berikan lanyard selain mencegah bisau terlempar ketika terlepas lanyard juga bisa jadi tambahan grip di tangan.

.

Membelah Kayu

Untuk membelah kayu saya menggunakan kayu yang lebar dan tidak terlalu tebal menyesuaikan dengan ukuran pisau, saya membelah kayu dengan tehnik seperti di gambar, saya membelah kayu sebanyak 2 kali (2 kayu).

Bilah pisau cukup mudah masuk kedalam kayu /membelah kayu ketika dihantam dari punggung pisau dengan kayu lain, dan punggung pisau pun tidak mengalami gompal/bengkok akibat benturan dari kayu

Ketika pisau berada di  pertengahan kayu yang di belah, saya juga mencoba menarik dan mendorong pisau kekanan dan kekiri, untuk melihat apakah pisau bengkok atau patah (dengan tenaga   yang disesuaikan). tidak ada tanda-tanda bengkok atau patah, kayunya malah yang terbuka .

Pisau ini cukup baik untuk ketika digunakan untuk membelah kayu, baja D2 Enzo cukup tahan terhadap stres akibat hantaman dan tekanan. tapi secara pribadi untuk membelah kayu saya lebih memilih bentuk bilah saber atau convex. Bilah full flat dan tipisnya pisau membuat pisau nyangkut (melekat/terjepit) dikayu.

Dalam keadaan real (bukan tes) membelah kayu, pisau biasanya hanya saya gunakan utuk membuka/membuat belahan kayu dan ketika kayu sudah terbuka (ada belahan) saya biasa menggunakan kayu lain dengan ukuran sebesar bukaan yang di selipkan dibukaan tersebut lalu di pukul dari atas menggunakan kayu yang lain, artinya saya tidak membelah kayu secara keseluruhan dengan menggunakan pisau.

.

Membuat lubang

Selanjutnya saya coba untuk membuat lubang pada kayu (melubangi kayu), dengan meletakkan ujung pisau (tip) di atas kayu lalu diputar sambil ditekan.

Bentuk ujung pisau dan sudut lekukan yang tidak terlalu lebar mendukung untuk melubangi kayu, sehingga tidak perlu waktu lama  untuk membuat lubang pada kayu, ujung pisau (tip) juga  kuat tidak ada chipping atau tanda-tanda patah.

.

Membuat kandang ayam

Pagi hari sebelum saya berangkat mengambil data, pisau saya titipkan ke pada Mas Gareng (tetangga sekitar).
Saya persilakan si Mas Gareng untuk menggunakan pisau tersebut, yang penting jangan sampai terkena batu atau paku, malam harinya sekembalinya saya, saya melihat Mas Gareng sedang asik bersama anaknya hampir selesai membuat kandang ayam dan sedang menggunakan pisau Enzo yang saya titipkan.

Sedikit komentar dari Mas Gareng, “pisaunya enak banget mas, tajem, tebal, tapi bentuknya kaya pisau dapur, beli dimana pisaunya”

.

Hasil

Selesai pisau digunakan saya tidak melakukan tes potong ke kertas karena belum sempat, setelah Kembali ke kamar kos baru saya coba tes potong kertas, ternyata masih bisa potong kertas walau tidak selancar sebelum dipakai dan di beberapa bagian terlihat lebih jelas micro ciping.

_MG_1150

setelah digunakan terdapat mikro chipping pada bilah

_MG_1143

masih bisa memotong kertas

Dari hasil penggunaan, pisau ini memang di desain untuk di gunakan, tidak semua produsen pisau yang menggunakan baja D2 mampu mengolah D2 dengan memuaskan ketika digunakan, dan bagi saya Enzo mampu mengolah D2 dengan cukup baik, D2 nya memiliki ketahanan dan kekuatan yang cukup baik terhadap penggunaan, desain pisau juga cukup ergonomis di tangan dan ketika digunakan,  andai saja bilang lebih tebal dan pisau sedikit lebih berat pasti lebih mantap digunakanan, selain itu seperti jika edge diubah menjadi convex bisa menambah katahanan terhadap ketika digunakan, (setelah menggunakan D2 rasa-rasanya ingin punya pisau D2 lagi). Dari sisi harga menurut saya pisau ini cukup worth it, sangat setimpal dengan kualitas yang diberikan bahkan lebih, tidak kalah jika dibandingkan dengan pisau setipe seperti Fallkniven F1 atau Bark river yang memiliki harga 2 sampai 3 kali lipat.

Tagged , ,

3 thoughts on “Ulasan Singkat Enzo Trapper D2 Flat Grind

  1. Salah satu wish list saya ini Mas🙂

  2. Material D2 awet tanjamnya, mantab reviewnya..jadi pingin pisaunya

  3. mcen2030 says:

    ulasan dan foto-fotonya keren😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: