oase di lintas timur palembang lampung

Masjid H Bajumi Wahab

Rutinitas saya yang baru adalah menggantikan ayah saya untuk mengurus sebuah impian dan cita-cita nya yang paling berharga, rutinitas baru ini bagi saya sendiri adalah sebuah petualangan hidup yang sebenar – benar nya dan nyata, rutinitas baru ini juga lah yang membuat saya menjadi sering berkendara melalui jalan lintas timur palembang – lampung, dari kota palembang menuju ke daerah danau teluk gelam yang memakan waktu kurang lebih 3 jam (dari kota kayu agung lewat sedikit), bisanya seminggu sekali atau seminggu 2 kali.

Puhun qurma di halaman masjid

Perjalanan melalui jalintim  (jalan lintas timur) bisa sangat membosankan, berbeda dengan jalan antar kota di pulau jawa yang kebanyakan di hiasi dengan gunung, sawah dan sungai. Sepanjang jalintim palembang – lampung yang saya temukan adalah rawa, hutan, perkampungan penduduk, anak sungai, jembatan, pasar dan truk – truk pembawa batubara atau minyak, dan bus – bus antar kota, masyarakatnya pun tidak seramah di pulau jawa, lebih menjemukan lagi jika sedang macet karena kendaraan yang semakin banyak dengan jalanan yang segitu-gitu saja.

Halaman masjid dan bangunan tempat wudhu dan toilet wanita

Itulah yang membuat saya jarang sekali ingin berhenti untuk beristirahat di sepanjang perjalanan menuju tujuan saya, kecuali memang benar – benar terpaksa. namun sebulan yang lalu saya menemukan satu tempat yang menarik, sebuah masjid di daerah tanjung sejaro kecamatan indralaya (jika dari arah palembang setelah jembatan indralaya kurang lebih 3 kilo di sebelah kanan, jika dari arah lampung 200 meter disebelah kiri setelah gapura selamat datang di indralaya).

Batas Suci masjid

Masjid di bangun tepat di pinggir jalan di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektar, begitu masuk dan memarkirkan kendaraan saya langsung merasakan sesuatu yang berbeda dari masjid ini, selain gaya bangunan masjid yang merupakan perpaduan antara arsitektur modern minimalis dengan arsitektur tradisional palembang, di masjid ini terdapat pohon – pohon qurma yang membuat saya merasa benar – benar bukan seperti di jalan lintas timur, lingkungan masjid juga sangat bersih, rapi dan di kelola dengan sangat profesional, terlihat mulai dari pos kemanan, kamar mandi, tempat wudhu, hingga ke belakang masjid tidak ada sampah dan kotoran, sandal – sandal juga tertata dengan rapi di tempatnya, ketika bulan puasa pun masjid ini menyediakan ta’jil (makanan berbuka puasa) yang cukup istimewa.

Masjid H Bajumi Wahab dari depan

Setelah sholat rasa penasaran saya timbul dan akhirnya saya bertanya dengan seorang pengurus masjid yang kebetulan lewat di halaman masjid tempat saya duduk santai beristirahat sambil berbincang menikmati makanan dan minuman yang saya bawa dari rumah, rupanya masjid ini di bangun dengan dana pribadi dan di kelola secara pribadi dengan pegawai yang memang di tugaskan untuk menjaga masjid tersebut, mulai dari petugas keamanan, sampai kebersihan. Pohon qurma yang di tanam di masjid ini pun di import langsung dari luar Indonesia.

Halaman tempat parkir kendaraan

Orang yang membangun masjid ini bernama Bajumi (Bayumi), mungkin sebagian orang di palembang tau siapa Bajumi ini, tapi saya tidak tumbuh dan besar di palembang walau orang tua saya berdomisili di palembang jadi saya tidak tau menau tentang orang bernama Bajumi ini, setelah mencari sedikit informasi ternyata Bajumi ini adalah nama keluarga pengusaha sukses asli Palembang, Masjid ini sengaja di bangun atas wasiat dari almarhum ayahanda nya yaitu H Bajumi Wahab dan nama H Bajumi Wahab juga di jadikan sebagai nama masjid. Informasi lain yang saya terima biaya untuk membangun masjid ini kurang lebih 10 miliar.

Halaman dari sisi kanan masjid

Mungkin saat ini ketika tidak kaya, kita pernah berangan-angan untuk menjadi kaya dan melakukan banyak hal baik yang bermanfaat, tapi apabila ketika kita sudah kaya seperti Bayumi akankah kita mau melakukannya?

Apa yang di lakukan oleh keluarga Bayumi ini membuat saya kagum, bukan hanya sekedar membangun masjid tapi suatu bentuk totalitas, keiklasan, keseriusan dan kesungguhan dalam melakukan sesuatu untuk orang banyak. Memang tidak wajib untuk menjadi kaya tapi baik untuk menjadi kaya, dengan kaya kita bisa melakukan hal-hal baik seperti membangun masjid, karena membangun masjid bukan saja sebagai tempat untuk beribadah, tapi bisa bermanfaat untuk banyak hal, seperti silaturahmi, beristirahat, lahan pekerjaan bagi penduduk sekitar masjid dan bahkan bermanfaat untuk mencerdaskan masyarakat.

Halaman dan parkiran dari sisi kiri masjid

Sampai saat ini setiap melalui jalintim palembang lampung saya selalu menyempatkan untuk singgah di masjid ini untuk sholat dan beristirahat. Masjid ini layaknya oase di tengah kerasnya jalan lintas timur palembang lampung. Untuk anda yang berkendara melalui jalan lintas timur, ketika mudik atau liburan mungkin bisa menjadikan masjid ini tempat untuk beristirahat.

Tagged , , , , , , , , ,

One thought on “oase di lintas timur palembang lampung

  1. dimana lokasi persisnya ini,,
    jadi ingat masa2 dulu stau di layo..

    salam

    http://www.lokersumbar.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: