Kembali ke Tabanan

Sore itu setelah turun dari Gunung Agung, kami kembali ke Sidemen ke rumah keluarga Arsa untuk beristirahat sejenak dan bersih-bersih, malamnya kami pun langsung berpamitan untuk kembali ke tabanan. Pukul 10 malam kami sudah kembali tiba di rumah Pt, tanpa sadar rasa lelah akibat perjalanan panjang ke Amlapura membuat saya langsung tertidur.

foto bersama sebelum kembali ke tamaban

Bangun di pagi hari rasa lelah dan pegal menjalar hampir ke seluruh tubuh, tapi rasa pagi hari di Tabanan masih sama seperti 3 hari yang lalu sebelum saya berangkat ke Amlapura. Tidak banyak yang saya lakukan hari ini dan tampaknya tubuh masih perlu di istirahatkan beberapa hari.

Ngelawang

Seorang anak yang meminta izin kepada ibunya sebelum bermain tarian dengan teman-temannya

Menghabiskan waktu di rumah Pt bisa di bilang sangat tidak membosankan karena banyak hal-hal menarik yang bisa di lihat, salah satunya adalah Ngelawang sebuah tradisi di Bali dalam memperingati hari besar keagamaan umat Hindu, suatu bentuk hiburan rakyat yang di bawakan oleh anak-anak, biasanya anak-anak berkelilig banjar(desa) dengan membawa topeng barong sambil menari diiringi musik dari alat musik tradisional.

Rombongan anak-anak yang riang gembira menari dan memainkan alat musik tradisional

Dari kecil sudah mengenal budaya berbeda dengan anak-anak perkotaan yang dari kecil sudah tidak mengenal budaya aslinya

Kolam Air Panas Angseri

Sore hari Pt mengajak kami untuk berendam di kolam air panas angseri untuk sedikit menghilangkan rasa pegal dan lelah. Lokasi air panas Angseri kurang lebih berjarak 1 jam dari rumah Pt di Kediri, Tabanan.

Mobil perang milik Pt, parkir di gerbang masuk pemandian air panas

Suasana di dalam bilik pemandian air panas

Berendam di air panas

Malam hari setelah kembali dari kolam air panas, kembali tanpa banyak bicara saya langsung tertidur pulas. baru keesokan paginya rasa lelah dan pegal sudah mulai berkurang, tapi tubuh masih perlu sedikit di istirahatkan.

Alas Kedaton

Sore hari Pt mengajak kami bersepeda kesuatu tempat bernama Alas Kedaton, lokasi cukup dekat dari rumah Pt melewati persawahan dan pedesaan yang hijau asri. Di Alas Kedaton terdapat sebuah pura dimana banyak sekali kera yang hidup dan berkeliaran bebas, kera-kera inilah yang menjadi objek menarik bagi pengunjung. Kera di sini tidak ganas tapi berani, tidak segan-segan merampas makanan dari tangan pengunjung. Seperti kejadian yang di alami oleh Pt, yang  dengan pedenya sengaja membawa sekantong kacang, berniat ingin memberi makan seekor kera, tapi kera lain malah mengerubungi dan meloncat seolah-olah ingin mengeroyok Pt, Pt berteriak sambil berlari dengan masih membawa sekantong kacang tapi apa daya para kera masih mengejar dan aksi kejar mengejar baru berhenti ketika Pt melepas sekantong kacang yang dibawanya. Kejadian ini membuat kami semua yang melihat ngakak guling-guling, bukan cuma kami tapi pengunjung lain juga tertawa melihat aksi Pt dan para kera.

Monyet aja bisa akur masa manusia tidak

Monyet genit yang cuma mau di kasi makan sama cewe

Suasana di dalam Pura Dalem

Halaman Pura Dalem

Persawahan dan langit senja, dalam perjalanan pulang bersepeda ke rumah Pt

Malam di Tabanan

Malam hari Pt kembali mengajak kami untuk berkeliling kota tabanan, tidak banyak yang bisa di lihat karena kota Tabanan kota yang sepi di malam hari, hanya di beberapa bagian yang menjual makanan dan tempat hiburan malam saja yang terlihat ramai itu pun tidak banyak. Sangat berbeda dangan kota Denpasar yang kaya akan hiburan malam, itulah mengapa buat saya tabanan lebih nyaman untuk di tinggali di bandingkan dengan Denpasar. bersambung

Patung Dasamuka di tengah persimpangan lampu merah Kediri, Tabanan

Tagged , , , , , , , ,

4 thoughts on “Kembali ke Tabanan

  1. PT makin kurus.. jarang pulang… Nice article, terima kasih telah berkunjung ke Bali

  2. arsa says:

    hahhaha…. foto yang paling atas ga nahan… hehhehe

  3. […] : https://sarangpenyamun.wordpress.com/2012/09/20/kembali-ke-tabanan/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this. Published: September 19, 2012 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: