Beberapa hari terakhir, di Denpasar

Sepulang dari Gunung Batur, saya dan teman-teman menghabiskan hari-hari terakhir kami di Bali dengan beristirahat dan jalan-jalan di Kota Denpasar, kami menginap di rumah Winaya yang juga merupakan teman satu kampus di UGM. Pt cukup sibuk karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan di Tabanan, jadi selama tidak ada Pt, Winaya yang mengantar kami berkeliling Denpasar.

Pantai Kuta

Di malam hari Winaya mengajak kami berkeliling daerah pantai Kuta. Pantai yang sudah sangat terkenal dan namanya sudah mendunia. Kuta sudah seperti rumah kedua dan pusat hiburan malam khususnya bagi para turis asing, segala macam jenis hiburan malam ada di sini, diskotik, night club, bar, restaurant, dan tempat-tempat hedon sejenis yang mana tidak cocok bagi orang kampung macam saya. Disatu sisi saya juga sedih melihat apa yang mata saya lihat di sepanjang jalan, eksploitasi besar-besaran terhadap perempuan indonesia oleh orang asing, yah ketika alasan ekonomi sudah berbicara bisa apa.

Suasana malam di daerah Kuta

Di Kuta kami juga sempat mengunjungi monumen Bom Bali. Sedangkan untuk pantainya sendiri menurut saya biasa saja dan juga banyak sampah yang berserakan. Pantai Kuta cukup panjang, dengan jalan aspal di satu sisinya tapi ada tembok yang memisahkan jalanan dan pantai, padahal akan sangat bagus jika tidak ada tembok, jadi kita bisa melihat pantai secara langsung dari jalanan.

Wisata Makanan Khas Bali

Suasana makan siang bersama

Selain terkenal dengan pantai dan alamnya, ternyata Bali juga merupakan surganya makanan. Kebetulan Winanya dan kekasihnya Hanin mengajak kami mencicipi berbagai kuliner khas Bali yang rasanya luar biasa di lidah, antara lain :

Ada Tipat Cantok semacam ketupat yang di potong-potong, di beri kuah kancang dan di campur bersama dengan beberapa jenis sayur-sayuran, bisa di bilang gado-gado ala Bali lah.

Rujak kuah pindang, Tipat Cantok, Es Daluman, Es Gula Merah

Lalu Rujak Kuah Pindang, sama seperti rujak pada umumnya cuma bedanya di iris dengan lebih tipis dan di beri kuah pindang, rasanya manis, asem, asin, pedas dan gurih, mantap. Setelah makan yang pedas-pedas di bilas dengan Es Gula Merah, Air gula semacam sirup berwarna merah, yang di campur potongan jeruk nipis, lalu di beri es. Dan terakhir di tutup dengan Es Daluman, sejenis Cincau Hijau dicampur dengan santan, gula merah dan diberi es.

Es daluman yang menyegarkan

Pasar Badung

Pasar Badung

Hari ke 2 menginap di rumah Winaya, sebelum kembali ke tabanan saya dan teman teman di sibukan dengan aktifitas mencari oleh-oleh di pasar Badung. Pasar yang cukup luas dengan bangunan yang bertingkat tinggat, ada dua buah bangunan terpisah yang di tengah-tengahnya terdapat sungai dan di hubungkan dengan jembatan.

Para ladies yang sedang belanja

Jika dari pintu masuk, bangunan pasar yang di sebelah kanan menjual berbagai macam cinderamata dan souvenir mulai dari cincin-cincin kecil hingga patung yang tingginya mencapai 3 meter dan bagunan pasar yang di sebelah kiri khusus menjual sembako, buah, sayur dan daging. Tempat yang bagus untuk mencari oleh-oleh selain pilihannya banyak, harga di pasar ini  bervariasi tergantung kepintaran kita dalam tawar menawar.

Suasana di dalam pasar

Pantai Brawa – The Last Sunset On Bali

Pantai Brawa

Setelah puas berbelanja, saatnya Winaya mengantar kami kembali ke Tambanan, kenginginan kami sebenarnya adalah singgah sekali lagi di Tanah Lot untuk menikmati sunset terakhir kami di Bali, namun perjalanan dari Denpasar – Tabanan di warnai dengan kemacetan, sehingga rencana menikmati Sunset di Tanah Lot harus di batalkan.

Senja di pantai Brawa

Akhirnya kami mampir di Pantai Brawa salah satu pantai yang searah dengan jalan kami ke Tabanan. Setiba kami di pantai Brawa langit sudah mulai menggelap jadi kami tidak bisa berlama-lama untuk bermain-main di pantai ini. Pantai Brawa pantai yang cukup panjang, di beberapa tempat terdapat muara sungai, sepertinya pantai ini cukup asik di datangi pada sore hari. Brawa sunset terakhir kami di Bali.

Foto bersama di pantai Brawa

Kembali lagi ke Tabanan

Malam hari kami kembali tiba di Tabanan tempat tinggal Pt, Pt sudah menunggu kami dengan senyum khasnya. Malam ini merupakan malam terakhir kami berlibur di Bali dan malam terakhir kami menginap di rumah Pt, karena besok kami sudah harus kembali ke Jogja. Setelah mandi dan bersih-bersih, di bale-bale rumah Pt kami mulai membagi kembali cerita perjalanan kami selama di Bali. Bersambung…

Tagged , , , , , , , , , ,

2 thoughts on “Beberapa hari terakhir, di Denpasar

  1. catering di denpasar bali says:

    Keren nih tulisannya, keep posting ya…
    Sudah Coba Empat Tempat Makan Unik Di Bali
    Klik http://goo.gl/ZGcfU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: