dari cemoro sewu ke cemoro kandang – Gunung Lawu

Lawu, gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl yang berdiri gagah di perbatasan antara jawa tengah dan jawa timur. Lawu gunung yang cukup terkenal di pulau jawa bahkan legendanya terkenal hingga ke sumatera, cerita mistisnya, keindahannya dan kisah-kisah pendakian yang berakhir tragis.

Seminggu sebelum ujian tengah semester ini tiba, saya dan teman-teman menyempatkan untuk mendaki gunung ini. Berangkat dari jogja pukul 2 sore, langsung menuju basecamp cemoro sewu (Sarangan, Jawa Timur) dan tiba di sana pukul 7 malam. Perjalanan dari jogja menuju basecamp cemoro sewu dengan menggunakan motor cukup jauh dan melelahkan.

suasana makan malam dan celoteh canda para sahabat

Setelah menitipkan motor di salah satu rumah penduduk, kami menghabiskan waktu bercengkrama dan makan malam bersama di warung sekitar basecamp, karena basecamp di penuhi oleh pendaki lain yang sudah terlebih dahulu menempati lapak tidur, akhirnya pukul 11 malam kami tidur di salah satu warung.

suasana lapak tidur yang hangat

Pagi harinya, sebelum sarapan teman-teman sempat berkeliling menikmati suasana pagi perkebunan di kaki gunung lawu yang bisa di bilang indah, sedangkan saya seperti biasa masih menikmati kehangatan sleeping bag dan baru bangun ketika sarapan telah tersedia di depan hidung saya.

foto bersama di depan pos cemoro sewu sebelum memulai pendakian

Setelah sarapan dan packing pukul 9 pagi kami mulai mendaki melalui jalur cemoro sewu, sebelumnya kita harus membayar tiket masuk 5000 per orang. Jalur cemoro sewu cukup ramah tapi sangat banyak terlihat sampah.

beberapa rekan pendaki menikmati suasana pendakian sambil berbicang hangat

Terus terang melalui jalur cemoro sewu, membentuk image bagi saya gunung paling kotor yang pernah saya datangi selama saya tinggal di jawa tengah, berbagai macam jenis pendaki melalui jalur ini dengan pemahaman yang berbeda beda mulai dari mapala, freelance, sampai para peziarah dan petapa jadi wajar saya kalau jalur ini sangat kotor.

pos 1 beberapa pendaki berkumpul dan saling menyapa sambil beristirahat sejenak

Kami beristirahat besar dan makan siang di pos 2, selepas pos 2 jalur pendakian sudah berbentuk tangga-tangga batu yang di susun sampai dengan pos 5, bagi saya pribadi jalur seperti ini cukup membosankan dan tidak menarik karena kesan alami suatu gunung menjadi hilang, tapi mungkin ada beberapa alasan mengapa di buat tangga-tangga seperti itu.

suasana pos 2 setalah makan siang dan beristirahat

selepas pos 2 seorang teman mengalami kram kaki, untuk menghemat waktu dan melawan dingin, saya dan beberapa teman yang lain melanjutkan perjalanan duluan, satu orang menemani dan mengurusi seorang teman yang kram kaki.

suasana di pos 4, sambil menunggu rekan yang lain

Sampai di pos 4 pukul 2 sore kami berhenti dan beristirahat di bawah rain coat untuk menahan hawa dingin, sambil menunggu 2 orang teman yang masih tertinggal di bawah, kabut tebal sesekali datang, kami juga sempat dan sering bertegur sapa disertai sedikit berbincang dengan beberapa pendaki dari luar kota yang sedang turun. Betapa ramai nya pendaki gunung lawu pada hari itu.

jalur pendakian dari pos 5 menuju argo dalem

Lewat pos 5 pemandangan mulai terbuka dan bisa di bilang cukup menawan, disini terdapat goa dan sumber air, sebelum memutuskan untuk mendirikan tenda kami menyempatkan mampir ke warung mbok yem di hargo dalem, dan akhirnya kami malah memutuskan bermalam di sini tidak di tenda, karena kami baru tau di warung mbo yem sudah disediakan tempat-tempat untuk bermalam bagi para pendaki, wajar sepanjang perjalanan tadi banyak pendaki yang hanya membawa daypack karena para pendaki tersebut pasti bermalam di warung ini.

pemandangan dari menuju argo dalem

Malam hari di warung mbo yem kami habiskan dengan makan, bercerita, bercengkrama dan canda, suasana malam itu di warung mbo yem cukup ramai oleh pendaki

susasana warung mbo’ yem

Pagi harinya pukul 4 kami sudah berada di depan warung mbo yem untuk menikmati matahari yang terbit, dan berkekeliling sekitar warung mbo yem, di utara warung mbo yem terdapat rumah botol.

pemandangan pagi hari dari argo dalem ketika matahari terbit

Setelah puas berkeliling kami kembali ke warung mbo’ yem, untuk sarapan dan packing karena setelahnya kami akan melanjutkan perjalanan ke puncak tertinggi lawu hargo dumilah dan turun melalui jalur cemoro kandang.

rumah botol gunung lawu

Dari warung mbo’ yem puncak hargo dumilah berada di sisi barat tepatnya di belakang warung mbo’ yem dan hanya berjarak waktu 15 sampai dengan 30 menit.

 Foto bersama mbo’ yem sang legenda gunung lawu

Pukul 9 pagi kami sampai di hargo dumilah, puncak gunung lawu ini di tandai dengan monumen batu besar, dari sini kita bisa melihat hampir keseluruh penjuru gunung lawu, savana di sisi barat dan pemandangan pegunungan di sisi timur.

foto bersama keluarga besar di puncak lawu

seorang pendaki bergaya dengan bendera merah putih

tugu di puncak hargo dumilah, seorang pendaki duduk sambil berdoa

Jam 11 siang kami langsung turun melalui jalur cemoro kandang, dari hargo dumilah kami menuju ke utara, menuruni bebatuan terjal pemandangan dari sini sungguh luar biasa.

pemandangan sisi barat hargo dumilah, seorang pendaki dengan latar belakang savana

 pemandangan sisi timur agak sedikit ke utara dari hargo dumilah

foto bersama di pinggir jurang

Berbeda dengan cemoro sewu jalur ini masih sangat alami, sepi dari sampah dan sepi dari pendaki, saya suka jalur seperti ini, jalur binal berkabut mistik, dengan bebatuan yang terjal dan jurang – jurang di sisi sisi nya, dihiasi tanaman-tanaman cantigi sepanjang jalur.

track menurun terjal dari puncak hargo dumilah melalui jalur cemoro kandang

jalur terjal cemoro kandang

beberapa pendaki menuruni terjalnya jalur cemoro kandang, dengan jurang di sisi kanan nya

jalur cemoro kandang

jalur berliku cemoro kandang, beberapa pendaki terlihat dari kejauhan

jalur cemoro kandang yang bekabut

Di shelter 4 kami beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan, sampai dengan shelter 3 vegetasi mulai berubah menjadi tanaman-tanaman lebat dengan jalur yang berkelok seperti ular.

tiba di sheter 4 jalur cemoro kandang

suasana di shelter 4, berisitirahat bersama sesama pendaki

Hanya 2 kali kami berpapasan dengan pendaki lain yang pertama di shelter 4 mapala bramahardika jogja, dan yang kedua setelah melewatu shelter 3 mapala tehnik yang sedang membuka jalur baru.

jalur terjal bebatuan dari shelter 4 menuju shelter 3

Dari shelter 3 menuju shelter 2 walupun tertutup tanaman hijau dan rindang, jalur masih cukup menarik dengan pemandangan yang cukup sangat menarik pula, di pos 2 kami berisitirahat besar untuk makan, ngopi dan sekedar tidur-tiduran santai.

suasana shelter 2, layaknya piknik keluarga🙂 kebersamaan yang memberi arti sebuah perjalanan

shelter 2

Dari shelter 2 kami langsung menerabas jalur menuju base camp cemoro kandang tanpa berhenti di shelter 1.

peraturan pendakian basecamp cemoro kandang

Setiba di basecamp cemoro kandang (Tawangmangu, Jawa Tengah) pukul 3 sore kami beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan menuju basecamp cemoro sewu (kurang lebih 200-300 meter dari basecamp cemoro kandang) untuk mengambil motor kami dan kembali ke jogja. Perjalanan kembali ke jogja pun tidak kalah seru hujan disertai kabut, dan insiden ban motor yang bocor di tengah jalan, jam 10 malam kami baru tiba kembali di jogja.

Tagged , , , , , , , , , , ,

21 thoughts on “dari cemoro sewu ke cemoro kandang – Gunung Lawu

  1. […] Udara segar memenuhi paru-paru via sarangpenyamun.wordpress.com […]

  2. yoga pratama putra says:

    besok tgl 17 agustus berangkat brade

  3. semoga lawu tetap terjaga, rindu rasanya apa daya tanagan tak sampai

  4. syamsul huda says:

    aku pengen kesana nanti mlm.. smg aja g hujan.. perjalanan dn pemandangannya trlihat bgtu mengasyikkan.. semakin gk sabar tuk melihat matahari terbitnya…

  5. tias says:

    15thn lalu…..lekuk punggungmu masih sama….hargo dalem..hargo dumilah. jk tiba pd waktuku..beri aku ksmpatan 1 x lagi…kan kutinggalkan renta ku disana..

  6. A wink says:

    Liar Dan binal, luar biasa

  7. aliin says:

    kalo ke lawu lagii silakan mampir…

  8. aliin says:

    kalo ke lawu lagi… silakan mampir di sekre kami….

  9. 16 September says:

    Ke lawu tp belum pernah lewat cemoro kandang😦 #penasaran

  10. ummu_ade says:

    woww..kangen gunung, kangen kebersamaan itu, n foto2nya cool ahh..;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: