mengejar matahari yang terbenam di tanah lot

Jam tangan saya menunjukkan pukul 3 sore, dari bedugul saya memacu dengan kencang kendaraan roda empat milik salah satu dari tiga orang teman saya yang juga ada dalam mobil, menuju ke tanah lot.

Kami hanya berharap kami bisa tiba di tanah lot tepat waktu untuk bisa menikmati sunset nya yang melegenda. Setiba di parkiran tanah lot, parkiran sudah penuh oleh mobil-mobil pengunjung, beruntung teman saya kenal dengan pengelola tanah lot, jadi mobil kami parkirkan langsung di depan kantor pengelola tanah lot, setelah itu kami bergegas menuju ke dalam.

Beruntungnya kami langit sore itu sangat bersahabat, cerah tanpa sedikitpun awan mendung. Hari sudah cukup sore jadi kami tidak punya banyak waktu untuk mencari tempat yang paling pas untuk menikmati sunset, yang saya ingat dari gapura masuk kami belok ke kiri dan terus naik ke atas, sampai kami bertemu dengan warung-warung yang menyediakan tempat duduk yang langsung menghadap ke laut. Inilah tempat yang paling pas untuk menikmati sunset di tanah lot, disini sudah cukup banyak para wisatawan yang sedang menunggu sunset dan yang mengisi kursi di lokasi ini semuanya adalah wisatawan asing. Untuk duduk di tempat ini kita harus memesan makanan atau minuman, kami pun memesan beberapa es kelapa muda dengan harga yang bisa di bilang sangat mahal, sepertinya yang di jual disini bukan kelapa mudanya tapi tempat dan pemandangannya, tapi cukup worth it.

Terbenamnya matahari merupakan suatu peristiwa alam yang sangat indah di bali khususnya di tanah lot, berbagai macam orang dari seluruh penjuru dunia datang hanya untuk menyaksikan, menikmati dan menghayati matahari yang terbenam, dan yang paling menesankan buat saya adalah di akhir terbenamnya matahari seluruh pengunjung tanah lot di posisi kami berada bertepuk tangan dan berteriak puas akan keindahan sunset di tanah lot, layaknya menonton pagelaran opera kelas dunia.

Memang sunset di tanah lot memiliki ke khas-an yang berbeda dari tempat-tempat lain dan baru sekali ini saya merasakan keindahan, keseruan dan keantusian dalam waktu yang bersamaan. Tiada kata lain selain puas (terima kasih kepada pt dan leo).

Tanah lot memang tempat yang wajib di kunjungi jika berlibur ke bali, tapi sayang menurut saya pengelolaan tanah lot sendiri masih kurang profesional terutama pada toilet/kamar mandinya, cukup memalukan dengan jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegar yang mencapai ribuan setiap hari tapi toilet nya sangat kumuh, dan pengunjung pun masih harus membayar untuk menggunakan toilet dan kamar mandi, tanah lot adalah lokasi wisata berkelas internasional saya pikir dengan pendapatan nya satu hari saja sudah bisa membuat toilet/kamar mandi dengan standart internasional.

Suasana sunset di tanah lot

Para pengunjung tanah lot, yang menunggu saat terbenamnya matahari

Pura Tanah Lot dan matahari yang terbenam

Matahari yang terbenam di barat, gambaran yang saya cari seumur hidup dan akhirnya saya temukan di tanah lot

Tanah Lot setelah matahari terbenam

kursi – kursi yang sudah kosong di tinggalkan pengunjung tapi kami masih asik menikmati indahnya langit senja. jangan pernah pergi setelah matahari terbenam karena keindahan belum berakhir

Siluet Tanah Lot

Kami

Tagged , , , , , ,

2 thoughts on “mengejar matahari yang terbenam di tanah lot

  1. […] merepotkan seperti saya. Sembari melahap nasi kuning terbayang perjalanan kemarin ke Bedugul dan Tanah Lot yang masih seperti mimpi. Lengkap sudah sarapan nikmat di akhiri dengan sebatang rokok, pagi yang […]

  2. mumu says:

    a beautiful golden sunset that i had ever seen..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: