last day in bali, arigato & au revoir

Jumat pagi di Tabanan, saya kembali menjadi orang terakhir yang bangun di rumah Pt, di lanjutkan dengan menyantap sarapan nasi kuning di teras rumah Pt sembari menikmati rasa pagi Tabanan yang masih sama seperti hari kemarin dan hari kemarinnya lagi, ahh saya akan merindukan suasana pagi di sini, karena pagi ini adalah pagi terakhir saya di Bali setelah berpetualang 2 minggu lamanya, kini kulit sudah menghitam eksotis dengan rasa lelah yang dipenuhi rasa puas bercampur rasa mulai merindukan rumah.

Pt sudah menghilang sedari pagi, katanya ke Air Port menjemput temannya, entah temannya yang mana lagi. Sungguh luar biasa sahabat saya yang satu ini, belum selesai di repotkan dengan kedatangan saya sudah mengurusi temannya yang lain. Pembawaannya yang tenang, karakternya yang santai dengan pemikiran yang kritis, berhati lapang dan memiliki filosofi hidup yang mantap memang membuat manusia yang satu ini memiliki daya tarik tersediri bagi para warianita.

Mba Erma dan Ummu pun juga tidak terdengar kicauannya, rupanya dari pagi kedua perempuan manis itu juga sudah berangkat ke pasar bersama Ibu Pt membeli buah-buahan, oleh-oleh untuk para teman di Jogja.

Foto bersama sebelum kembali ke Jogja

Setelah sarapan, waktu saya habiskan dengan packing. Pukul 10 pagi satu persatu setiap orang mulai bermunculan. Mba Erma, Ummu bersama Ibu nya Pt datang membawa bungkusan-bungkusan besar kantong plastik berisi buah-buahan, tidak lama Pt pun ikut muncul dengan membawa teman perempuannya.

Pukul 11 saya bersepeda menuju Masjid untuk melaksanakan sholat Jumat, Masjid yang namanya saya lupa itu lokasinya tidak jauh dari rumah Pt, yang menarik walaupun mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu tapi sangat menghargai dan menghormati para umat muslim yang sedang beribadah, saya kagum ketika melihat para Pecalang (Sejenis hansip adat di bali) yang mengatur jalan dan parkir kendaraan di depan masjid agar lalu lintas tetap tertib dan kendaraan tetap terjaga selama pemilik kendaraannya menjalankan Sholat Jumat, sangat-sangat Pancasilais.

Selesai Sholat Jumat saya segera kembali ke rumah Pt, setelah berpamitan dengan seluruh keluarga Pt, Pukul 2 siang Pt mengatar kami menuju loket bus yang akan membawa kami kembali ke Jogja.

Ummu, Mba Erma dan Sidi di dalam kapal penyeberangan menuju pulau Jawa

Di dalam bus, saya duduk sendiri karena bangku sebelah saya masih kosong belum terisi, sedangkan Mba Erma duduk bersebelahan dengan Ummu, tidak lama setelah bus mulai berangkat menuju Jogja, lagu Ebit G Ade yang judulnya saya lupa tiba-tiba membongkar keheningan di dalam bus, segenap rasa melankolis yang ada di dalam diri saya muncul, cukup haru juga meninggalkan Bali.

Sepanjang perjalanan saya hanya tertidur dan baru terbangun ketika bus berhenti di pom bensin mendekati pelabuhan gilimanuk, sebuah kejutan, seorang yang wajahnya cukup saya kenal naik ke dalam bus dan duduk di kursi kosong di sebelah saya. Sidi nama panggilannya teman saya satu kampus di Jogja. Setelah menyeberang di pelabuhan Gilimanuk, sepanjang sisa perjalanan saya isi dengan tidur, terbangun sebentar dan tidur lagi, mungkin efek dari rasa lelah selama petualangan panjang di Bali, saya baru terbangun di pagi hari ketika bus memasuki daerah Jogja.

View dari atas kapal penyebrangan

Bali sebuah pulau yang kaya akan keindahan alam dan unsur budaya yang kental di dalamnya, selalu menjadi tempat yang menarik bagi para wisatawan baik dari dalam maupun luar negri. Tapi Bali merupakan tempat berlibur yang menurut saya cukup mahal selalu ada harga untuk menikmati setiap keindahan Bali. Beruntung bagi saya memiliki teman-teman asli Bali yang mau menjamu, mengantar dan direpotkan selama 2 minggu petualangan saya di Bali. Terima kasih kepada Pt dan Keluarga Bapak Wayan Yatnanadi, Arsa dan Keluarga Bapak I Gusti Ngurah Alit, Leo, Winaya dan Keluarganya, Hanin, juga kepada teman-teman Pt. Banteng, Purna, Wida dan Yuli.

“Jika ada sumur di ladang aku akan menumpang mandi,Jika ada waktu ku luang aku pasti berkunjung lagi”

Tagged , , ,

One thought on “last day in bali, arigato & au revoir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: