asik di bedugul

Pagi yang cerah di rumah Pt (putu), entah matahari pagi Tabanan yang berbeda atau memang karena saya yang jarang bangun pagi, tapi pagi itu memang terasa begitu penuh dengan semangat, semangat yang membuat saya masih ingin duduk bermalas – malasan di teras rumah Pt.

Rupanya Ummu sudah lebih dulu “ndelosor” di teras menyantap nasi kuning yang sudah di siapkan oleh keluarga Pt sambil asik membaca kolom-kolom berita di harian lokal Tabanan, sungguh nasi kuning yang sangat sedap. Sambil menunggu Leo tiba saya pun ikut menyantap nasi kuning sedap itu. Leo adalah salah satu sahabat baik saya di jogja yang kebetulan juga asli dari bali dan berdomisili di kota Denpasar.

Sarapan nasi kuning khas tabanan

Tak lama setelah kami selesai sarapan Leo pun tiba, masih dengan tampang urakan dan kocaknya. Pt pun juga baru menampakkan batang hidung nya rupanya sedari pagi dia sudah bangun dan sibuk memperbaiki aki mobilnya yang bermasalah. Semua sudah lengkap saatnya bagi kami bersiap-siap untuk kembali berangkat menjelajah, dan tujuan utama kami hari adalah daerah Bedugul.

Persawahan di jalan menuju bedugul

Semua Serba Strawberry

Pemandangan sepanjang perjalanan dari bedugul

Dari Kediri – Tabanan menuju bedugul kurang lebih 2 jam (perjalanan santai). Bedugul merupakan daerah dataran tinggi di bali, dengan jalan yang berkelok-kelok, pemandangannya yang indah, dan udaranya yang dingin-dingin sejuk. Persis seperti di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, namun di sini lebih sepi, tenang dan lebih asri.

Tempat istirahat di Bedugul

Pemandangan dari Bedugul

Kami sempat berhenti sejenak di daerah Bedugul untuk menikmati pemandangan dan buah strawberry, ada semacam tempat pemberhentian  seperti tempat parkir berjejer yang memang sudah di siapkan untuk parkir kendaraan. Pemandangan di sini sangat indah berbeda dengan puncak yang penuh dengan kebun teh disini semua penuh dengan Strawberry dan hampir semua makanan yang di jual di sini berbahan dasar strawberry, mulai dari Roti strawbeery, es strawberry, strawberry coklat, dan strawberry lainnya

Setelah puas beberapa menikmati suasana Bedudul, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Kebun Raya Bedugul, kurang lebih 15-20 menit dari tempat kami berhenti.

Kebun Raya Bedugul

Patung Kumbakarna, di depan pintu masuk kebun raya

Tiket masuk kebun raya 7000/orang dan untuk kendaran roda empat 10.000 (kalau saya tidak salah ingat). Kebun Raya Bedugul sangat sejuk, asri, bersih dan hijau, dan anehnya saya baru tau kalo di Bali ada daerah seperti ini. Kebun Raya merupakan tempat yang sangat cocok untuk rekreasi keluarga. Areanya cukup luas dan terbagi-bagi menjadi beberapa tempat untuk jenis tanaman yang berbeda-beda, ada banyak sekali jenis tanaman di sini mungkin jumlahnya ribuan, selain ranaman di kebun raya juga banyak ditemui beberapa satwa seperti berbagai berbagai macam jenis burung dan monyet.

Tempat yang pertama kami datangi di kebun raya adalah Rumah Kaktus. semacam rumah kaca yang di dalamnya terdapat berbagai macam tanaman jenis kaktus.

Rumah Kaktus

Beberapa jenis koleksi tanaman kaktus

Ummu dan Kaktus

Suasana di dalam rumah kaktus

Dari rumah kaktus kami bergerak menuju ke Rumah Anggrek yang isinya semua tanaman berjenis anggrek, namun suasana di Rumah Anggrek terbuka tidak tertutup seperti Rumah Kaktus

Tanaman Anggrek yang belom berbunga

Suasana di rumah anggrek

Kebun Raya Bedugul surga yang tepat bagi pencinta tumbuhan. Perjalanan kami lanjutkan menggunakan mobil menelusuri jalan aspal melewati hutan-hutan dengan pepohonan yang rindang menuju ke salah satu sisi Danau Bratan, kami parkirkan mobil kami di parkiran yang bersebelahan dengan Guest House, dari sini setiap pengunjung harus berjalan kaki.

Piknik di Kebun raya bedugul

Kursi Kebun Raya Bedugul

Suasana di Kebun Raya Bedugul

Suasana hutan di Kebun Raya Bedugul

Gazebo di hutan Kebun Raya Bedugul

Menyusuri hutan Kebun Raya

Karena berjalan kaki menuju ke danau masih cukup jauh, lagi pula setelah dari Kebun Raya kami juga akan ke Pura Ulun Danu Danau Baratan, maka kami hanya berjalan sampai di perbukitan dengan padang rumput hijau berlatar danau yang sangat indah, benar-benar tempat piknik sejati. Sebernarnya masih banyak lokasi-lokasi menarik di Kebun Raya Bedugul namun karna waktu kami yang terbatas maka kami langsung melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya.

Pasar Tradisional Candi Kuning

Beberapa Turis asing sedang berbelanja di Pasar Tradisonal Candi Kuning

Setelah puas berkeliling Kebun Raya tujuan kami berikutnya adalah Pura Ulun Danu Danau Bratan, sebelum sampai di Pura Ulun Danu kami menyempatkan untuk mampir sebentar di pasar Tradisional Candi Kuning untuk menyantap sate kelincinya yang terkenal versi teman saya Leo. dan ternyata satenya memang benar enak sedap dan halal.

Warung Sate Kelinci di pasar Candi Kuning

Selain santapan sate kelinci disini juga kita bisa berkeliling melihat-lihat toko-toko yang menjual oleh-oleh khas bali, sayuran dan sekali lagi buah strawberry.

Danau Bratan dan Pura Ulun Danu

Pura Ulun Danu danau Bratan

Setiba kami di parkiran Danau Bratan langit mulai mendung dan gerimis mulai turun, jadi kami tidak berkeliling banyak di sini, selain itu juga Pura Ulun Danu cukup ramai oleh pengunjung membuat kami menjadi sungkan untuk menjelajah.

Halaman Pura

Yang menarik dan ingin kami coba disini adalah berkeliling danau menggunakan perahu cepat, ada banyak jenis perahu yang di sewakan disini mulai dari perahu dayung, perahu motor yang dapat mengangkut banyak orang, dan perahu cepat.

Perahu yang di sewakan

Tapi perahu cepat yang kami sewa tidak bisa kami kendarai sendiri, sewa perahu sudah termasuk sopirnya (saya tidak tau berapa biaya masuk dan biaya penyewaan perahu karena teman saya menolak untuk memberitahukannya).

Penyewaan perahu Cepat

Ini bagian paling seru dari perjalanan kami hari ini, ketika meninggalkan dermaga sang supir membawa perahu dengan kecepatan pelan, dan dengan tiba-tiba keceptan di naikan, dengan gaya manuver meliuk-liuk melewati perahu lain, dan sesekali sengaja dihantamkan ke ombak hingga perahu melompat. Spertinya cuma kami yang menyewa perahu cepat, jadi hampir setiap orang memperhatiakan kegilaan perahu kami.

Kami semua hanya bisa berteriak dan tertawa menikmati kerseruan di atas perahu, tampaknya memang si pengemudi tau keseruan yang memang kami inginkan, walau sopir perahu di sini cukup profesional tapi ada baiknya penyewa perahu di berikan semacam jaket pelampung.

Di atas perahu cepat

Bapak pengemudi perahu membawa kami berkeliling danau, dan sudah tau benar tempat-tempat yang menarik untuk berhenti, berfoto, bahkan jika mau berenang. Si Bapak pengemudi perahu ini memang penuh dengan kejutan, ketika perahu berhenti di salah satu sisi danau, dengan senyum sedikit culas dia menawarkan untuk memoto kami berempat di atas perahu, dan si Bapak tiba-tiba saja meninggalkan kursi kemudinya untuk duduk di depan perahu mengabil foto kami, kami pikir selesai memoto si Bapak langsung kembali ke kursinya untuk melanjutkan perjalanan, namun tiba-tiba dengan sekonyong-konyong si Bapak malah menghidupkan mesin, masih dengan posisi duduk di depan perahu, tanggan kiri mengendalikan kemudi perahu dan tanggan kanan sibuk mengambil gambar kami, perahu berputar-putar layaknya akrobat air.

Si Bapak tukang perahu memoto sambil mengendalikan perahu dari depan perahu

Benar-benar gila, yang saya pikirkan adalah kamera saya, bakal repot kalo rusak soalnya waktu saya di bali masih cukup lama. Untunglah semua baik-baik saja. Selesai foto dalam perjalanan kembali ke dermaga Si Bapak semakin menggila memacu perahunya, mulai dari meliuk – liuk layaknya ular, bahkan sampai sengaja seolah – olah ingin menabrak perahu kami ke perahu lain dan bermanuver 360 derajat. Tentu saja kami jadi bahan tontonan pengunjung lain, benar-benar seru. Jika ingin mencoba berkeliling Danau Bratan menggunakan perahu cepat dan tidak siap dengan kodisi seperti cerita di atas sebaiknya diberitahukan ke pengemudi perahu untuk pelan-pelan saja.

Danau Bratan

Berkeliling danau dengan perahu salah satu hal yang sangat sangat menyenangkan buat saya dan satu pengalaman yang luar biasa. Ketika kami meninggalkan parkiran Pura Ulun Danu – Danau Bratan hujan turun deras, kami menyempatkan untuk mampir di sebuah restauran yang letaknya tidak jauh dari situ namanaya Strawberi Stop (lagi-lagi Strawberry) untuk menyantap cemilan dan bersantai sejenak. Pukul 2.30 sore kami segera melanjutkan perjalanan kami untuk kembali mengejar sunset di Tanah Lot sambil berharap cuaca sore ini cerah.

Tagged , , , , , , ,

3 thoughts on “asik di bedugul

  1. wah fotonya keren keren banget hehe, ceria sekali tuh

  2. […] tamu yang merepotkan seperti saya. Sembari melahap nasi kuning terbayang perjalanan kemarin ke Bedugul dan Tanah Lot yang masih seperti mimpi. Lengkap sudah sarapan nikmat di akhiri dengan sebatang […]

  3. adeummu says:

    baca lg ‘n liat foto2 disini jd pengen ke bedugul lg kalo ke Bali, apalagi kebun rayanya..bener-bener asik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: