Melankolia Pasar Bubrah – Gunung Merapi

Setelah meletus tahun 2010 cukup banyak yang berubah terutama pada puncak merapi, tidak ada lagi puncak garuda dan suasana cukup berbeda dengan sebelumnya, jalur pendakian pun di penuhi dengan debu sisa letusan tahun 2010

Dari jogja menuju basecamp selo menggunakan motor melalui jalan magelang, dan sebelum muntilan tepatnya di gulon kami mengambil arah menuju dukun, kondisi jalanan dari sini menuju ke basecamp sangat curam berkelok – kelok dan sering terjadi kabut tebal, jadi harus sangat berhati-hati dalam berkendara dan pastikan kendaraan dalam kondisi baik.

Kami memulai pendakian dari basecamp selo pukul 12 malam, dengan target mencapi puncak sebelum sunrise dan turun kembali pukul 8 pagi, normalnya pendakian dari basecamp sampai pasar bubrah memakn waktu 5 – 6 jam, tapi kondisi cuaca yang berkabut membuat waktu pendakian lebih lama dari rencana awal, akhirnya pada pukul 7 bagi kami baru sampai di pasar bubrah dan suasana di pasar bubrah hingga kami turun pun masih sangat berkabut. Berikut foto – foto pendakian gunung merapi melalui jalur celo tahun 2011 :

beberapa pendaki menuruni puncak tertinggi merapi, ada kenikmatan tersendiri ketika meluncur melalui pasir pasir

sarapan pagi bersama para pendaki merapi, hangatnya kebersamaan di tengah perbedaan, rasa dan suasana yang tidak akan di dapatkan di rumah, semangkuk mie terasa seperti hidangan mewah apa lagi di masak dan dimakan bersama ditemani canda, tawa dan cerita

tulisan di pos pendeteksi aktivitas merapi “jangan setubuhi merapi dengan sampah mu” kecil namun cukup mengena, semakin banyak pendaki sampah malah semakin banyak, alangkah baiknya jika di buat kebijakan setiap pendaki wajib membawa kembali sampahnya, atau di kenakan denda, karena tidak semua pendaki memiliki kesadaran yang sama

puncak merapi, ketika kabut mulai menghilang sesaat

sekelompok pendaki, menanjaki terjalnya jalur menuju puncak tertinggi merapi

untuk mencapai puncak tertinggi merapi cukup sulit, bebatuan yang licin, longsor apa bila kita tidak hati hati dalam memilih pijakan, dan bebatuan ini sering kali menggelinding ke bawah sangat berbahaya jika mengenai pendaki lain yang ada di bawah nya, disarankan untuk tidak lurus vertikal dengan pendaki lain

para pendaki dan puncak merapi

pemandangan dari atas lereng lereng puncak merapi

foto bersama para pendaki sebelum turun

monumen peringatan, pasar bubrah, gunung merapi

beberapa pendaki menuruni terjalnya jalur gunung merapi

para pendaki menuruni terjalnya jalur pendakian yang licin berpasir dan berbatu

pemandangan jalur pendakian merapi

PENDAKIAN KE 2, Seminggu setelah pendakian pertama

Seminggu setelah pendakian pertama, saya memutuskan untuk kembali mendaki merapi, karena sekembali dari pendakian pertama saya tidak bisa tidur tenang rasanya ada yang tertinggal di puncak merapi. Karena ingin merepotkan dan menggangu jadwal teman yang lain awalnya saya ingin mendaki merapi sendiri tapi seorang sahabat yang juga menjiwai gunung memutuskan untuk tidak membiarkan saya mendaki sediri dan akhirnya berangkatlah kami berdua kembali mengambil ego saya yang tertinggal di puncak merapi. Ada kalanya berjalan sendiri itu terasa menyenangkan tapi rasanya tidak akan lengkap, dengan adanya teman perjalanan menjadi lebih bermakana. Foto-foto pendakian ke 2 Gunung Merapi jalur selo :

pasar bubrah gunung merapi

suasana pasar bubrah dan puncak merapi yang sepi tanpa pendaki

si PT duduk sambil memegang bendera merah putih di puncak tertinggi merapi

berdiri mengangkat berndera tercinta di puncak merapi

gunung merbabu di malam hari, dari pasar bubrah gunung merapi

suasana sunrise di pasar bubrah gunung merapi

seorang sahabat saya PT berdiri membelakangi gunung merbabu

sunrise gunung merapi

jalur pendakian yang entah kemana

Tagged , , , , , , , , , , , , , ,

3 thoughts on “Melankolia Pasar Bubrah – Gunung Merapi

  1. […] Mayang Tirta Dermaga, bagian paling bawah Mayang Tirta Pemandangan dari atas Mayang Tirta, tampak Gunung Merapi di Kejauhan Suasana di pinggir Danau […]

  2. dekill says:

    terima kasih muu, salah satu moment yang tidak bisa dilupakan, semoga kita bisa mendaki bersama lagi

  3. muu says:

    melankolia pasar bubrah hehhee, gersang banget, inget pas mendaki tracknya berdebu, zen fotonya msh bawa2 sarung hahaaa kayak tukang ronda..nice moment, nice picts..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: