malam minggu seru, bersepeda keliling jogja

Mengelilingi kota Jogja di malam hari, melewati sudut-sudut kota di terangi cahaya lampu-lampu jalan, membaur dengan hiruk pikuk keramaian malam kota dan menikmati kuliner malam sembari bercanda gurau dengan sahabat, memberikan kota Jogja nuansa yang unik, berbeda dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia. Jogja merupakan kota yang asik dijadikan tempat untuk menghabiskan malam, seperti yang biasanya rutin dilakukan oleh saya bersama teman-teman terdekat.

Kali ini saya mencoba sesuatu yang berbeda dari biasanya yaitu berkeliling kota Jogja di malam hari dengan menggunakan sepeda. Tapi saya tidak bersepeda sendirian saya berangkat bersama dengan 6 orang teman-teman MCS yaitu Arsa, Pt, Ikbal, Efan, Kakak Nova, dan Hari. Gedung SIC (Student Internet Center) di kampus MIPA Utara UGM menjadi tempat kami berkumpul sebelum melakukan perjalan bersama mengiliingi kota Jogja dengan sepeda.

menunggu yang lain di belakang gedung SIC

Pukul 8 malam, setelah semua anggota siap dan lengkap kami mulailah perjalanan malam kami, tempat pertama yang kami datangi adalah Gedung Grha Sabha Pramana (biasa di singkat GSP). Gedung inilah yang menjadi tempat dimana nantinya masing-masing dari kami akan di wisuda dan secara resmi menyandang gelar MCS, untuk selanjutnya masing-masing dari kami memulai perjalanan hidup di ruang dan waktu yang berbeda, terbang mengepakkan sayap-sayap diri untuk membangun pribadi, keluarga dan bangsa tercinta dengan gelar MCS yang kami miliki.

Di depan Grha Sabha Pramana

Setelah berfoto-foto di GSP kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke Tugu Jogja, melewati jembatan tehnik tempat yang biasa di jadikan oleh pasangan muda-mudi berpacaran (nama asli dari jembatan tehnik ini saya tidak tahu, saya biasa menyebutnya jembatan tehnik karena posisi jembatan yang berdekatan dengan kampus tehnik UGM).

Kami menyebutnya jembatan tehnik, tempat muda-mudi berpacaran

Sampai kami di perempatan lampu merah Tugu, saya di kejutkan dengan aliran pengendara sepeda yang jumlahnya mencapai ribuan, dari arah timur berbelok menuju ke selatan. Mau tidak kamu kami pun ikut membaur dengan gelombang pengendara sepeda yang jumlahnya ribuan tersebut, sampai di angkringan KR kami berhenti sebentar untuk mengumpulkan kembali tim 7 orang pesepeda MCS agar tidak ikut tercecer.

Suasana para pedemo bersepeda, di depan angkringan KR

Berdasarkan informasi yang dapat kami kumpulkan para pengendara sepeda yang jumlahnya ribuah tersebut adalah kumpulan para pengendara sepeda dari seluruh kota Jogja yang melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk penentangan terhadap keputusan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti yang dianggap mengkebiri semangat bersepeda warga Yogyakarta melalui SE 645/57/SE/2012. Slogan para pe-demo tersebut adalah ‘Ora Masalah HAR!! tanpamu sepedaku tetap melaju!’. Secara pribadi saya turut mendukung aksi demo tersebut karena tujuannya positif dan dengan cara yang positif pula.

Nasi kucing berisi sambel teri, kuliner khas kota Jogja

Dari akringan KR, kami melanjutkan perjalanan kami sampai akringan di sebelah stasiun kereta Tugu, dimana kami duduk lesehan di atas tikar dan menikmati kuliner khas kota Jogja yang terkenal, yaitu nasi kucing dan segala pernak perniknya.

Setelah kenyang, rasa kantuk pun menghampiri kami, sebelum satu-persatu dari kami mulai tertidur, kami melanjutkan perjalanan kami menuju jalan Malioboro, jalan yang selalu ramai oleh kendaraan, delman, becak, dan para wisatawan, apa lagi malam ini adalah malam minggu, bisa dibayangkan ramainya.

Berfoto di depan Jalan Malioboro

Suasana di Jalan Malioboro

Setelah melewati jalan Malioboro kami tiba di Alun-Alun Utara dan kami melanjutkan goes kami munuju ke Alun-Alun Kidul (selatan), setiba di kawasan Alun-Alun kidul saya kembali terkejut, banyak sekali saya terkejut malam ini. Betapa ramainya alun-alun kidul sekarang ini, seingat saya 2 tahun yang lalu belum seperti ini, dulu jalan yang mengelilingi alun-alun masih bebas dari hambatan kini jalan-jalan itu sudah macet layaknya kota metropolitan. Kondisi lapangan dengan 2 buah pohon beringin pun tidak kalah ramai dengan jalanannya, penuh ramai oleh pengunjung layaknya pasar. Ramai bukan berarti tidak bisa dinikmati justru keramaian itulah keseruan dari kota Jogja. Kami berhenti cukup lama di Alun-Alun Kidul untuk bersantai dan menikmati kuliner malam khas Jogja Wedang Ronde, minuman tradisional berupa campuran air jahe, gula merah, kacang, kolang-kaling dan sejenis kue mochi ukuran mini.

Lapangan Alun-Alun Kidul

Suasana di Alun-Alun Kidul

Setelah dirasa cukup dengan suasana Alun-Alun Kidul kami mulai melanjutkan perjalanan kami berikutnya menuju jembatan baru di dekat Jalan Malioboro (saya lupa nama jembatannya apa, lebih tepatnya saya tidak pernah tau nama jembatannya). Jalan yang kami lalui untuk menuju jembatan baru adalah jalan yang ada di belakang Jalan Malioboro yang lagi-lagi saya tidak pernah tau nama jalan itu. Jalan itu berujung di Jalan Pasar Kembang (biasa di singkat sarkem). Sarkem sendiri juga merupakan kawasan untuk bertualang, namun jenis petualangannya berbeda dengan petualangan yang bisa kita kenal.

Di bawah jembatan baru dekat Jalan Malioboro – dari sisi kiri

Di bawah jembatan baru dekan Jalan Malioboro – dari sisi kanan

Jika akringan di penuhi para mudah-mudi yang berkumpul menghabiskan malam bersama teman-teman menikmati nasi kucing, sedangkan jika di Jalan Malioboro selalu di penuhi olep para wisatawan yang sibuk berbelanja, dan jika di Alun-Alun Kidul selalu di penuhi oleh para wisatawan yang ingin merasakan berjalan melalui dua pohon beringin dengan mata tertutup. Di jembatan baru ini, di penuhi oleh para muda-mudi penggemar otomotif yang kebanyakan terdiri dari para mahasiswa luar daerah yang berkuliah di kota jogja. Di karenakan suasana area di atas jembatan begitu ramai maka kami 7 orang pesepeda MCS mencari lapak duduk di bawah kolong jembatan yang sepi dan nyaman, ‘nongkrong’ di kolong jembatan memberikan sebuah nuansa yang cukup unik.

Hingga pukul 1 malam. kami mulai meninggalkan jembatan baru untuk pulang kembali ke kamar kos masing-masing, rute perjalanan pulang yang kami adalah Stadion Kridosono, bunderan UGM dan berpisah di lampu merah Jalan Kali Urang Km 6.

Pukul 1.45 menit saya sudah kembali sampai di kamar kos, yang mana sebelumnya saya sempat terlibat aksi kejar-kejaran sengit dengan 2 ekor anjing, yang secara tiba-tiba muncul dan menggong dengan keras ke arah saya lalu mengejar saya tanpa ampun, entah apa salah saya terhadap anjing-anjing itu.

Kesan dan Pesan Pribadi :

Di kota Jogja para pejalan kaki dan pesepeda lebih diutamakan dan sangat di hargai oleh para pengendara kendaraan bermotor kecuali para pengendara Motor Harley untungnya para pengguna motor Harley sangat jarang, makanya saya benar-benar suka bersepeda di Kota Jogja. Di utamakan dan dihargai bukan juga berarti para pejalan kaki dan pesepeda bisa seenaknya tidak mematuhi rambu-rambu lalu litas.

Bersepeda pada malam hari di kota Jogja sungguh sangat menyenangkan, namun dalam bersepeda kita juga harus mementingkan keselamatan diri kita dan orang lain, jadi jika bersepeda di malam hari lengkapilah sepeda kita dengan lampu sepeda atau senter agar bisa dilihat oleh pengguna jalan yang lain

Bersepeda juga banyak keuntungannya, memiliki kecepatan pergerakan seperti motor namun memiliki kebebasan seperti pejalan kaki, dan yang terpenting lagi tubuh menjadi sehat. dan jangan lupa parkirkan sepeda kita di tempat yang aman dan dalam keadaan terkunci, kota jogja sangat rawan terhadap pencurian sepeda.

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 thoughts on “malam minggu seru, bersepeda keliling jogja

  1. mantap gan.
    nikmatin juga serunya bersepeda malam di kota padang, siangnya kita wisata air ke pulau dengan berbagai wahananya. paket perjalanannya bisa anda dapatkan di sini

  2. boerankara says:

    lelaki petualang sejati…. hehehe… mantabs….

  3. tapi fotonya kurang banyak gan, dan ceritanya kurang detail…hehehe…
    overall gw harus bilang wow untuk postingan ini…🙂

  4. […] : https://sarangpenyamun.wordpress.com/2012/10/07/malam-minggu-seru-bersepeda-mengelilingi-kota-jogja/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this. Published: October 7, 2012 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: