Perlukah membawa “PISAU ” ?

multitools dan pisau lipat (dari kiri-atas-bawah-kanan), Leatherman Wave, Spyderco Paramilitary 2, Spyderco Delica 4, Benchmade Mini Griptillian, Victorinox Tinker, CRKT Eros 2

Yang ada di benak sebagian orang jika mendengar kata “PISAU” atau “membawa PISAU” adalah kekerasan, kriminalitas, premanisme, sadis, dan kejahatan, ada juga yang bilang pisau itu tempat setan tinggal. Tapi tidak di benak sebagian orang lagi yang memang, menyukai, menghobi, membuat, memerlukan pisau, bagi sebagian orang ini pisau merupakan suatu alat bantu yang mempermudah manusia dan sudah di gunakan manusia dari jaman purba kala dulu, selain itu bagi mereka pisau juga memiliki keindahan baik itu dari bentuknya atau keindahan ketika pisau di gunakan.

Begitu banyak pertentangan pendapat antara yang pro dan yang contra tentang pisau, tapi saya tidak akan membahas itu disini, saya hanya akan menceritakan pisau dari sudut pandang saya sebagai seorang yang menggunakan, membutuhkan dan menyukai pisau dalam keseharian saya. Benar atau salah, tepat atau tidak silakan anda nilai sendiri

Jadi jika saya di tanya “Apakah anda perlu membawa pisau ? “, saya akan menjawab PERLU

Karena bagi saya pisau murni sebuah alat bantu atau tools yang mempermudah dan membantu dalam aktifitas dan pekerjaan, bukan untuk jaga diri atau membuktikan kalau saya seorang jagoan, apalagi untuk melakukan tindakan kriminalitas, oleh karena itu saya selalu membawa pisau sesuai dengan kebutuhan saya. Untuk apa membawa sesuatu (misalnya pisau) jika hanya menyulitkan bukan mempermudah.

Mengapa membawa alat potong pisau bukan gunting, silet, atau cutter. Gunting hanya untuk memotong benda-benda yang tipis dan tidak keras, silet atau cuter terlalu tipis dan lentur dan tidak memiliki ketahanan seperti pisau, golok terlalu besar jika di bawa kemana mana lain halnya jika sedang berada di hutan, membawa gergaji malah menyulitkan sulit untuk memotong malah dikira tukang kayu. Tapi pisau memiliki kegunaan yang sangat global cakupan kegunaanya luas di banding alat potong lain, pisau memiliki ukurannya yang biasanya pas untuk digunakan dan dibawa, kekerasan dan ketahanan yang lebih baik dari silet.

Mungkin kita pernah menyaksikan film Mcgayver bagai mana Ia menggunakan pisau lipat swiss army dalam filmnya, nah seperti itulah pisau saya gunakan, tapi mungkin tidak sedramatis seperti di film itu. Meruncing pensil, memotong tali, mengupas buah, membuat tonggak pasak, membuka bungkusan, memotong kardus, membuka surat, memotong dan mengupas kabel, memotong daging dan masih banyak lagi hal yang sudah pisau lakukan dalam kehidupan saya, saya menggunakan pisau saya dimanapun dan kapanpun saya membutuhkannya.

Untuk apa kita membawa pisau jika kita takut menggunakannya, pandangan masayarakat tentang kita membawa dan menggunakan pisau tidak lepas dari bagai mana kita bersikap, menggunakan dan memilih pisau yang tepat dalam kondisi yang tepat. Sebagai contoh : Ada kah orang yang merasa takut dengan penjual soto karena si penjual soto selalu membawa pisau ketika mejajakan sotonya, saya yakin jawabannya tidak, Ada kah orang yang takut dengan seseorang yang di kenal sebagai preman  dan di pinggangnya selalu terlihat gagang pisau, jawabannya pasti ada yang takut

Mempertimbangkan apakah perlu membawa pisau, memilih pisau apa yang harus di bawa, kemana akan pergi, mencari tau undang undang dan peraturan yang ada adalah hal yang sangat penting dan kita harus bijak dalam menentukan dan memilih, Seperti misalnya pergi ke mall rasanya kurang pas jika kita membawa  pisau survival atau pisau hunting, ini bukan saja membuat orang lain takut dengan kita tapi saat itu juga kita akan di amankan oleh security, walaupun dalam hati kita tidak bermaksud jahat dengan membawa pisau. Seperti juga ketika menonton konser music atau pertandingan bola ketempat tempat seperti ini sebaiknya hindari membawa pisau tapi jika memang harus membawa bawalah dengan ukuran yang kecil (ukuran maksimal sebesar jari telunjuk) dan jadikan gantungan kunci karena akan sangat menyamarkan pisau kita. Contoh lain misalnya kita ingin bepergian ke australi menggunakan pesawat, untuk apa membawa pisau sebaiknya tinggalkan saja pisau kita di rumah, karena di australia ada undang undang yang melarang membawa pisau.

Membawa pisau untuk bertahan hidup berbeda dengan membawa pisau untuk membela diri, Jika kita melakukan perjalanan ke hutan atau ke gunung justru sangat perlu untuk membawa pisau, baik itu pisau ukuran besar atau kecil, kita tidak tahu apa yang kita akan temui di tempat itu nanti. Misalnya dalam perjalanan tiba-tiba kita bertemu dengan babi hutan yang siap menyerang kita dalam kondisi ini pisau bisa kita jadikan alat untuk bertahan hidup. Atau kita kehabisan makanan di hutan dan menemukan pohon kelapa, bayangkan betapa sulit nya kita untuk membuka kelapa tanpa pisau. Pisau juga sangat membantu dalam membuat pasak, memotong ranting pohon atau memotong tali dan masih banyak yang bisa pisau lakukan untuk kita dapat bertahan hidup. Di lain hal misalkan saya sedang berjalan kaki dengan pisau di kantong, tiba tiba ada orang yang menodong saya dengan menggunakan pisau, singkat cerita terjadilan duel maut menggunakan pisau antara saya dan si penodong, dan menyebabkan si penodong kehilangan nyawanya, di indonesia saya tetap akan di kenakan pasal menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja karena saya sudah menghilangkan nyawa orang lain dengan menggunakan pisau yang saya bawa, terlepas pada saat itu anda di todong atau tidak, jadi tidak ada alasan membawa pisau untuk membela diri, untuk membela diri lebih baik membawa semprotan merica, atau stun gun atau baton stick.

Salah satu yang ditakutkan ketika membawa pisau adalah razia. Baik itu ketika razia surat kendaraan bermotor, razia narkoba, razia senjata tajam. Ketika saya masih tinggal di jakarta sepulang lembur dari kantor, jam 2 malam di daerah jaga karsa pasar minggu ada razia, seluruh isi mobil di periksa, kantong, dompet, dan tas kerja saya, polisi melihat pisau lipat saya di dalam tas kerja saya beserta alat tulis dan alat alat kantor lain, tidak ada masalah akhirnya saya di persilakan melanjutkan perjalanan, mungkin kah saya lagi beruntung malam itu? tapi yang pasti akan lain halnya apabila malam itu yang saya bawa pisau ukuran besar dengan bentuk yang seram, seperti pisau untuk, berburu, survival, outdoor. Dari cerita ini jelas polisi menjalankan tugasnya dan bertindak berdasarkan undang undang, tapi polisi juga manusia yang memiliki pertimbangan.

Dan kita pun sebagai warga negara harus memiliki pertimbangan sendiri tentang membawa pisau, karena undang-undang kita tidak mengatur dengan jelas, spesifik dan rinci boleh atau tidak membawa pisau, pisau seperti apa yang boleh dibawa, berapa ukuran pisaunya, apa bahannya, bagaimana mekanismenya. Di bawah ini adalah undang undang tentang senjata api dan senjata tajam

UNDANG-UNDANG NOMOR 12/DRT/1951

Mengingat:
a. pasal 96, 102 dan 142 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;
b. “Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 No.17);

A. Menetapkan: Undang-undang tentang mengubah “Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 No.17) dan Undang-undang R.I. dahulu No.8 tahun 1948.

Pasal 1

(1) Barangsiapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

(2) Yang dimaksudkan dengan pengertian senjata api dan munisi termasuk juga segala barang sebagaimana diterangkan dalam pasal 1 ayat (1) dari Peraturan Senjata Api (vuurwaapenregeling: in, uit, door, voer en lossing) 1936 (Stbl. 1937 No.170), yang telah diubah dengan Ordonnantie tanggal 30 Mei 1939 (Stbl. No.278), tetapi tidak termasuk dalam pengertian itu senjata-senjata yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang kuno atau barang yang ajaib (merkwaardigheid), dan bukan pula sesuatu senjata yang tetap tidak dapat terpakai atau dibikin sedemikian rupa sehingga tidak dapat dipergunakan.

(3) Yang dimaksudkan dengan pengertian bahan-bahan peledak termasuk semua barang yang dapat meledak, yang dimaksudkan dalam Ordonnantie tanggal 9 Mei 1931 (Stbl. No.168), semua jenis mesiu, bom-bom pembakar, ranjau-ranjau (mijnem), granat-granat tangan dan pada umumnya semua bahan peledak, baik yang merupakan luluhan kimia tunggal (enkelvoudige chemische verbindingen) maupun yang merupakan adukan bahan-bahan peledak (explosieven mengsels) atau bahan peledak pemasuk (inleidende explosieven), yang dipergunakan untuk meledakkan lain-lain barang peledak, sekedar belum termasuk dalam pengertian munisi.

Pasal 2

(1) Barangsiapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag, steek of stoot wapen), dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun.

(2) Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan sah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).

Pasal 3

Perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum menurut Undang-undang ini dipandang sebagai kejahatan.

Pasal 4

(1) Bilamana sesuatu perbuatan yang dapat dihukum menurut Undang-undang ini dilakukan oleh atau atas kekuasaan suatu badan hukum, maka penuntutan dapat dilakukan dan hukuman dapat dijatuhkan kepada pengurus atau kepada wakilnya setempat.

(2) Ketentuan pada ayat (1) dimuka berlaku juga terhadap badan-badan hukum, yang bertindak selaku pengurus atau wakil dari suatu badan hukum lain.

Pasal 5

(1) Barang-barang atau bahan-bahan dengan mana atau terhadap mana sesuatu perbuatan yang terancam hukuman pada pasal 1 atau 2, dapat dirampas, juga bilamana barang-barang itu tidak kepunyaan si tertuduh.

(2) Barang-barang atau bahan-bahan yang dirampas menurut ketentuan ayat (1), harus dirusak, kecuali apabila terhadap barang-barang itu oleh atau dari pihak Menteri Pertahanan untuk kepentingan Negara diberikan suatu tujuan lain.

Pasal 6

(1) Yang diserahi untuk mengurus perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum berdasarkan pasal 1 dan 2 selain dari orang-orang yang pada umumnya telah ditunjuk untuk mengusut perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum juga orang-orang, yang dengan peraturan Undang-undang telah atau akan ditunjuk untuk mengusut kejahatan-kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran yang bersangkutan dengan senjata api, munisi dan bahan-bahan peledak.

(2) Pegawai-pegawai pengusut serta orang-orang yang mengikutnya senantiasa berhak memasuki tempat-tempat, yang mereka anggap perlu dimasukinya, untuk kepentingan menjalankan dengan saksama tugas mereka. Apabila mereka dihalangi memasukinya, mereka jika perlu dapat meminta bantuan dari alat kekuasaan.

B. Menetapkan, bahwa segala peraturan atau ketentuan-ketebtuan dari peraturan-peraturan yang bertentangan dengan Undang-undang ini tidak berlaku.

Undang undang tersebut di atas sudah cukup tua, suatu peninggalan Belanda yang di ubah dan gunakan kembali, kaku, tidak fleksible, tidak detail, dan tidak sepesifik terutama untuk senjata tajam, jika di lihat pada pasal di atas berarti tukang daging tidak bisa menggunakan pisau untuk memotong daging di pasar, tukang rujak juga, tukang soto juga, tukang sate juga karena menimpan dan menggunakan pisau. Toko buku, toko peralatan, toko outdoor semua di tangkap dan di tahan karena menjual pisau atau multitools, banyak orang akan ditahan karena memiliki, menyimpan, menggunakan benda/alat yang bisa menjadi senjata penusuk seperti pulpen, pensil, obeng, dan benda penusuk lain.
Faktanya jika kita lihat berita keriminalitas di tv, berapa banyak kasus pembunuhan, perkelahian, pengeroyokan yang mengakibatkan kematian rata-rata menggunakan alat pertanian seperti golok, martil, kapak, curit, bahkan balok kayu.

Kasus yang sempat terpublis oleh media adalah ketika seorang anggota tim sar merapi yogyakarta terjaring razia karena membawa sebuah multitol (pisau lipat dengan berbagai alat lain di dalam nya) sempat mendekam di penjara selama 3 bulan dan akhirnya dibebaskan, terbukti bahwa undang undang diatas kurang sesuai dengan kondisi yang ada di masyarakat. Saya cukup mengikuti perkembangan kasus tersebut karena saja juga selalu membawa pisau atau multitool setiap keluar rumah,  saya membayangkan apabila kasus yang di alami oleh anggota tim sar ini terjadi pada saya.

Catatan : Tulisan ini sudah menahun menjadi draf dan baru pagi ini teringat untuk di lanjutkan setelah mendapat telpon dari teman yang bertanya dan ngobrol masalah pisau. Dan maksud tulisan ini bukan untuk memprovokasi orang lain untuk membawa pisau atau membela orang orang yang biasa membawa pisau, tiap orang membawa pisau ada alasannya dan keperluannya sendiri sendiri. Tulisan ini hanya sebuah wacana semoga bisa memberikan informasi dan wawasan, membuka pemikiran bagi siapa saja yang membacanya, dan saran saya gunakan pisau anda dengan bertanggung jawab dan bijak. Pisau akan sangat berbahaya jika di salah gunakan dan hukumannya sangatlah berat, pilihlah pisau sesuai dengan kebutuhan dan aktifitas anda, patuhi peraturan yang berlaku, seperti di dalam cabin pesawat tidak boleh membawa pisau jadi jangan anda membawa pisau anda kedalam kabin pesawat.

JIka anda menyukai, mencintai, mengoleksi, menggunakan pisau atau sekedar ingin mencari informasi dan berbagi tentang pisau silakan buka Forum Pisau Indonesia, di sini atau Forum Pisau Internasional di sini

Jangan lihat dari APA nya tapi lihat dari BAGAIMANA nya, Jangan lihat PISAU nya tapi lihat MANUSIA nya

Tagged , ,

9 thoughts on “Perlukah membawa “PISAU ” ?

  1. Ahmad Walij says:

    Artikel menarik nih, hatur nuhun share nya kang🙂. Yup, saya setuju kang, pisau adalah salah satu sahabat manusia yang sangat tua umurnya. Saya sendiri kemana-mana bawa pisau lipat eiger andalan saya. Ukurannya yang pas (tidak terlalu besar dan juga tidak terlali kecil), membuat pisau tsb dengan nyamannya terselip disudut saku celana jeans saya dengan manisnya dan dengan tampilan yg tidak provokatif🙂. Bepergian naik motor, sangat membutuhkan pisau yang siap pakai dengan cepat menurut saya. Dijalan, kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada kita, contohnya saja ada benda asing berupa tali (benang layangan, kain sobek dll) melilit di sela-sela putaran laher velg motor kita. Dengan reflek seketika, liat kondisi jalan, sein dan berhenti dibahu jalan lalu benda asing tsb kita bereskan dengan pisau kita dan cukup menggunakan satu lengan saja. Artinya, dalam kondisi terburu-buru, kita tidak perlu turun dari motor. Memang kejadian tsb, se-per seribu kemungkinannya, tapi apabila menghadapinya, sangat bingung dan merepotkan jika kita tidak membawa alat yg tepat. Yup, alat tersebut adalah pisau, khususnya pisau lipat🙂. Dan lagi, dalam situasi yg mendesak, pisau seukuran pisau lipat bisa menjadi senjata yg efektif. Yup, sekalipun yg kita hadapi adalah lawan dengan sajam seukuran pedang, golok, parang dll. Karena sejatinya menurut saya, pertarungan sajam, tidak melulu ukuran menjadi hal yg superior. Apapun sajam nya, kita tetap membutuhkan manuver untuk menyerang lawan, baik menikam ataupun menebas. Jadi, dengan mental yg sudah matang, hanya dengan pisau lipat, kita bisa lawan balik sang penyerang. Tapi itu buat para master ya kang, saya cuma nonton di you tube aja, hehe. Salam knife lover🙂

  2. Cahyo Pit says:

    multitools dan mini senter cree adalah hal yang tak pernah kutinggalkan ,selalu kubawa dan terbukti sangat bermanfaat

  3. Gigih says:

    Saya suka dan sering membawa multitool ataupus SAK, dan bersyukur kebiasaan teresebut dapat membantu saya ‘menyelamatkan’ anak saat terkunci di dalam mobil di tengah perjalanan ke luar kota, waktu itu masih bayi, umur 40 hari😦

  4. dekill says:

    hahaha bisa aja mba nya, saya gak koleksi pisau mba gak mampu, enjoy dengan pisau-pisau nya ya mba🙂

  5. mumu says:

    aamiin, ummm iya, makasih2🙂 , waahh gak lah mas gw bagian yg pake’nya aja sama kyk masnya jg kan, tp beda ding klo masnya kan punya banyak gt koleksi piso, suka aja jg liat bentuk2 pisaunya mas dekill

  6. mumu says:

    hehee amit2lahh, smoga gak kejadian..

  7. mumu says:

    “Jangan lihat PISAU nya lihat MANUSIA nya” hahaaa, jd klo tampangnya serem, mlm2 ngikutin dr blakang bawa piso bisa jadi penjahat hahaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: