Pantai Tegal Wangi

Kami meninggalkan pantai Tanjung Benoa pukul 12 siang dan masih cukup banyak waktu untuk menikmati keindahan Bali sebelum malam tiba, kembali sahabat saya Leo merekomendasikan satu buah pantai di daerah Jimbaran bernama Tegal wangi.

Suasana pantai di sore hari

Untuk menuju ke pantai ini dari Kuta bisa melalui Bypass yang menuju ke Nusa Dua, lalu di Jimbaran berbelok ke arah Uluwatu. Setelah sampai di Hotel Intercontinental di Jalan Raya Uluwatu, ambil kanan ke arah Jalan Bukit Permai. Ikuti saja jalan melewati Four Seasons sampai bertemu sebuah Pura namanya Tegalwangi, artinya kita sudah sampai di pantai Tegal Wangi. mobil bisa di parkirkan di sebelah pura dan berjalan kaki menuju ke pinggiran jurang karena posisi pantai tepat di bawah jurang. Jika bingung atau nyasar jangan malu untuk bertanya.

Matahari yang mulai tenggelam

Tegal Wangi pantai yang sangat bersih dari sampah dan memiliki keindahan yang berbeda dengan pantai-pantai lain yang pernah saya datangi sebelumnya,  yang lebih menggemaskan lagi dari pantai ini adalah daratannya yang langsung menghadap ke arah barat, artinya di pantai ini saya bisa menikmati sunset.

Pantai dan matahari yang terbenam di ujung cakrawala

Di pantai ini pengunjung bebas dari biaya retribusi, tidak ada istilah bayar membayar tiket masuk, bahkan biaya parkirpun tidak ada, selama saya di Bali baru di pantai ini saya merasa benar-benar bebas, benar-benar merasa seperti di negeri sendiri. Tidak ada komersialisasi yang membeda-bedakan pengunjung dari berapa banyak uang yang dia bayarkan. Bali adalah bagian dari Indonesia, dan saya adalah warga negara indonesia tapi di beberapa tempat di Bali saya merasa seperti orang asing bukan karena saya tengah berada di antara bangsa asing yang sedang berkunjung ke Bali, tapi karena adanya pembedaan perlakuan antara WNA dan WNI. Memang tidak bisa di pungkiri bahwa WNA yang datang ke Bali menghasilkan banyak devisa kepada negara dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat Bali khususnya, tapi itu tidak bisa di jadikan alasan untuk membeda bedakan antara WNA dan WNI.

Sunset di pantai Tegal Wangi

Bagi saya yang besar dan tumbuh di daerah selatan sumatra, di mana masa kecil banyak di habiskan dengan bermain di rawa-rawa dan rimba sumatera, laut dan pantai merupakan sesuatu yang asing. Ketika saya kecil dulu bermain pasir di pantai dan menceburkan diri di laut merupakan sebuah impian tersendiri, sebuah impian yang membentuk suatu khayalan tentang sore di tepian pantai dimana saya duduk di atas pasir putihnya menikmati angin pantai yang berhembus, sembari memandangi air laut bergulir menjadi ombak yang bergulung, di kejauhan tampak langit yang menguning berhiaskan awan-awan yang megah dan di akhir pertunjukan matahari yang bulat perlahan memberi salam sebelum akhirnya tenggelam. Sebuah khayalan indah dan mengagumkan, saya percaya dan selalu percaya bahwa impian dan hayalan masa kecil itu suatu saat nanti pasti akan terwujud. Dan kini petualangan telah membawa saya ke pulau Bali dimana khayalan saya benar-benar terwujud di pantai bernama Tegal Wangi di daerah jimbaran. Saya cuma berharap pantai ini di kemudian hari akan tetap seperti ini, tetap indah bersih terjaga, dan setiap orang bebas untuk menikmatinya. Bersambung…

Foto bersama sebelum pulang

Tagged , , , , ,

One thought on “Pantai Tegal Wangi

  1. […] : https://sarangpenyamun.wordpress.com/2012/09/22/pantai-tegal-wangi/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this. Published: September 21, 2012 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: