semalam di kota solo

8/5/2013

Entah hanya saya atau memang kota ini yang sudah terasa sumpek…

Tiga hari sudah saya tergeletak karena demam sejak tiba kembali ke jogja, rasanya membosankan ketika tidak melakukan kegiatan apa-apa, seharusnya banyak yang bisa dikerjakan tanpa harus menunggu dan membuang waktu, tapi terisolasi dalam ruangan yang sempit seperti menjadi tumpul dan menjadikan rasa malas semakin menggila. Saya butuh keluar sejenak untuk mengembalikan motifasi dan mencari sedikit inspirasi.

Pukul 11 siang, sudah lama rasanya saya tidak berjalan kaki maka saya pun berjalan kaki ke halte Trans Jogja terdekat, untuk menggunakan jasa trans Jogja sampai ke Stasiun Tugu. Kata orang suatu negara yang maju dapat dilihat dari transportasi umumnya, semakin baik transportasi umumnya semakin baik pula negara tersebut. Transportasi umum seperti Trans Jogja harusnya diperbanyak, menurut saya yang sudah beberapa kali menggunakan jasa Trans Jogja, servis dan kenyamanan sudah cukup baik, cuma kadang ada saja sopirnya yang ugal-ugalan ketika mengendarai bis dan waktu tunggu dihalte kadang terlalu lama.

DSC_7902

suasana di dalam Trans Jogja

Tiba di stasiun Tugu, saya membeli tiket kereta seharga sepuluh ribu rupiah, tujuan saya adalah kota Solo. Bukan untuk jalan-jalan cuma sekedar mencari suasasana yang sedikit menyegarkan. Ini adalah pertama kalinya saya singgah di kota Solo dan untuk pertama kali pula menggunakan kereta Pramex (Prambanan Axpress), Pramex sama seperti kereta ekonomi pada umunnya tanpa AC dan nomor kursi, bedanya lebih bersih juga tidak ada pedagang dan pengamen yang lalu lalang, yang mana membuat kereta ini cukup nyaman, satu-satunya penjual makanan adalah petugas resmi berseragam dari PT Kereta Api Indonesia.

Kereta api merupakan transportasi umum favorit saya, sedangkan pesawat terbang merupakan tansportasi non favorit artinya saya menggunakan jasa pesawat hanya jika terpaksa. Entah kenapa ketika terbang dengan pesawat sipil saya merasa tidak aman dan tidak nyaman, tidak percaya dengan beberapa maskapai Indonesia dan tidak nyaman dengan suasana di ruang tunggu bandara juga dalam kabin pesawat. Kita harus benar-benar jadi orang cuek dan harus bisa menjadi orang yang tidak perduli dengan orang lain ketika menggunakan pesawat, dan saya tidak bisa menjadi orang yang seperti itu. Saya perhatikan budaya orang-orang yang menggunakan jasa pesawat kebanyakan adalah orang-orang dengan gaya hidup ada apanya penuh dengan gengsi dan individualis, berbeda dengan suasana di kereta.

DSC_7058

petugas peenjual makanan dan minuman kecil di sepanjang gerbong Pramex

Kembali ke dalam kereta, kondisi demam membuat saya tertidur sepanjang perjalanan, rasanya ini tidur paling nyenyak saya dalam beberapa bulan ini. Saya terbangun sekali ketika petugas melakukan pemeriksaan tiket setelah itu kembali melanjutkan tidur, untungnya setiba kereta di Stasiun Purwosari ada membangunkan saya.

Pukul 3 sore, dari stasiun Purwosari rencananya saya akan berjalan kaki menuju tempat dimana saya akan menginap karena lokasinya tidak terlalu jauh, tapi lagi-lagi demam mengharuskan saya menggunakan becak, dari atas becak yang melaju lalu lintas kota Solo terlihat begitu lengang, tenang rasanya, suasana yang berbeda dengan kota Jogja sekarang ini yang sudah terlalu ramai.

Tidak lama becak sudah sapai di tempat tujuan saya, setelah mengurus segala sesuatunya segera saya menuju ke kamar dimana saya akan bermalam. Kamar yang cukup nyaman untuk saya yang biasa tidur diluar ruangan dan tinggal di kamar kos yang sempit, yang paling menarik  adalah jendela kamarnya, saya suka sekali kamar dengan jendela yang menghadap keluar, dengan pemandangan kota yang luas membuat saya merasa lebih baik.

DSC_6874

sisi kota solo dari jendela kamar

Kurang lebih 30 menit saya hanya membolah-balik badan saya diatas kasur, lalu tiba-tiba saja terbersit ide ingin menaiki bagian paling atas gedung. Mengurus perizinan untuk berada di atas gedung bisa dibilang gampang-gampang susah, pihak management hotel terkesan sangat berhati dan terkesan menginterogasi, beruntung saya diperbolehkan naik ke atas walau hanya 30 menit dan harus ditemani oleh pihak keamanan hotel, setelah meninggalkan KTP dan mendapatkan tag pengunjung bersama petugas keamanan saya akhirnya naik ke atas.

Tidak salah saya pergi ketempat ini, bangunan tertinggi di kota Solo menyuguhkan pemandangan yang membuat saya merasa bebas, sama seperti puncak gunung, tidak ada ada tembok yang membatasi, tidak ada ini itu yang ada hanya view yang luas. Demam yang saya bawa dari jogja pun rasanya hilang begitu saja berganti dengan perasaan segar, ingin saya berlama-lama di tempat ini tapi sayangnya saya hanya memiliki waktu 30 menit, andai saya bisa bebas ke tempat ini kapan saja pemandangan lampu-lampu malam kota dan sunrise bisa sangat sempurna dari sini.

DSC_6907

view dari atas gedung

Kembali ke kamar semangat saya benar-benar terpompa, entah itu semangat apa yang penting saya jadi bersemangat. Menjelang malam saya turun menuju mall yang berada di gedung sebelah, sebenarnya mall bukanlah tempat yang saya suka, saya selalu merasa terasing berada di dalam mall, tapi satu hal yang saya suka dari mall disini yaitu ada toko perkakasnya (hardware). Setelah membeli beberapa printilan, makan malam dan membeli makanan kecil, saya pun segera kembali ke kamar.

Di malam hari, saya kira saya bisa tidur dengan nyenyak di tempat ini, tapi sama saja saya tidak bisa terlelap, pikiran rasanya terus berputar seperti membawa beban yang sangat besar.

DSC_6948

bias cahaya lampu-lampu kota solo

Kalau dipikir-pikir, tidak sampai sebulan lagi saya akan genap 30 tahun, umumnya seseorang ketika berumur 30 sudah berkeluarga memiliki keturunan dan memiliki karir, terus terang hal-hal tersebut tidaklah mengganggu pikiran saya, setiap orang memiliki jalannya masing-masing hanya saja saat ini saya merasa ada yang kurang dalam hidup saya. Dari kecil saya tidak penah membayangkan akan seperti apa nanti ketika berumur 30 tahun, saya hanya menjalani hidup, bertemu dengan banyak orang, mengunjungi berbagai tempat, melakukan apa saja yang saya suka, tidak ada rencana tidak ada target,  mungkin itulah mengapa menurut sebagian orang saya tidak pernah berubah, mungkin benar saya tidak pernah berubah tapi yang pasti saya tidak sama seperti dulu.

Waktu itu kejam, rasanya saya hanya menoleh sesaat tiba-tiba sudah 30 tahun saja berlalu, saya selalu terhenti dalam sebuah cerita untuk menunggu sesuatu yang sempurna sesuai dengan bayangan saya, menunggu kejadian yang sempurna, waktu yang sempurna, orang yang sempurna, kehidupan yang sempurna, tapi semakin saya menunggu tautan waktu malah semakin berlalu yang ada saya tertinggal dan tidak bisa kembali untuk mengulang lagi, namun seiring waktu, seiring perjalanan jauh dari rumah saya belajar bahwa waktu tidak akan menunggu dan yang bisa saya perbuat hanya melakukan apapun yang bisa dilakukan dengan sebaik mungkin, tidak ada kesempurnaan dalam hidup ini tapi bagaimana kita menikmatinya. Penting untuk meninggalkan kenangan yang baik dan penting untuk mengabadikan kenangan, dunia yang sekarang ini, semua yang saya lihat, semua yang saya rasakan, wajah-wajah yang saya temui, mungkin saja untuk yang terakhir kalinya, kita tidak pernah tau.

Seperti sekarang ini saya sudah ingin sekali kembali berjalan tetapi dihadapat saya terbentang sebuah tanggung jawab tugas akhir yang harus segera diselesaikan, layaknya setiap tesis sudah pasti sulit tapi sesulit apapun itu jika diseriusi dan dikerjakan pasti akan selesai, masalahanya adalah ketika kita kehilangan semangat dan feel untuk mengerjakannya, mau dipaksakan dan dijejali bagaimana pun pasti akan mental, mau tidak mau saya harus berhenti sesaat dan melakukan hal yang tidak berhubungan dengan komputer dan tugas akhir.

DSC_6988

selamat pagi kota Solo

Pukul 7 pagi saya masih belum bisa tertidur, akhirnya saya beranjak dari tempat tidur dan segera pergi untuk sarapan. selesai sarapan perut kenyang dan rasa lelah tanpa sadar saya pun tertidur. Terbangun pukul 11 siang, rasa kantuk yang sangat terasa memang membuat kesal, tapi saya harus check out dan kembali ke jogja sebelum pukul 12 siang. Setelah cuci muka, packing dan check out saya telah kembali berada di atas becak menuju ke stasiun Solo Balapan, di atas becak saya juga sempat tertidur, untunglah setiba di stasiun kereta menuju ke Yogyakarta belum berangkat. Kembali ke dalam kereta saya langsung tertidur, sepertinya saya harus menyewa gerbong kereta untuk bisa tidur nyenyak.

DSC_7109_2

suasana di dalam kereta Pramex

Kata banyak orang badai pasti berlalu, tapi ada sebagian orang yang tidak ingin badai berlalu, karena orang tersebut sangat menikmati keseruan di tengah badai dan akan merasa bingung ketika badai akhirnya berlalu.

Tagged , , ,

6 thoughts on “semalam di kota solo

  1. Saya seperti flashback bbrp waktu yg lalu,sempat mengalami hal serupa…dan perjalanan “solo” yg singkat rupanya menjadi titik balik.
    Semangat!
    Sabtu ini saya akan resmi memakai gelar Master saya…

  2. hahaha.. lama gak baca2 blogmu lagi di..😀

  3. mcen2030 says:

    tumben si bebeb pake acara “curhat” segala di blog :p

  4. Dini says:

    nice post. btw smangad ta-nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: